<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>131 SPBU Ditargetkan Jual Dexlite</title><description>Bahan bakar minyak (BBM) jenis baru dexlite mulai dipasarkan di wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan DIY.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/05/27/320/1399148/131-spbu-ditargetkan-jual-dexlite</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/05/27/320/1399148/131-spbu-ditargetkan-jual-dexlite"/><item><title>131 SPBU Ditargetkan Jual Dexlite</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/05/27/320/1399148/131-spbu-ditargetkan-jual-dexlite</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/05/27/320/1399148/131-spbu-ditargetkan-jual-dexlite</guid><pubDate>Jum'at 27 Mei 2016 11:39 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/05/27/320/1399148/131-spbu-ditargetkan-jual-dexlite-MPy8lyrnDp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/05/27/320/1399148/131-spbu-ditargetkan-jual-dexlite-MPy8lyrnDp.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>

SEMARANG - Bahan bakar minyak (BBM) jenis baru dexlite mulai dipasarkan di wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan DIY. BBM yang memiliki kualitas di atas solar bersubsidi dan lebih ramah lingkungan ini dijual dengan harga Rp6.650 per liter.

General Manager PT Pertamina MOR IV Kusnendar mengatakan, pihaknya menargetkan setidaknya 131 SPBU di wilayah Jateng dan DIY sudah bisa menjual dexlite sampai akhir 2016.

&amp;ldquo;Untuk hari ini baru lima SPBU, yaitu di Semarang, Brebes, Kedu, Banyumas, dan Cilacap, bulan depan akan ada 15 lagi dan akan terus bertambah, khususnya untuk wilayah-wilayah yang potensial seperti pantura,&amp;rdquo; katanya di sela-sela penjualan perdana dexlite di SPBU 4450210 Ketileng Semarang kemarin.

Pihaknya belum menargetkan berapa besar penjualan untuk produk baru tersebut. Hal itu karena saat ini pihaknya masih fokus memperbanyak jumlah SPBU yang menjual dexlite. SPBU yang bisa menjual dexlite adalah SPBU yang memiliki fasilitas memadai. &amp;ldquo;Sekarang ini fokus memperbanyak SPBU yang menjual dulu.

Kalau untuk konsumsi kan tergantung pasar, hari bisa 1 KL besok bisa lebih,&amp;rdquo; ucap Kusnendar. Segmentasi dexlite yakni kendaraan-kendaraan bermesin diesel. Harapannya kendaraan- kendaraan kelas menengah yang selama ini mengonsumsi solar bersubsidi bisa beralih ke dexlite.

&amp;ldquo;Dexlite seperti halnya pertalite merupakan salah satu alternatif untuk kendaraan, namun khusus yang bermesin diesel. Kualitas dexlite sendiri di atas solar namun masih di bawah pertamina dex,&amp;rdquo; ungkapnya.

Dexlite memiliki kandung catene number (CN) sebesar 51, sedangkan solar 48 dan untuk pertamina dex mengandung CN 53. Dexlite juga mengandung sulfur maksimal 1.200 ppm (part per million ) sehingga ramah lingkungan.

&amp;ldquo;Selisih harga dengan solar bersubsidi tidak terpaut banyak, sehingga harapannya pengguna solar bisa beralih,&amp;rdquo; ujar Kusnendar. Ketua Hiswana Migas Kota Semarang Muhammad Yanuar menyatakan, saat ini masyarakat sudah lebih bijak memilih BBM.

Kesadaran masyarakat untuk memilih BBM nonsubsidi sudah semakin tinggi. &amp;ldquo;Sejak adanya pertalite, konsumsi BBM nonsubsidi meningkat. Dan harapannya dengan adanya dexlite, pengguna kendaraan yang sebelumnya menggunakan solar subsidi bisa beralih,&amp;rdquo; katanya.

Dengan adanya produk baru tersebut, pengusaha SPBU yang hendak menjual dexlite harus menambah investasinya, karena harus menambah tangki penampungan dan dispenser.

&amp;ldquo;Investasinya paling tidak Rp500 jutaan,&amp;rdquo; papar Yanuar.</description><content:encoded>

SEMARANG - Bahan bakar minyak (BBM) jenis baru dexlite mulai dipasarkan di wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan DIY. BBM yang memiliki kualitas di atas solar bersubsidi dan lebih ramah lingkungan ini dijual dengan harga Rp6.650 per liter.

General Manager PT Pertamina MOR IV Kusnendar mengatakan, pihaknya menargetkan setidaknya 131 SPBU di wilayah Jateng dan DIY sudah bisa menjual dexlite sampai akhir 2016.

&amp;ldquo;Untuk hari ini baru lima SPBU, yaitu di Semarang, Brebes, Kedu, Banyumas, dan Cilacap, bulan depan akan ada 15 lagi dan akan terus bertambah, khususnya untuk wilayah-wilayah yang potensial seperti pantura,&amp;rdquo; katanya di sela-sela penjualan perdana dexlite di SPBU 4450210 Ketileng Semarang kemarin.

Pihaknya belum menargetkan berapa besar penjualan untuk produk baru tersebut. Hal itu karena saat ini pihaknya masih fokus memperbanyak jumlah SPBU yang menjual dexlite. SPBU yang bisa menjual dexlite adalah SPBU yang memiliki fasilitas memadai. &amp;ldquo;Sekarang ini fokus memperbanyak SPBU yang menjual dulu.

Kalau untuk konsumsi kan tergantung pasar, hari bisa 1 KL besok bisa lebih,&amp;rdquo; ucap Kusnendar. Segmentasi dexlite yakni kendaraan-kendaraan bermesin diesel. Harapannya kendaraan- kendaraan kelas menengah yang selama ini mengonsumsi solar bersubsidi bisa beralih ke dexlite.

&amp;ldquo;Dexlite seperti halnya pertalite merupakan salah satu alternatif untuk kendaraan, namun khusus yang bermesin diesel. Kualitas dexlite sendiri di atas solar namun masih di bawah pertamina dex,&amp;rdquo; ungkapnya.

Dexlite memiliki kandung catene number (CN) sebesar 51, sedangkan solar 48 dan untuk pertamina dex mengandung CN 53. Dexlite juga mengandung sulfur maksimal 1.200 ppm (part per million ) sehingga ramah lingkungan.

&amp;ldquo;Selisih harga dengan solar bersubsidi tidak terpaut banyak, sehingga harapannya pengguna solar bisa beralih,&amp;rdquo; ujar Kusnendar. Ketua Hiswana Migas Kota Semarang Muhammad Yanuar menyatakan, saat ini masyarakat sudah lebih bijak memilih BBM.

Kesadaran masyarakat untuk memilih BBM nonsubsidi sudah semakin tinggi. &amp;ldquo;Sejak adanya pertalite, konsumsi BBM nonsubsidi meningkat. Dan harapannya dengan adanya dexlite, pengguna kendaraan yang sebelumnya menggunakan solar subsidi bisa beralih,&amp;rdquo; katanya.

Dengan adanya produk baru tersebut, pengusaha SPBU yang hendak menjual dexlite harus menambah investasinya, karena harus menambah tangki penampungan dan dispenser.

&amp;ldquo;Investasinya paling tidak Rp500 jutaan,&amp;rdquo; papar Yanuar.</content:encoded></item></channel></rss>
