<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menkeu Tak Mau Pariwisata RI Kalah dengan Singapura dan Malaysia</title><description>Menurut Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro, Indonesia seharusnya  dapat menyaingi Singapura dan Malaysia dalam hal pariwisata</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/06/01/320/1403134/menkeu-tak-mau-pariwisata-ri-kalah-dengan-singapura-dan-malaysia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/06/01/320/1403134/menkeu-tak-mau-pariwisata-ri-kalah-dengan-singapura-dan-malaysia"/><item><title>Menkeu Tak Mau Pariwisata RI Kalah dengan Singapura dan Malaysia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/06/01/320/1403134/menkeu-tak-mau-pariwisata-ri-kalah-dengan-singapura-dan-malaysia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/06/01/320/1403134/menkeu-tak-mau-pariwisata-ri-kalah-dengan-singapura-dan-malaysia</guid><pubDate>Rabu 01 Juni 2016 10:43 WIB</pubDate><dc:creator>Dedy Afrianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/06/01/320/1403134/menkeu-tak-mau-pariwisata-ri-kalah-dengan-singapura-dan-malaysia-Se6VA1qqGu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro (Foto: Dedy/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/06/01/320/1403134/menkeu-tak-mau-pariwisata-ri-kalah-dengan-singapura-dan-malaysia-Se6VA1qqGu.jpg</image><title>Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro (Foto: Dedy/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pariwisata saat ini telah dibidik oleh pemerintah sebagai sumber perkembangan ekonomi pada berbagai daerah. Perkembangan infrastruktur pada sektor pariwisata pun tengah gencar dilakukan agar target 20 juta wisatawan pada tahun 2019 seperti yang ditargetkan Presiden Joko Widodo dapat tercapai.
Menurut Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro, Indonesia seharusnya dapat menyaingi Singapura dan Malaysia dalam hal pariwisata. Pasalnya, Indonesia memiliki segenap peluang sumber daya alam yang dimiliki untuk dapat dijual kepada wisatawan.
&quot;Kita jangan sampai kalah dengan Singapura dan Malaysia. Kita punya potensi untuk itu,&quot; kata Bambang dalam acara Dhawafest di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (1/6/2016).
[Baca juga: Alasan Industri Pariwisata RI Masih Tertinggal dari Malaysia]
Menurut Bambang, jumlah turis saat ini sebenarnya tidaklah terlalu penting. Hal utama yang harus diperhatikan oleh pemerintah adalah bagaimana para turis yang datang ke Indonesia membelanjakan uangnya di Indonesia.
&quot;Yang kita inginkan adalah tak hanya banyaknya orang asing di Indonesia, yang paling penting adalah berapa besar uang yang berada di Indonesia. Berapa uang yang mereka belanjakan di Indonesia,&quot; imbuh Bambang.
Untuk itu, perlu pengembangan UKM agar nilai jual pariwisata pada berbagai daerah dapat meningkat. Dengan begitu, masyarakat pun juga dapat diuntungkan dengan kunjungan turis asing pada berbagai daerah.
&quot;Perlu juga peran CSR, bagaimana  yang tadinya produk yang sederhana bisa unggul,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pariwisata saat ini telah dibidik oleh pemerintah sebagai sumber perkembangan ekonomi pada berbagai daerah. Perkembangan infrastruktur pada sektor pariwisata pun tengah gencar dilakukan agar target 20 juta wisatawan pada tahun 2019 seperti yang ditargetkan Presiden Joko Widodo dapat tercapai.
Menurut Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro, Indonesia seharusnya dapat menyaingi Singapura dan Malaysia dalam hal pariwisata. Pasalnya, Indonesia memiliki segenap peluang sumber daya alam yang dimiliki untuk dapat dijual kepada wisatawan.
&quot;Kita jangan sampai kalah dengan Singapura dan Malaysia. Kita punya potensi untuk itu,&quot; kata Bambang dalam acara Dhawafest di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (1/6/2016).
[Baca juga: Alasan Industri Pariwisata RI Masih Tertinggal dari Malaysia]
Menurut Bambang, jumlah turis saat ini sebenarnya tidaklah terlalu penting. Hal utama yang harus diperhatikan oleh pemerintah adalah bagaimana para turis yang datang ke Indonesia membelanjakan uangnya di Indonesia.
&quot;Yang kita inginkan adalah tak hanya banyaknya orang asing di Indonesia, yang paling penting adalah berapa besar uang yang berada di Indonesia. Berapa uang yang mereka belanjakan di Indonesia,&quot; imbuh Bambang.
Untuk itu, perlu pengembangan UKM agar nilai jual pariwisata pada berbagai daerah dapat meningkat. Dengan begitu, masyarakat pun juga dapat diuntungkan dengan kunjungan turis asing pada berbagai daerah.
&quot;Perlu juga peran CSR, bagaimana  yang tadinya produk yang sederhana bisa unggul,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
