<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gypsum Kurang Diminati di RI Dibanding Negara Maju</title><description>Padahal papan gypsum di negara-negara maju sudah berkembang pesat untuk interior hunian.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/05/25/470/1397660/gypsum-kurang-diminati-di-ri-dibanding-negara-maju</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/05/25/470/1397660/gypsum-kurang-diminati-di-ri-dibanding-negara-maju"/><item><title>Gypsum Kurang Diminati di RI Dibanding Negara Maju</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/05/25/470/1397660/gypsum-kurang-diminati-di-ri-dibanding-negara-maju</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/05/25/470/1397660/gypsum-kurang-diminati-di-ri-dibanding-negara-maju</guid><pubDate>Rabu 25 Mei 2016 18:10 WIB</pubDate><dc:creator>Fhirlian Rizqi Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/05/25/470/1397660/gypsum-kurang-diminati-di-ri-dibanding-negara-maju-Y0jYCE6bq3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Papan Gypsum (Foto: chinagypsumboard)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/05/25/470/1397660/gypsum-kurang-diminati-di-ri-dibanding-negara-maju-Y0jYCE6bq3.jpg</image><title>Papan Gypsum (Foto: chinagypsumboard)</title></images><description>TANGERANG - Penggunaan papan gypsum di Indonesia tergolong masih kurang diminati. Padahal papan gypsum di negara-negara maju sudah berkembang pesat untuk interior hunian.

Menurut Product and Strategy Manager Jayaboard Krisma Hadianto mengatakan, kebanyakan masyarakat di Indonesia belum mengetahui fungsi dari gypsum secara menyeluruh. (Baca juga: ICE BSD Ancam 'Keperkasaan' JIEXPO dan JCC)

&quot;Konsumen belum banyak tahu gypsum juga sebenarnya bisa digunakan di ruangan, selain untuk plafon, jadi masih berpikir apa bisa untuk dinding,&quot; ujar Krisma, di IndoBuildTech Expo 2016, Rabu (25/5/2016).

Dia menuturkan, padahal saat ini gypsum juga telah dibuat dengan teknologi yang memadai seperti kedap suara, tahan api, hingga anti mikrobial dan anti bentur. (Baca juga: Perbesar Market, Produsen Gypsum Ini Luncurkan Layanan Mobile)

&quot;Jadi sebagian besar rata-rata belum tahu, mindset yang masih berpikir bahwa gypsum tidak bisa untuk dinding harus diubah,&quot; ucapnya.

Padahal, kata Krisma, penggunaan gypsum telah berkembang lebih dulu di negara-negara maju, dengan rasio penggunaan per kapitanya mencapai 10 persen.

&quot;Kalau kita masih di bawah dua persen, masih sangat kecil, padahal pakai gypsum untuk dinding itu sangat efisien dan safety,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>TANGERANG - Penggunaan papan gypsum di Indonesia tergolong masih kurang diminati. Padahal papan gypsum di negara-negara maju sudah berkembang pesat untuk interior hunian.

Menurut Product and Strategy Manager Jayaboard Krisma Hadianto mengatakan, kebanyakan masyarakat di Indonesia belum mengetahui fungsi dari gypsum secara menyeluruh. (Baca juga: ICE BSD Ancam 'Keperkasaan' JIEXPO dan JCC)

&quot;Konsumen belum banyak tahu gypsum juga sebenarnya bisa digunakan di ruangan, selain untuk plafon, jadi masih berpikir apa bisa untuk dinding,&quot; ujar Krisma, di IndoBuildTech Expo 2016, Rabu (25/5/2016).

Dia menuturkan, padahal saat ini gypsum juga telah dibuat dengan teknologi yang memadai seperti kedap suara, tahan api, hingga anti mikrobial dan anti bentur. (Baca juga: Perbesar Market, Produsen Gypsum Ini Luncurkan Layanan Mobile)

&quot;Jadi sebagian besar rata-rata belum tahu, mindset yang masih berpikir bahwa gypsum tidak bisa untuk dinding harus diubah,&quot; ucapnya.

Padahal, kata Krisma, penggunaan gypsum telah berkembang lebih dulu di negara-negara maju, dengan rasio penggunaan per kapitanya mencapai 10 persen.

&quot;Kalau kita masih di bawah dua persen, masih sangat kecil, padahal pakai gypsum untuk dinding itu sangat efisien dan safety,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
