<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Rizal Ramli: PLN Hati-Hati dengan China   </title><description>Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli menyarankan PT PLN (persero) lebih teliti lagi dalam melakukan tender.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/05/31/320/1402265/rizal-ramli-pln-hati-hati-dengan-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/05/31/320/1402265/rizal-ramli-pln-hati-hati-dengan-china"/><item><title>   Rizal Ramli: PLN Hati-Hati dengan China   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/05/31/320/1402265/rizal-ramli-pln-hati-hati-dengan-china</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/05/31/320/1402265/rizal-ramli-pln-hati-hati-dengan-china</guid><pubDate>Selasa 31 Mei 2016 13:23 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/05/31/320/1402265/rizal-ramli-pln-hati-hati-dengan-china-ia5VWG3PRl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Bidang Maritim Rizal Ramli. (Foto: Okezone/Heru)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/05/31/320/1402265/rizal-ramli-pln-hati-hati-dengan-china-ia5VWG3PRl.jpg</image><title>Menko Bidang Maritim Rizal Ramli. (Foto: Okezone/Heru)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli menyarankan PT PLN (persero) lebih teliti lagi dalam melakukan tender. Rizal mengingatkan PLN untuk berhati-hati dengan produk asal China.
&quot;Kaitannya dengan China kita harus ekstra hati-hati,&quot; kata Rizal di Gedung BPK, Selasa (31/5/2016).
Pelajaran mengenai China, lanjut Rizal, bisa diambil dari pemerintahan lalu. Dia menjabarkan, pembangkit listrik pada pemerintahan sebelumnya lebih banyak menggunakan teknologi China.
Sayangnya, kualitas teknologi China tidak terlalu baik. Pembangkit yang seharusnya berkapasitas 100 persen, hanya menghasilkan 70 persen.
&quot;Sehingga biaya maintainance naik, ini bisa terjadi kalau kita beli barang di China kita sih teken mau yang kw (kualitas) 1 tapi mereka deliver hanya kw 2, kw 3 dan orang kita enggak teliti spec-nya. Sehingga kapasitas harusnya 100 persen namun hanya 70-80 persen,&quot; paparnya. (Baca Juga: PLN Sewakan Pembangkit ke China Agar Bisa Jual Listrik di Indonesia)
Untuk itu, dia ini menyarankan melakukan Quality Control (QC) dan jangan bekerja sama dengan perusahaan China.
&quot;Saya sarankan kepada PLN supaya Q and C jangan ke perusahaan China tapi kita sewa saja perusahaan Jerman atau Swiss, yang negosiasinya ketat clay kontrak kw 1 ya mereka pastikan yang dideliver kw 1,&quot; tambahnya.
Menurutnya, PLN tidak harus kembali menjalin kontrak dengan perusahaan asal-asalan yang bisa membuat rugi. &quot;Akhirnya PLN yang rugi. Jadi lebih baik untuk QC coba kita hire orang orang Jerman atau Austria yang mereka pastikan kualitasnya,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli menyarankan PT PLN (persero) lebih teliti lagi dalam melakukan tender. Rizal mengingatkan PLN untuk berhati-hati dengan produk asal China.
&quot;Kaitannya dengan China kita harus ekstra hati-hati,&quot; kata Rizal di Gedung BPK, Selasa (31/5/2016).
Pelajaran mengenai China, lanjut Rizal, bisa diambil dari pemerintahan lalu. Dia menjabarkan, pembangkit listrik pada pemerintahan sebelumnya lebih banyak menggunakan teknologi China.
Sayangnya, kualitas teknologi China tidak terlalu baik. Pembangkit yang seharusnya berkapasitas 100 persen, hanya menghasilkan 70 persen.
&quot;Sehingga biaya maintainance naik, ini bisa terjadi kalau kita beli barang di China kita sih teken mau yang kw (kualitas) 1 tapi mereka deliver hanya kw 2, kw 3 dan orang kita enggak teliti spec-nya. Sehingga kapasitas harusnya 100 persen namun hanya 70-80 persen,&quot; paparnya. (Baca Juga: PLN Sewakan Pembangkit ke China Agar Bisa Jual Listrik di Indonesia)
Untuk itu, dia ini menyarankan melakukan Quality Control (QC) dan jangan bekerja sama dengan perusahaan China.
&quot;Saya sarankan kepada PLN supaya Q and C jangan ke perusahaan China tapi kita sewa saja perusahaan Jerman atau Swiss, yang negosiasinya ketat clay kontrak kw 1 ya mereka pastikan yang dideliver kw 1,&quot; tambahnya.
Menurutnya, PLN tidak harus kembali menjalin kontrak dengan perusahaan asal-asalan yang bisa membuat rugi. &quot;Akhirnya PLN yang rugi. Jadi lebih baik untuk QC coba kita hire orang orang Jerman atau Austria yang mereka pastikan kualitasnya,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
