<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penundaan Sementara Reklamasi Tidak Akan Hasilkan Terobosan</title><description>Menurutnya, hal itu terjadi lantaran yang memegang peranan tidak sesuai dengan bidangnya atau tidak interdisiplin.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/05/10/470/1384692/penundaan-sementara-reklamasi-tidak-akan-hasilkan-terobosan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/05/10/470/1384692/penundaan-sementara-reklamasi-tidak-akan-hasilkan-terobosan"/><item><title>Penundaan Sementara Reklamasi Tidak Akan Hasilkan Terobosan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/05/10/470/1384692/penundaan-sementara-reklamasi-tidak-akan-hasilkan-terobosan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/05/10/470/1384692/penundaan-sementara-reklamasi-tidak-akan-hasilkan-terobosan</guid><pubDate>Selasa 10 Mei 2016 17:17 WIB</pubDate><dc:creator>Fhirlian Rizqi Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/05/10/470/1384692/penundaan-sementara-reklamasi-tidak-akan-hasilkan-terobosan-5tBUHIP3tl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/05/10/470/1384692/penundaan-sementara-reklamasi-tidak-akan-hasilkan-terobosan-5tBUHIP3tl.jpg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Para ahli tata ruang meyakini tidak akan ada terobosan baru dari pemerintah pasca dihentikannya sementara proses reklamasi di Pantai Utara Jakarta.

&quot;Setelah enam bulan moratorium ini, yang saya yakini tidak ada suatu terobosan yang berarti karena masterplannya dipegang Bappenas,&quot; ujar Ahli Tata Ruang dari Universitas Indonesia, Hendricus Andy Simarmata, di Jakarta, Selasa (10/5/2016), dalam diskusi 'Menilik Reklamasi Sebagai Bagian dari Ketahanan Lingkungan Nasional'.

Menurutnya, hal itu terjadi lantaran yang memegang peranan tidak sesuai dengan bidangnya atau tidak interdisiplin. (Baca juga: Polemik Reklamasi, di Mana Peran Kementerian Agraria?)

&quot;Karena ekspertis-nya itu harusnya Menko kan, karena itu lebih interdisiplin,&quot; tuturnya.

Dia mengatakan, pemerintah harus mulai berani untuk mengubah visi dengan tidak mengembangkan Jakarta, melainkan mengendalikan Jakarta. (Baca juga: Pemerintah Harus Berani Mendesentralisasi Fungsi Jakarta)

&quot;Jadi harus berani visi diubah untuk mengendalikan Jakarta, minimal pendidikan dan pelabuhan dipindah, daerah barat mulai dibanyakin daerah hijau supaya keseimbangan terjaga,&quot; jelasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Para ahli tata ruang meyakini tidak akan ada terobosan baru dari pemerintah pasca dihentikannya sementara proses reklamasi di Pantai Utara Jakarta.

&quot;Setelah enam bulan moratorium ini, yang saya yakini tidak ada suatu terobosan yang berarti karena masterplannya dipegang Bappenas,&quot; ujar Ahli Tata Ruang dari Universitas Indonesia, Hendricus Andy Simarmata, di Jakarta, Selasa (10/5/2016), dalam diskusi 'Menilik Reklamasi Sebagai Bagian dari Ketahanan Lingkungan Nasional'.

Menurutnya, hal itu terjadi lantaran yang memegang peranan tidak sesuai dengan bidangnya atau tidak interdisiplin. (Baca juga: Polemik Reklamasi, di Mana Peran Kementerian Agraria?)

&quot;Karena ekspertis-nya itu harusnya Menko kan, karena itu lebih interdisiplin,&quot; tuturnya.

Dia mengatakan, pemerintah harus mulai berani untuk mengubah visi dengan tidak mengembangkan Jakarta, melainkan mengendalikan Jakarta. (Baca juga: Pemerintah Harus Berani Mendesentralisasi Fungsi Jakarta)

&quot;Jadi harus berani visi diubah untuk mengendalikan Jakarta, minimal pendidikan dan pelabuhan dipindah, daerah barat mulai dibanyakin daerah hijau supaya keseimbangan terjaga,&quot; jelasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
