<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>30 Unit Kapal Perintis Segera Dioperasikan</title><description>Pemerintah hingga akhir tahun ini akan menyerahkan sebanyak 30 unit kapal perintis kepada PT Pelni (Persero) untuk selanjutnya</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/06/08/320/1409161/30-unit-kapal-perintis-segera-dioperasikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/06/08/320/1409161/30-unit-kapal-perintis-segera-dioperasikan"/><item><title>30 Unit Kapal Perintis Segera Dioperasikan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/06/08/320/1409161/30-unit-kapal-perintis-segera-dioperasikan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/06/08/320/1409161/30-unit-kapal-perintis-segera-dioperasikan</guid><pubDate>Rabu 08 Juni 2016 10:24 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/06/08/320/1409161/30-unit-kapal-perintis-segera-dioperasikan-xVgr0zbKwu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/06/08/320/1409161/30-unit-kapal-perintis-segera-dioperasikan-xVgr0zbKwu.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah hingga akhir tahun ini akan menyerahkan sebanyak 30 unit kapal perintis kepada PT Pelni (Persero) untuk selanjutnya dioperasikan guna menghubungkan wilayah-wilayah di Tanah Air.
Ke-30 kapal yang terdiri atas jenis kapal perintis dan kapal rede itu diharapkan menjadi solusi untuk angkutan laut bagi masyarakat.
&amp;rdquo;Kalau sudah selesai nanti akan kami serahkan untuk dioperasikan oleh PT Pelni. Selesai akhir tahun ini, penyerahannya juga pada akhir tahun,&amp;rdquo; kata Menteri Perhubungan Ignasius Jonan di Jakarta.
Dia menambahkan, Kementerian Perhubungan akan mengevaluasi sejauh mana pelayanan PT Pelni terhadap kapal-kapal tersebut.
Evaluasi akan dilakukan pada tahun ketiga atau pada 2017 yang meliputi standar pelayanan angkutan laut. Jonan menegaskan tidak akan segan-segan mencabut penugasan PT Pelni jika tak memenuhi standar pelayanan angkutan laut.
&amp;rdquo;Saya tidak memberikan ini kepada Pelni karena BUMN (Badan Usaha Milik Negara), tetapi karena saya percaya kepada Pelni. Tidak penting buat saya BUMN atau tidak,&amp;rdquo; tegasnya. Kemenhub, ujar Jonan, mengharapkan PT Pelni bisa berbenah dan mengikuti perkembangan pasar.
Sebab, dalam lima tahun terakhir persaingan bisnis transportasi diikuti dengan pertumbuhan sektor udara dan semua moda angkutan lain.
&amp;rdquo;Jadi, saya berharap PT Pelni tidak mengandalkan rute-rute jauh. Sebab, saingannya ada di sektor udara dengan pertumbuhan pasar juga signifikan setiap tahun,&amp;rdquo; kata dia.
Direktur Utama PT Pelni Elfien Goentoro mengatakan, PT Pelni telah berbenah dan terus menyempurnakan rencana bisnis ke depan. Dia optimistis, dengan tambahan 30 kapal perintis, Pelni siap menjadi operator.
&amp;rdquo;Kami terus berbenah dengan menyempurnakan rencana bisnis. Dan, arahan Kemenhub juga termasuk dalam rencana bisnis kami ke depan. Salah satu pembenahan yang kami lakukan dengan terus meningkatkan kualitas SDM (sumber daya manusia) internal PT Pelni,&amp;rdquo; ucap dia.
Dia menjelaskan, dari sisi SDM PT Pelni telah melakukan perencanaan dengan mengharuskan semua pelaut PT Pelni memiliki sertifikat STCW atau standar of training certification and watchkeeping.
&amp;rdquo;Sekitar 60 persen pelaut kami sudah memiliki sertifikat STCW. Tahun ini semuanya sudah bisa memegang STCW,&amp;rdquo; ucap dia.
