<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lebih Efisien, Brantas Abipraya Bangun Pabrik Beton di Subang</title><description>Perusahaan konstruksi pelat merah PT  Brantas Abipraya (Persero) meresmikan Pabrik Beton di Desa Cibenying, Kelurahan Ciependeuy</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/06/03/320/1405942/lebih-efisien-brantas-abipraya-bangun-pabrik-beton-di-subang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/06/03/320/1405942/lebih-efisien-brantas-abipraya-bangun-pabrik-beton-di-subang"/><item><title>Lebih Efisien, Brantas Abipraya Bangun Pabrik Beton di Subang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/06/03/320/1405942/lebih-efisien-brantas-abipraya-bangun-pabrik-beton-di-subang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/06/03/320/1405942/lebih-efisien-brantas-abipraya-bangun-pabrik-beton-di-subang</guid><pubDate>Jum'at 03 Juni 2016 20:33 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/06/03/320/1405942/lebih-efisien-brantas-abipraya-bangun-pabrik-beton-di-subang-8I6kuqCTL8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/06/03/320/1405942/lebih-efisien-brantas-abipraya-bangun-pabrik-beton-di-subang-8I6kuqCTL8.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Perusahaan konstruksi pelat merah PT  Brantas Abipraya (Persero) meresmikan Pabrik Beton di Desa Cibenying, Kelurahan Ciependeuy, Subang Jawa Barat. Acara ini dihadiri oleh Direktur Utama Abipraya Bambang Esti Marsono dan Komisaris Utama Abipraya Haryadi hingga jajaran direksi dan komisaris perseroan.
&amp;ldquo;Kita telah meresmikan Pabrik Beton di Subang. Semoga dengan berdirinya pabrik ini bisa memberikan manfaat bagi PT Abipraya, seluruh karyawan, dan tentunya kepada masyarakat,&amp;rdquo; kata Bambang seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (3/6/2016).
Menurutnya, pendirian pabrik di Subang dinilai sudah tepat karena ada beberapa faktor yang menguntungkan jika pabrik tersebut didirikan di kawasan tersebut.
&amp;ldquo;Pendirian Pabrik Beton di Subang sudah tepat karena kalau kita bikin di Jakarta harga tanahnya mahal sekali. Selain itu banyak bahan-bahan material kita seperti pasir, semen, dan lainnya masuknya dari arah timur. Jadi, lebih efisien,&amp;rdquo; tambahnya.
Bambang menjelaskan, dalam lima tahun terakhir PT Abipraya telah mengumpulkan profit di atas 52 persen.
&amp;ldquo;Untuk mempertahankan itu, Abipraya siap membuat inovasi-inovasi dan terobosan terbaru,&amp;rdquo; ujarnya.
Ke depannya, Abipraya akan mengembangkan bisnis bidang konstruksi bukan hanya spesialis dalam membuat bendungan, tapi juga mahir dalam mebuat bangunan lain.
&amp;ldquo;Dulu memang sekitar tahun 80an Abipraya hanya menangani proyek perairan tapi sekarang kita sudah bisa mebuat gedung, jembatan, dan bahkan anak perusahaan kita sudah bisa membangun pembangkit listrik,&amp;rdquo; pungkasnya.
Sebagai informasi, pembangunan pabrik beton ini terdiri dari dua tahap. Tahap pertama terdiri dari pengadaan lahan, pembuatan pagar, infrastruktur jalan, bangunan gedung shelter termasuk overhead crane dan gantry crane. Dalam tahap pertama ini juga dibangun perkantoran pabrik, batching plant, stressing bed untuk shet pile termasuk formwork.
Tahap kedua membangun shelter spun pile termasuk mesin dan peralatannya serta mess pekerja dan musholla. Dari data Kesekretariatan Abipraya, dalam membangun pabrik beton ini menghabiskan dana sekitar Rp84,6 miliar dan Rp96,4 miliar pada tahap kedua.
</description><content:encoded>JAKARTA - Perusahaan konstruksi pelat merah PT  Brantas Abipraya (Persero) meresmikan Pabrik Beton di Desa Cibenying, Kelurahan Ciependeuy, Subang Jawa Barat. Acara ini dihadiri oleh Direktur Utama Abipraya Bambang Esti Marsono dan Komisaris Utama Abipraya Haryadi hingga jajaran direksi dan komisaris perseroan.
&amp;ldquo;Kita telah meresmikan Pabrik Beton di Subang. Semoga dengan berdirinya pabrik ini bisa memberikan manfaat bagi PT Abipraya, seluruh karyawan, dan tentunya kepada masyarakat,&amp;rdquo; kata Bambang seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (3/6/2016).
Menurutnya, pendirian pabrik di Subang dinilai sudah tepat karena ada beberapa faktor yang menguntungkan jika pabrik tersebut didirikan di kawasan tersebut.
&amp;ldquo;Pendirian Pabrik Beton di Subang sudah tepat karena kalau kita bikin di Jakarta harga tanahnya mahal sekali. Selain itu banyak bahan-bahan material kita seperti pasir, semen, dan lainnya masuknya dari arah timur. Jadi, lebih efisien,&amp;rdquo; tambahnya.
Bambang menjelaskan, dalam lima tahun terakhir PT Abipraya telah mengumpulkan profit di atas 52 persen.
&amp;ldquo;Untuk mempertahankan itu, Abipraya siap membuat inovasi-inovasi dan terobosan terbaru,&amp;rdquo; ujarnya.
Ke depannya, Abipraya akan mengembangkan bisnis bidang konstruksi bukan hanya spesialis dalam membuat bendungan, tapi juga mahir dalam mebuat bangunan lain.
&amp;ldquo;Dulu memang sekitar tahun 80an Abipraya hanya menangani proyek perairan tapi sekarang kita sudah bisa mebuat gedung, jembatan, dan bahkan anak perusahaan kita sudah bisa membangun pembangkit listrik,&amp;rdquo; pungkasnya.
Sebagai informasi, pembangunan pabrik beton ini terdiri dari dua tahap. Tahap pertama terdiri dari pengadaan lahan, pembuatan pagar, infrastruktur jalan, bangunan gedung shelter termasuk overhead crane dan gantry crane. Dalam tahap pertama ini juga dibangun perkantoran pabrik, batching plant, stressing bed untuk shet pile termasuk formwork.
Tahap kedua membangun shelter spun pile termasuk mesin dan peralatannya serta mess pekerja dan musholla. Dari data Kesekretariatan Abipraya, dalam membangun pabrik beton ini menghabiskan dana sekitar Rp84,6 miliar dan Rp96,4 miliar pada tahap kedua.
</content:encoded></item></channel></rss>
