<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Kaji Penurunan Transaksi Kartu Kredit akibat Pemeriksaan Data</title><description>Kebijakan Kementerian Keuangan untuk memeriksa transaksi data kartu kredit ternyata berdampak pada penurunan nilai transaksi</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/05/18/20/1391444/bi-kaji-penurunan-transaksi-kartu-kredit-akibat-pemeriksaan-data</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/05/18/20/1391444/bi-kaji-penurunan-transaksi-kartu-kredit-akibat-pemeriksaan-data"/><item><title>BI Kaji Penurunan Transaksi Kartu Kredit akibat Pemeriksaan Data</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/05/18/20/1391444/bi-kaji-penurunan-transaksi-kartu-kredit-akibat-pemeriksaan-data</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/05/18/20/1391444/bi-kaji-penurunan-transaksi-kartu-kredit-akibat-pemeriksaan-data</guid><pubDate>Rabu 18 Mei 2016 12:17 WIB</pubDate><dc:creator>Dedy Afrianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/05/18/20/1391444/bi-kaji-penurunan-transaksi-kartu-kredit-akibat-pemeriksaan-data-luIxUFHIMi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi : Reuters</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/05/18/20/1391444/bi-kaji-penurunan-transaksi-kartu-kredit-akibat-pemeriksaan-data-luIxUFHIMi.jpg</image><title>Ilustrasi : Reuters</title></images><description>JAKARTA - Kebijakan Kementerian Keuangan untuk memeriksa transaksi data kartu kredit ternyata berdampak pada penurunan nilai transaksi kartu kredit. Salah satunya adalah PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengaku rugi lantaran adanya aturan Kementerian Keuangan yang mewajibkan penerbit kartu kredit dan bank melaporkan data dan transaksi setiap bulan.
Menanggapi hal ini, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowadojo mengungkapkan bahwa saat ini akan melakukan kajian lebih mendalam mengenai dampak kebijakan ini. Saat ini, Agus belum mau berkomentar lebih jauh.
&quot;Saya belum mau komentar. Ini kan dari pemerintah dan pemerintah kan tujuannya memperoleh informasi dari pajak,&quot; kata Agus saat ditemui di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (18/5/2016).
[Baca juga: Intip Kartu Kredit Bikin Transaksi Turun, Menkeu Enggan Revisi Aturan]
Kajian ini, lanjutnya, akan mencakup mengenai efektivitas kebijakan. Menurut Agus nantinya akan dikaji apakah sebaiknya dilakukan secara keseluruhan atau hanya data sampel.
&quot;Nanti kita lihat, apakah efektif kalau semuanya perlu lapor apakah tidak semuanya,&quot; tukasnya.
Sebelumnya, Senior General Manager Head of Consumer Card BCA Santoso&amp;lrm; mengeluhkan penutupan kartu kredit meningkat tiga kali lipat setelah media mengangkat topik dibukanya transaksi kartu kredit. Namun dia berharap penutupan kartu kredit tidak bertambah pada bulan Mei ini.
&quot;Iya dalam sebulan saja. Januari, Februari, Maret itu angkanya di &amp;lsquo;x&amp;rsquo; yang saya bilang tadi. Nah pas bulan April meningkat jadi tiga kali &amp;lsquo;x&amp;rsquo;, Mei kita harap enggak nambah,&quot; ujarnya seperti yang diberitakan Okezone pada Selasa, 17 Mei lalu.</description><content:encoded>JAKARTA - Kebijakan Kementerian Keuangan untuk memeriksa transaksi data kartu kredit ternyata berdampak pada penurunan nilai transaksi kartu kredit. Salah satunya adalah PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengaku rugi lantaran adanya aturan Kementerian Keuangan yang mewajibkan penerbit kartu kredit dan bank melaporkan data dan transaksi setiap bulan.
Menanggapi hal ini, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowadojo mengungkapkan bahwa saat ini akan melakukan kajian lebih mendalam mengenai dampak kebijakan ini. Saat ini, Agus belum mau berkomentar lebih jauh.
&quot;Saya belum mau komentar. Ini kan dari pemerintah dan pemerintah kan tujuannya memperoleh informasi dari pajak,&quot; kata Agus saat ditemui di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (18/5/2016).
[Baca juga: Intip Kartu Kredit Bikin Transaksi Turun, Menkeu Enggan Revisi Aturan]
Kajian ini, lanjutnya, akan mencakup mengenai efektivitas kebijakan. Menurut Agus nantinya akan dikaji apakah sebaiknya dilakukan secara keseluruhan atau hanya data sampel.
&quot;Nanti kita lihat, apakah efektif kalau semuanya perlu lapor apakah tidak semuanya,&quot; tukasnya.
Sebelumnya, Senior General Manager Head of Consumer Card BCA Santoso&amp;lrm; mengeluhkan penutupan kartu kredit meningkat tiga kali lipat setelah media mengangkat topik dibukanya transaksi kartu kredit. Namun dia berharap penutupan kartu kredit tidak bertambah pada bulan Mei ini.
&quot;Iya dalam sebulan saja. Januari, Februari, Maret itu angkanya di &amp;lsquo;x&amp;rsquo; yang saya bilang tadi. Nah pas bulan April meningkat jadi tiga kali &amp;lsquo;x&amp;rsquo;, Mei kita harap enggak nambah,&quot; ujarnya seperti yang diberitakan Okezone pada Selasa, 17 Mei lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
