<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kehilangan Kereta Cepat, Jepang Incar Pelabuhan Patimban</title><description>Swasta yang paling berminat memberikan pinjaman untuk membangun Pelabuhan Patimban adalah Jepang</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/05/15/320/1388990/kehilangan-kereta-cepat-jepang-incar-pelabuhan-patimban</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/05/15/320/1388990/kehilangan-kereta-cepat-jepang-incar-pelabuhan-patimban"/><item><title>Kehilangan Kereta Cepat, Jepang Incar Pelabuhan Patimban</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/05/15/320/1388990/kehilangan-kereta-cepat-jepang-incar-pelabuhan-patimban</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/05/15/320/1388990/kehilangan-kereta-cepat-jepang-incar-pelabuhan-patimban</guid><pubDate>Minggu 15 Mei 2016 19:51 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/05/15/320/1388990/kehilangan-kereta-cepat-jepang-incar-pelabuhan-patimban-u9myfIZN7P.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi : Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/05/15/320/1388990/kehilangan-kereta-cepat-jepang-incar-pelabuhan-patimban-u9myfIZN7P.jpg</image><title>Ilustrasi : Okezone</title></images><description>JAKARTA - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas/Kementerian PPN) menyampaikan awal proyek pembangunan Pelabuhan Patimban masih dikerjakan pemerintah terlebih dahulu. Hal ini untuk menarik minat investasi swasta dalam memberikan pinjaman untuk proyek pembangunan Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat.

Direktur Transportasi Bappenas Bambang Prihartanto menyebut, swasta yang paling berminat memberikan pinjaman untuk membangun Pelabuhan Patimban adalah Jepang. Namun, sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) perlu melihat apakah pinjaman Jepang menguntungkan atau tidak.

&quot;Jangan sampai merugi (minta Presiden). Nah, sekarang sedang dievaluasi oleh Kemenko Maritim,&quot; ujar Bambang di Jakarta Convention Center, Minggu (15/5/2016).
&amp;nbsp;[Baca juga: Instruksi Jokowi Soal Pelabuhan Patimban, Jangan Hanya Nurut Saja]
Bambang menuturkan, proyek ini memang proyek pemerintah. Namun, skema pembiayaan bisa dari luar. Jepang, kata Bambang, menawarkan step load artinya kontraktor pembangunan dari Jepang atau sama halnya dengan pembangunan MRT.

&quot;Jepang kan kehilangan kereta cepat, dia enggak mau kehilangan lagi (Pelabuhan Patimban),&quot; tuturnya.

Selain Kementerian Maritim, lanjut Bambang, Kementerian Perhubungan juga ditugaskan untuk menghitung pinjaman Jepang dan mengurus mengenai persyaratan pembangunannya.

&quot;Mereka (Jepang) nawarin 0,1 persen (bunga pinjaman). Tapi kontraktornya dari mereka. Jadi lagi dihitung dengan Kemenhub mengenai penawaran step loan ini,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas/Kementerian PPN) menyampaikan awal proyek pembangunan Pelabuhan Patimban masih dikerjakan pemerintah terlebih dahulu. Hal ini untuk menarik minat investasi swasta dalam memberikan pinjaman untuk proyek pembangunan Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat.

Direktur Transportasi Bappenas Bambang Prihartanto menyebut, swasta yang paling berminat memberikan pinjaman untuk membangun Pelabuhan Patimban adalah Jepang. Namun, sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) perlu melihat apakah pinjaman Jepang menguntungkan atau tidak.

&quot;Jangan sampai merugi (minta Presiden). Nah, sekarang sedang dievaluasi oleh Kemenko Maritim,&quot; ujar Bambang di Jakarta Convention Center, Minggu (15/5/2016).
&amp;nbsp;[Baca juga: Instruksi Jokowi Soal Pelabuhan Patimban, Jangan Hanya Nurut Saja]
Bambang menuturkan, proyek ini memang proyek pemerintah. Namun, skema pembiayaan bisa dari luar. Jepang, kata Bambang, menawarkan step load artinya kontraktor pembangunan dari Jepang atau sama halnya dengan pembangunan MRT.

&quot;Jepang kan kehilangan kereta cepat, dia enggak mau kehilangan lagi (Pelabuhan Patimban),&quot; tuturnya.

Selain Kementerian Maritim, lanjut Bambang, Kementerian Perhubungan juga ditugaskan untuk menghitung pinjaman Jepang dan mengurus mengenai persyaratan pembangunannya.

&quot;Mereka (Jepang) nawarin 0,1 persen (bunga pinjaman). Tapi kontraktornya dari mereka. Jadi lagi dihitung dengan Kemenhub mengenai penawaran step loan ini,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
