<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>INSPIRASI BISNIS: Limbah Kantong Plastik Bekas Disulap Jadi Tas Rajut Cantik</title><description>Peduli dengan lingkungan, sebuah keluarga di Kota Solo membuat kerajinan dari limbah kantong plastik bekas menjadi tas cantik</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/04/23/320/1369944/inspirasi-bisnis-limbah-kantong-plastik-bekas-disulap-jadi-tas-rajut-cantik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/04/23/320/1369944/inspirasi-bisnis-limbah-kantong-plastik-bekas-disulap-jadi-tas-rajut-cantik"/><item><title>INSPIRASI BISNIS: Limbah Kantong Plastik Bekas Disulap Jadi Tas Rajut Cantik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/04/23/320/1369944/inspirasi-bisnis-limbah-kantong-plastik-bekas-disulap-jadi-tas-rajut-cantik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/04/23/320/1369944/inspirasi-bisnis-limbah-kantong-plastik-bekas-disulap-jadi-tas-rajut-cantik</guid><pubDate>Sabtu 23 April 2016 08:16 WIB</pubDate><dc:creator>Septyantoro Aji Nugroho</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/04/22/320/1369944/inspirasi-bisnis-limbah-kantong-plastik-bekas-disulap-jadi-tas-rajut-cantik-TaTSMNKifc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto : Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/04/22/320/1369944/inspirasi-bisnis-limbah-kantong-plastik-bekas-disulap-jadi-tas-rajut-cantik-TaTSMNKifc.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto : Okezone)</title></images><description>SOLO - Peduli dengan lingkungan, sebuah keluarga di Kota Solo membuat kerajinan dari limbah kantong plastik bekas menjadi tas cantik yang mempunyai nilai ekonomi tinggi.
Selama ini, bahan plastik memang sulit untuk di urai. Bahkan, limbahnya semakin banyak terutama di lingkungan rumah tangga.
Berbekal dari keprihatinannya keluarga di Tipes, Kota Solo mengumpulkan kantong plastik bekas untuk dibuat tas. Tak disangka hasilnya mendatangkan keuntungan yang cukup besar.
Pembuat tas itu bernama Devita Emi Rahmawati. Perempuan yang masih menyandang status mahasiswa ini tengah menyelesaikan pesanan dari beberapa pelanggannya. Ditemani sang Ibu,Devi membuat tas rajut dari kantong plastik bekas.
[Baca juga: Jual Kue, Karyawati Pertamina Raup Omzet Rp20 Juta/Bulan]
Usaha yang ditekuni hampir tiga tahun ini membuahkan hasil.  Berangkat dari keprihatinan dan peduli lingkungan, dirinya kini disibukkan oleh pesanan yang datang dari Kota Solo dan Kota sekitarnya.
Seiring dengan waktu, berbagai motif sudah laku terjual. Tidak hanya tas berbahan kantong plastik,  namun juga dompet sangat digemari terutama kaum perempuan.
&amp;ldquo;Untuk memenuhi permintaan, beberapa  tenaga tambahkan dilibatkan.  Untuk bahan baku secara bersama sama  mengumpulkan limbah kantong plastik kering  bekas bungkus makanan ringan dan lainnya untuk di buat tas,&amp;rdquo; jelas Devi.
[Baca juga: Kaos Lukis Wajah Beromzet Rp25 Juta]
Dia menyatakan, belakangan banyak juga pelanggan yang memesan  tas cantik ini  dengan kantong plastik baru yang tentunya harganya bisa lebih tinggi. Untuk harga dompet  berkisar Rp15.000 dan untuk tas seharga Rp50.000 hingga Rp150.000. Sementara yang berbahan kantong baru selisih   harga Rp10.000.
Di tangan  orang yang terampil, ternyata barang bekas yang diolah dengan alat sederhana pun bisa mendatangkan uang. Caranya pun sangat mudah, dari kantong plastik ini digunting dari bawah secara melingkar hingga  ukuran menjadi memanjang. Guntingan ini kemudian diraut menjadi tas.</description><content:encoded>SOLO - Peduli dengan lingkungan, sebuah keluarga di Kota Solo membuat kerajinan dari limbah kantong plastik bekas menjadi tas cantik yang mempunyai nilai ekonomi tinggi.
Selama ini, bahan plastik memang sulit untuk di urai. Bahkan, limbahnya semakin banyak terutama di lingkungan rumah tangga.
Berbekal dari keprihatinannya keluarga di Tipes, Kota Solo mengumpulkan kantong plastik bekas untuk dibuat tas. Tak disangka hasilnya mendatangkan keuntungan yang cukup besar.
Pembuat tas itu bernama Devita Emi Rahmawati. Perempuan yang masih menyandang status mahasiswa ini tengah menyelesaikan pesanan dari beberapa pelanggannya. Ditemani sang Ibu,Devi membuat tas rajut dari kantong plastik bekas.
[Baca juga: Jual Kue, Karyawati Pertamina Raup Omzet Rp20 Juta/Bulan]
Usaha yang ditekuni hampir tiga tahun ini membuahkan hasil.  Berangkat dari keprihatinan dan peduli lingkungan, dirinya kini disibukkan oleh pesanan yang datang dari Kota Solo dan Kota sekitarnya.
Seiring dengan waktu, berbagai motif sudah laku terjual. Tidak hanya tas berbahan kantong plastik,  namun juga dompet sangat digemari terutama kaum perempuan.
&amp;ldquo;Untuk memenuhi permintaan, beberapa  tenaga tambahkan dilibatkan.  Untuk bahan baku secara bersama sama  mengumpulkan limbah kantong plastik kering  bekas bungkus makanan ringan dan lainnya untuk di buat tas,&amp;rdquo; jelas Devi.
[Baca juga: Kaos Lukis Wajah Beromzet Rp25 Juta]
Dia menyatakan, belakangan banyak juga pelanggan yang memesan  tas cantik ini  dengan kantong plastik baru yang tentunya harganya bisa lebih tinggi. Untuk harga dompet  berkisar Rp15.000 dan untuk tas seharga Rp50.000 hingga Rp150.000. Sementara yang berbahan kantong baru selisih   harga Rp10.000.
Di tangan  orang yang terampil, ternyata barang bekas yang diolah dengan alat sederhana pun bisa mendatangkan uang. Caranya pun sangat mudah, dari kantong plastik ini digunting dari bawah secara melingkar hingga  ukuran menjadi memanjang. Guntingan ini kemudian diraut menjadi tas.</content:encoded></item></channel></rss>