Dia menambahkan, saat ini PT Pelni tidak hanya fokus pada angkutan penumpang, melainkan juga melihat kondisi pasar. Salah satu fokus PT Pelni yakni melayani angkutan kargo dengan porsi sekitar 30 persen. Guna mendukung langkah tersebut, PT Pelni melakukan peremajaan beberapa kapal dan disesuaikan mengangkut kargo dan penumpang.
&amp;rdquo;Peremajaan kapal kami lakukan agar bisa mengangkut penumpang dan kargo. Hal itu dilakukan, melihat pertumbuhan penumpang trennya tidak mengalami kenaikan,&amp;rdquo; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah hingga akhir tahun ini akan menyerahkan sebanyak 30 unit kapal perintis kepada PT Pelni (Persero) untuk selanjutnya dioperasikan guna menghubungkan wilayah-wilayah di Tanah Air.
Ke-30 kapal yang terdiri atas jenis kapal perintis dan kapal rede itu diharapkan menjadi solusi untuk angkutan laut bagi masyarakat.
&amp;rdquo;Kalau sudah selesai nanti akan kami serahkan untuk dioperasikan oleh PT Pelni. Selesai akhir tahun ini, penyerahannya juga pada akhir tahun,&amp;rdquo; kata Menteri Perhubungan Ignasius Jonan di Jakarta.
Dia menambahkan, Kementerian Perhubungan akan mengevaluasi sejauh mana pelayanan PT Pelni terhadap kapal-kapal tersebut.
Evaluasi akan dilakukan pada tahun ketiga atau pada 2017 yang meliputi standar pelayanan angkutan laut. Jonan menegaskan tidak akan segan-segan mencabut penugasan PT Pelni jika tak memenuhi standar pelayanan angkutan laut.
&amp;rdquo;Saya tidak memberikan ini kepada Pelni karena BUMN (Badan Usaha Milik Negara), tetapi karena saya percaya kepada Pelni. Tidak penting buat saya BUMN atau tidak,&amp;rdquo; tegasnya. Kemenhub, ujar Jonan, mengharapkan PT Pelni bisa berbenah dan mengikuti perkembangan pasar.
Sebab, dalam lima tahun terakhir persaingan bisnis transportasi diikuti dengan pertumbuhan sektor udara dan semua moda angkutan lain.
&amp;rdquo;Jadi, saya berharap PT Pelni tidak mengandalkan rute-rute jauh. Sebab, saingannya ada di sektor udara dengan pertumbuhan pasar juga signifikan setiap tahun,&amp;rdquo; kata dia.
Direktur Utama PT Pelni Elfien Goentoro mengatakan, PT Pelni telah berbenah dan terus menyempurnakan rencana bisnis ke depan. Dia optimistis, dengan tambahan 30 kapal perintis, Pelni siap menjadi operator.
&amp;rdquo;Kami terus berbenah dengan menyempurnakan rencana bisnis. Dan, arahan Kemenhub juga termasuk dalam rencana bisnis kami ke depan. Salah satu pembenahan yang kami lakukan dengan terus meningkatkan kualitas SDM (sumber daya manusia) internal PT Pelni,&amp;rdquo; ucap dia.
Dia menjelaskan, dari sisi SDM PT Pelni telah melakukan perencanaan dengan mengharuskan semua pelaut PT Pelni memiliki sertifikat STCW atau standar of training certification and watchkeeping.
&amp;rdquo;Sekitar 60 persen pelaut kami sudah memiliki sertifikat STCW. Tahun ini semuanya sudah bisa memegang STCW,&amp;rdquo; ucap dia.
Dia menambahkan, saat ini PT Pelni tidak hanya fokus pada angkutan penumpang, melainkan juga melihat kondisi pasar. Salah satu fokus PT Pelni yakni melayani angkutan kargo dengan porsi sekitar 30 persen. Guna mendukung langkah tersebut, PT Pelni melakukan peremajaan beberapa kapal dan disesuaikan mengangkut kargo dan penumpang.
&amp;rdquo;Peremajaan kapal kami lakukan agar bisa mengangkut penumpang dan kargo. Hal itu dilakukan, melihat pertumbuhan penumpang trennya tidak mengalami kenaikan,&amp;rdquo; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
