<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TERPOPULER : Afrika Selatan Garap Resor Senilai Rp12,2 Triliun</title><description>Perusahaan arsitektur Swisatec baru saja mengumumkan rencana untuk membangun sebuah desa mandiri bernama Green Village, di Cape Town, Afrika Selatan. Proyek tersebut diperkirakan bakal menelan biaya hingga USD900 juta atau setara dengan Rp12,2 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/05/29/470/1400193/terpopuler-afrika-selatan-garap-resor-senilai-rp12-2-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/05/29/470/1400193/terpopuler-afrika-selatan-garap-resor-senilai-rp12-2-triliun"/><item><title>TERPOPULER : Afrika Selatan Garap Resor Senilai Rp12,2 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/05/29/470/1400193/terpopuler-afrika-selatan-garap-resor-senilai-rp12-2-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/05/29/470/1400193/terpopuler-afrika-selatan-garap-resor-senilai-rp12-2-triliun</guid><pubDate>Minggu 29 Mei 2016 08:35 WIB</pubDate><dc:creator>Fhirlian Rizqi Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/05/28/470/1400193/terpopuler-afrika-selatan-garap-resor-senilai-rp12-2-triliun-EP6GpE4mcg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Inhabitat</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/05/28/470/1400193/terpopuler-afrika-selatan-garap-resor-senilai-rp12-2-triliun-EP6GpE4mcg.jpg</image><title>Foto: Inhabitat</title></images><description>CAPE TOWN - Perusahaan arsitektur Swisatec baru saja mengumumkan rencana untuk membangun sebuah desa mandiri bernama Green Village, di Cape Town, Afrika Selatan. Proyek tersebut diperkirakan bakal menelan biaya hingga USD900 juta atau setara dengan Rp12,2 triliun.
&amp;nbsp;
Seperti dilansir dari Inhabitat, Sabtu (28/5/2016), desa tersebut nantinya akan terbebas dari mobil serta didukung dengan sumber energi tenaga surya. Proyek pun dijadwalkan akan dimulai pada September 2016.
&amp;nbsp;
Luas lahan yang digunakan untuk mengembangkan area resort tersebut sekria 40 hektare dan direncanakan bakal diisi oleh 1.000 unit apartemen dengan fasilitas pendukungnya seperti kantor, sekolah, serta pusat bisnis.
&amp;nbsp;
Pengembangan desa itu tidak benar-benar dari awal, namun merupakan sebuah proyek revitalisasi atau upgrade dari Blue Rock Resort, yang terletak di samping Danau Cape Town, sebuah tempat ikonik bekas tempat penambangan.
&amp;nbsp;
Pembangunan ini juga akan meliputi parkir bawah tanah atau basement bagi penduduk untuk menempatkan mobil-mobil penduduk.

Apartemen yang disediakan di area resort tersebut berkisar satu sampai empat kamar tidur yang bakal dibangun dari bahan-bahan ramah lingkungan, tidak beracun, serta semua peralatan akan menggunakan peralatan hemat energi, termasuk sistem yang akan digunakan untuk pengolahan air.</description><content:encoded>CAPE TOWN - Perusahaan arsitektur Swisatec baru saja mengumumkan rencana untuk membangun sebuah desa mandiri bernama Green Village, di Cape Town, Afrika Selatan. Proyek tersebut diperkirakan bakal menelan biaya hingga USD900 juta atau setara dengan Rp12,2 triliun.
&amp;nbsp;
Seperti dilansir dari Inhabitat, Sabtu (28/5/2016), desa tersebut nantinya akan terbebas dari mobil serta didukung dengan sumber energi tenaga surya. Proyek pun dijadwalkan akan dimulai pada September 2016.
&amp;nbsp;
Luas lahan yang digunakan untuk mengembangkan area resort tersebut sekria 40 hektare dan direncanakan bakal diisi oleh 1.000 unit apartemen dengan fasilitas pendukungnya seperti kantor, sekolah, serta pusat bisnis.
&amp;nbsp;
Pengembangan desa itu tidak benar-benar dari awal, namun merupakan sebuah proyek revitalisasi atau upgrade dari Blue Rock Resort, yang terletak di samping Danau Cape Town, sebuah tempat ikonik bekas tempat penambangan.
&amp;nbsp;
Pembangunan ini juga akan meliputi parkir bawah tanah atau basement bagi penduduk untuk menempatkan mobil-mobil penduduk.

Apartemen yang disediakan di area resort tersebut berkisar satu sampai empat kamar tidur yang bakal dibangun dari bahan-bahan ramah lingkungan, tidak beracun, serta semua peralatan akan menggunakan peralatan hemat energi, termasuk sistem yang akan digunakan untuk pengolahan air.</content:encoded></item></channel></rss>
