<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mandiri: Penutupan Kartu Kredit Naik 2% 	</title><description>Direktur Bank Mandiri Ahmad Siddik Badrudin menyatakan terjadi kenaikan penutupan kartu kredit sekira 2 persen</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/06/16/320/1416719/mandiri-penutupan-kartu-kredit-naik-2</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/06/16/320/1416719/mandiri-penutupan-kartu-kredit-naik-2"/><item><title>Mandiri: Penutupan Kartu Kredit Naik 2% 	</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/06/16/320/1416719/mandiri-penutupan-kartu-kredit-naik-2</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/06/16/320/1416719/mandiri-penutupan-kartu-kredit-naik-2</guid><pubDate>Kamis 16 Juni 2016 12:34 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/06/16/320/1416719/mandiri-penutupan-kartu-kredit-naik-2-L1auaffp2T.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi : Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/06/16/320/1416719/mandiri-penutupan-kartu-kredit-naik-2-L1auaffp2T.jpg</image><title>Ilustrasi : Okezone</title></images><description>JAKARTA - Direktur Bank Mandiri Ahmad Siddik Badrudin menyatakan terjadi kenaikan penutupan kartu kredit sekira 2 persen setelah adanya kebijakan Kementerian Keuangan yang mewajibkan penerbit kartu kredit melaporkan setiap data serta transaksi kepada Direktorat Jenderal Pajak.

&quot;Sedikit saja, sekitar 2 persen kenaikan penutupannya jadi tidak signifikan,&quot; kata Ahmad di sela-sela berbuka puasa bersama media di Jakarta, Rabu (15/6) malam.

Hal tersebut, kata dia, dikarenakan sebagian besar &quot;card holder&quot; Bank Mandiri adalah pegawai yang sudah membayar pajaknya dari kantor.

&quot;Mungkin yang melakukan penutupan itu yang &quot;self employee,&quot; ucap Ahmad.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Direktur Treasury and Market Bank Mandiri, Pahala N Mansury mengakui memang ada perlambatan volume transaksi kartu kredit sampai saat ini.
&amp;nbsp;[Baca juga: Pajak Intip Kartu Kredit, 2.400 Nasabah BRI Tutup Akun]
&quot;Volume transaksinya sampai saat ini secara &quot;year on year&quot; (yoy) memang masih tumbuh di &quot;single digit&quot; jadi kalau dibandingkan sama 2014 dan 2015 memang ada perlambatan tetapi kalau kami lihat sih masih ada pertumbuhan di &quot;single digit&quot;,&quot; katanya.

Selain itu, Pahala menyatakan tidak ada gejala dari para nasabah untuk melakukan penutupan akun rekening terkait.

&quot;Kalau dari menutup akun rekeningnya saya rasa tidak ada sampai sejauh ini. Tidak ada gejala kalau mereka melakukan penutupan mungkin kalau mengurangi transaksi bisa saja,&quot; katanya.

Ia menyatakan kemungkinan perlambatan dari pertumbuhan kartu kredit bisa disebabkan karena pertumbuhan makronya yang juga mengalami perlambatan.

&quot;Apakah itu disebabkan karena laporan pajak atau tidak, kami belum tahu,&quot; ucap Pahala.</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Bank Mandiri Ahmad Siddik Badrudin menyatakan terjadi kenaikan penutupan kartu kredit sekira 2 persen setelah adanya kebijakan Kementerian Keuangan yang mewajibkan penerbit kartu kredit melaporkan setiap data serta transaksi kepada Direktorat Jenderal Pajak.

&quot;Sedikit saja, sekitar 2 persen kenaikan penutupannya jadi tidak signifikan,&quot; kata Ahmad di sela-sela berbuka puasa bersama media di Jakarta, Rabu (15/6) malam.

Hal tersebut, kata dia, dikarenakan sebagian besar &quot;card holder&quot; Bank Mandiri adalah pegawai yang sudah membayar pajaknya dari kantor.

&quot;Mungkin yang melakukan penutupan itu yang &quot;self employee,&quot; ucap Ahmad.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Direktur Treasury and Market Bank Mandiri, Pahala N Mansury mengakui memang ada perlambatan volume transaksi kartu kredit sampai saat ini.
&amp;nbsp;[Baca juga: Pajak Intip Kartu Kredit, 2.400 Nasabah BRI Tutup Akun]
&quot;Volume transaksinya sampai saat ini secara &quot;year on year&quot; (yoy) memang masih tumbuh di &quot;single digit&quot; jadi kalau dibandingkan sama 2014 dan 2015 memang ada perlambatan tetapi kalau kami lihat sih masih ada pertumbuhan di &quot;single digit&quot;,&quot; katanya.

Selain itu, Pahala menyatakan tidak ada gejala dari para nasabah untuk melakukan penutupan akun rekening terkait.

&quot;Kalau dari menutup akun rekeningnya saya rasa tidak ada sampai sejauh ini. Tidak ada gejala kalau mereka melakukan penutupan mungkin kalau mengurangi transaksi bisa saja,&quot; katanya.

Ia menyatakan kemungkinan perlambatan dari pertumbuhan kartu kredit bisa disebabkan karena pertumbuhan makronya yang juga mengalami perlambatan.

&quot;Apakah itu disebabkan karena laporan pajak atau tidak, kami belum tahu,&quot; ucap Pahala.</content:encoded></item></channel></rss>
