<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengembang Pertanyakan Pasar DIRE di Indonesia</title><description>DIRE itu yang ditunggu bukan hanya aturan yang bisa jalan  efektif, tapi sebenarnya market itu bisa  nyerap enggak.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/06/06/470/1407573/pengembang-pertanyakan-pasar-dire-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/06/06/470/1407573/pengembang-pertanyakan-pasar-dire-di-indonesia"/><item><title>Pengembang Pertanyakan Pasar DIRE di Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/06/06/470/1407573/pengembang-pertanyakan-pasar-dire-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/06/06/470/1407573/pengembang-pertanyakan-pasar-dire-di-indonesia</guid><pubDate>Senin 06 Juni 2016 15:13 WIB</pubDate><dc:creator>Fhirlian Rizqi Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/06/06/470/1407573/pengembang-pertanyakan-pasar-dire-di-indonesia-Z9VXlEz98a.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Businesstoday</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/06/06/470/1407573/pengembang-pertanyakan-pasar-dire-di-indonesia-Z9VXlEz98a.jpg</image><title>Ilustrasi: Businesstoday</title></images><description>JAKARTA - Dana Investasi Real Estat (DIRE) di Indonesia memang belum berkembang pesat seperti di negara Asia Tenggara lainnya, sebut saja Singapura.

Kendati para pengembang mengaku tertarik dengan penerbitan DIRE, namun mereka pun mempertanyakan kesiapan pasar untuk menyerap produk tersebut. (Baca juga: REI: Potensi DIRE Ratusan Triliun)

&quot;DIRE itu yang kita tunggu juga, tapi bukan hanya aturan yang bisa jalan efektif, tapi yang kita tunggu juga adalah sebenarnya market itu bisa nyerap enggak? ada yang mau beli itu enggak?,&quot; ujar Corporate Secretary PT Intiland Development Tbk, Theresia Rustandi saat berbincang dengan Okezone baru-baru ini.

Dia pun menuturkan, penerbitan DIRE menjadi yang ditunggu oleh pengembang, apalagi bagi yang memiliki reccuring income atau aset properti yang punya pendapatan berulang tinggi dan banyak.

&quot;Apalagi yang punya properti investasi banyak kita siap-siap saja, karena itu bisa jadi opsi pendanaan, soalnya DIRE jadi salah satu yang kita pikirin dari sisi efisiensinya, karena pasarnya mau beli enggak?,&quot; imbuh dia.

Theresia menambahkan, untuk bisa mengoptimalkan DIRE tersebut dia mengimbau perlu adanya kolaborasi dari semua pihak, mulai dari pemerintah, pengembang, dan stacke holder lainnya. (Baca juga: Regulasi Belum Jelas Hambat Pengembang Terbitkan DIRE)

&quot;Karena enggak cuma jual beli, tapi ini jangka panjang yang asetnya ada, jadi mesti dijagain sama-sama, kalau PPh sama BPHTB itu penting tapi untuk sisi pembeli,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Dana Investasi Real Estat (DIRE) di Indonesia memang belum berkembang pesat seperti di negara Asia Tenggara lainnya, sebut saja Singapura.

Kendati para pengembang mengaku tertarik dengan penerbitan DIRE, namun mereka pun mempertanyakan kesiapan pasar untuk menyerap produk tersebut. (Baca juga: REI: Potensi DIRE Ratusan Triliun)

&quot;DIRE itu yang kita tunggu juga, tapi bukan hanya aturan yang bisa jalan efektif, tapi yang kita tunggu juga adalah sebenarnya market itu bisa nyerap enggak? ada yang mau beli itu enggak?,&quot; ujar Corporate Secretary PT Intiland Development Tbk, Theresia Rustandi saat berbincang dengan Okezone baru-baru ini.

Dia pun menuturkan, penerbitan DIRE menjadi yang ditunggu oleh pengembang, apalagi bagi yang memiliki reccuring income atau aset properti yang punya pendapatan berulang tinggi dan banyak.

&quot;Apalagi yang punya properti investasi banyak kita siap-siap saja, karena itu bisa jadi opsi pendanaan, soalnya DIRE jadi salah satu yang kita pikirin dari sisi efisiensinya, karena pasarnya mau beli enggak?,&quot; imbuh dia.

Theresia menambahkan, untuk bisa mengoptimalkan DIRE tersebut dia mengimbau perlu adanya kolaborasi dari semua pihak, mulai dari pemerintah, pengembang, dan stacke holder lainnya. (Baca juga: Regulasi Belum Jelas Hambat Pengembang Terbitkan DIRE)

&quot;Karena enggak cuma jual beli, tapi ini jangka panjang yang asetnya ada, jadi mesti dijagain sama-sama, kalau PPh sama BPHTB itu penting tapi untuk sisi pembeli,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
