<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Founder Kaskus Ingin E-commerce Naik Kelas   </title><description>Sistem dan pemikiran seperti itu yang membuat e-commerce di Indonesia hanya sebuah nama, dan tidak dianggap apa-apa.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/05/28/320/1400285/founder-kaskus-ingin-e-commerce-naik-kelas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/05/28/320/1400285/founder-kaskus-ingin-e-commerce-naik-kelas"/><item><title>Founder Kaskus Ingin E-commerce Naik Kelas   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/05/28/320/1400285/founder-kaskus-ingin-e-commerce-naik-kelas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/05/28/320/1400285/founder-kaskus-ingin-e-commerce-naik-kelas</guid><pubDate>Sabtu 28 Mei 2016 20:59 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/05/28/320/1400285/founder-kaskus-ingin-e-commerce-naik-kelas-9yzpAKUowV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi belanja online. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/05/28/320/1400285/founder-kaskus-ingin-e-commerce-naik-kelas-9yzpAKUowV.jpg</image><title>Ilustrasi belanja online. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Jual beli menggunakan media online atau ayng dikenal dengan era perdagangan digital (e-commerce) semakin meningkat. Marketplace e-commerce dijadikan suatu alat jual beli, di mana mereka bisa jual ataupun beli dengan sistem cepat dengan harga murah.

Founder Kaskus Andrew Darwis mengatakan, sistem dan pemikiran seperti itu yang membuat e-commerce di Indonesia hanya sebuah nama, dan tidak dianggap apa-apa.

&quot;Ke depan ya, saya ingin e-commerce indonesia itu buka e-commerce yang bukan dibilangnya deal commerce,&quot; tegas Andrew kepada Okezone, Minggu (28/5/2016).

Menurutnya, marketplace e-commerce sekarang growthnya memang sedang tinggi. Tapi,  tidak ada satupun yang mendominasi,  seperti Tokopedia, Bukalapak, OLX, Lazada, Bli-Bli, dan lainya.

Dirinya mencontohkan, di Amerika ada e-commerce bernama Amazon. Meski harga mahal, tidak membuat masyarakat tidak membeli barang-barang di Amazon. Beli online, bagi mereka ya di Amazon.

&quot;Kenapa? Karena mereka cari paling murah, jadi belum ada dari salah satu pemain player yang bener-bener mendominasi, karena mereka nyari yang paling murah ya gue beli di sana,&quot; jelas dia.

&quot;Jadi dia melihat mana paling murah baru diambil. Bukan, kaya di Amerika ada Amazon, meskipun mereka mahal tapi kan kalau beli online Amazon,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Jual beli menggunakan media online atau ayng dikenal dengan era perdagangan digital (e-commerce) semakin meningkat. Marketplace e-commerce dijadikan suatu alat jual beli, di mana mereka bisa jual ataupun beli dengan sistem cepat dengan harga murah.

Founder Kaskus Andrew Darwis mengatakan, sistem dan pemikiran seperti itu yang membuat e-commerce di Indonesia hanya sebuah nama, dan tidak dianggap apa-apa.

&quot;Ke depan ya, saya ingin e-commerce indonesia itu buka e-commerce yang bukan dibilangnya deal commerce,&quot; tegas Andrew kepada Okezone, Minggu (28/5/2016).

Menurutnya, marketplace e-commerce sekarang growthnya memang sedang tinggi. Tapi,  tidak ada satupun yang mendominasi,  seperti Tokopedia, Bukalapak, OLX, Lazada, Bli-Bli, dan lainya.

Dirinya mencontohkan, di Amerika ada e-commerce bernama Amazon. Meski harga mahal, tidak membuat masyarakat tidak membeli barang-barang di Amazon. Beli online, bagi mereka ya di Amazon.

&quot;Kenapa? Karena mereka cari paling murah, jadi belum ada dari salah satu pemain player yang bener-bener mendominasi, karena mereka nyari yang paling murah ya gue beli di sana,&quot; jelas dia.

&quot;Jadi dia melihat mana paling murah baru diambil. Bukan, kaya di Amerika ada Amazon, meskipun mereka mahal tapi kan kalau beli online Amazon,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
