<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Era MEA, Sertifikasi ASEAN Tak Dilirik Arsitek Indonesia</title><description>Sekarang arsitek Indonesia untuk registrasi sertifikasi ASEAN minat sih  minat tapi memang yang bisa dan punya peluang untuk itu kecil</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/06/02/470/1404445/era-mea-sertifikasi-asean-tak-dilirik-arsitek-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/06/02/470/1404445/era-mea-sertifikasi-asean-tak-dilirik-arsitek-indonesia"/><item><title>Era MEA, Sertifikasi ASEAN Tak Dilirik Arsitek Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/06/02/470/1404445/era-mea-sertifikasi-asean-tak-dilirik-arsitek-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/06/02/470/1404445/era-mea-sertifikasi-asean-tak-dilirik-arsitek-indonesia</guid><pubDate>Kamis 02 Juni 2016 14:18 WIB</pubDate><dc:creator>Fhirlian Rizqi Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/06/02/470/1404445/era-mea-sertifikasi-asean-tak-dilirik-arsitek-indonesia-XfYBlW5bJb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/06/02/470/1404445/era-mea-sertifikasi-asean-tak-dilirik-arsitek-indonesia-XfYBlW5bJb.jpg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Meski tidak terhindarkan dari gempuran Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), justru ternyata diperkirakan tidak seluruh arsitek di Indonesia bersertifikasi Asia Tenggara.

&quot;Sekarang arsitek Indonesia untuk registrasi sertifikasi ASEAN minat sih minat tapi memang yang bisa dan punya peluang untuk itu kecil, enggak sampai separuhnya,&quot; kata Principal Architect HMP Architect, Heru M Prasetyo, di Jakarta, Kamis (2/6/2016).

Dia menerangkan, sertifikasi dari ASEAN Architect tersebut, yang di mana Indonesia sudah tergabung menjadi anggota, dapat digunakan untuk berkarir nantinya di luar negeri terutama negara ASEAN. (Baca juga: 15.000 Arsitek hingga Desainer Interior Pamer Kemampuan di Malaysia)

&quot;Indonesia sudah jadi member dari ASEAN Architect, untuk arsiteknya kalau mau dapat sertifikasi ASEAN syaratnya harus dapat juga sertifikasi di Indonesia sendiri melalui IAI (Ikatan Arsitek Indonesia), baru ke ASEAN,&quot; papar Heru.

Heru menambahkan, melihat perkembangan arsitek ditambah dengan bergulirnya era MEA, hal itu menuntut para arsitek untuk selalu siap menghadapi persaingan dengan negara lain.

&quot;Saya sering melihat perkembangan arsitek luar, ya mau enggak mau harus siap karena kita masih paling besar marketnya, kalau sudah menemui syarat dari IAI pasti dukung,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Meski tidak terhindarkan dari gempuran Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), justru ternyata diperkirakan tidak seluruh arsitek di Indonesia bersertifikasi Asia Tenggara.

&quot;Sekarang arsitek Indonesia untuk registrasi sertifikasi ASEAN minat sih minat tapi memang yang bisa dan punya peluang untuk itu kecil, enggak sampai separuhnya,&quot; kata Principal Architect HMP Architect, Heru M Prasetyo, di Jakarta, Kamis (2/6/2016).

Dia menerangkan, sertifikasi dari ASEAN Architect tersebut, yang di mana Indonesia sudah tergabung menjadi anggota, dapat digunakan untuk berkarir nantinya di luar negeri terutama negara ASEAN. (Baca juga: 15.000 Arsitek hingga Desainer Interior Pamer Kemampuan di Malaysia)

&quot;Indonesia sudah jadi member dari ASEAN Architect, untuk arsiteknya kalau mau dapat sertifikasi ASEAN syaratnya harus dapat juga sertifikasi di Indonesia sendiri melalui IAI (Ikatan Arsitek Indonesia), baru ke ASEAN,&quot; papar Heru.

Heru menambahkan, melihat perkembangan arsitek ditambah dengan bergulirnya era MEA, hal itu menuntut para arsitek untuk selalu siap menghadapi persaingan dengan negara lain.

&quot;Saya sering melihat perkembangan arsitek luar, ya mau enggak mau harus siap karena kita masih paling besar marketnya, kalau sudah menemui syarat dari IAI pasti dukung,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
