<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Produsen Terigu Tagih Realisasi Aturan Bea Masuk Anti Dumping</title><description>Asosiasi Produsen Terigu Indonesia (Aptindo) menagih realisasi aturan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) tepung terigu</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/06/23/320/1423073/produsen-terigu-tagih-realisasi-aturan-bea-masuk-anti-dumping</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/06/23/320/1423073/produsen-terigu-tagih-realisasi-aturan-bea-masuk-anti-dumping"/><item><title>Produsen Terigu Tagih Realisasi Aturan Bea Masuk Anti Dumping</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/06/23/320/1423073/produsen-terigu-tagih-realisasi-aturan-bea-masuk-anti-dumping</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/06/23/320/1423073/produsen-terigu-tagih-realisasi-aturan-bea-masuk-anti-dumping</guid><pubDate>Kamis 23 Juni 2016 11:06 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/06/23/320/1423073/produsen-terigu-tagih-realisasi-aturan-bea-masuk-anti-dumping-ESWo3MGYGr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/06/23/320/1423073/produsen-terigu-tagih-realisasi-aturan-bea-masuk-anti-dumping-ESWo3MGYGr.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Asosiasi Produsen Terigu Indonesia (Aptindo) menagih realisasi aturan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) tepung terigu guna menciptakan persaingan sehat dari gempuran tepung impor.
Ketua Umum Aptindo Franciscus Welirang mengatakan, proses antidumping sudah final direkomendasikan kepada Menteri Keuangan. Namun, Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait antidumping sampai hari ini sudah tertunda dua bulan.
&amp;rdquo;Kita menunggu apakah ada bermacam-macam argumentasi dari Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Keuangan terkait anti dumping. Saya takut kalau PMK dikeluarkan menjelang Lebaran, harga jadi naik,&amp;rdquo; ujarnya di Jakarta.
Menurutnya, inti dari kebijakan BMAD adalah fair trade, terutama bagi industri baru. &amp;rdquo;Daftar negara masih tetap sama, yaitu Turki, Sri Lanka, India, Ukraina,&amp;rdquo; imbuhnya.
Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Panggah Susanto mengatakan, penyelidikan antidumping sudah sangat jelas mengindikasikan adanya dumping dari negara-negara yang dianggap melakukan dumping yaitu Turki, Sri Lanka, India, dan Ukraina.
&amp;rdquo;Indikasinya sangat jelas, harga terigunya lebih rendah dari harga gandum. Jadi, sebenarnya perlakukan untrade fair dibenarkan untuk dilakukan treatment terutama bagi suatu penalti,&amp;rdquo; ujarnya.
Menurut Panggah, Indonesia tidak ada masalah jika ikut mengeluarkan kebijakan BMAD karena hal itu sudah dilakukan oleh beberapa negara. Bahkan, pihaknya sudah menyatakan bahwa itu sudah diberlakukan di negara lain.
&amp;rdquo;Kalau negara-negara lain cari-cari cara untuk bagaimana orang dituduh unfair, kalau di Indonesia sudah jelas unfair tapi kenapa tidak diberlakukan. Ini yang jadi masalah,&amp;rdquo; ungkapnya.
Panggah menambahkan, jika BMAD ini tidak diberlakukan, maka yang paling terkena terlebih dahulu adalah industri tepung terigu berskala kecil. &amp;rdquo;Ini bisa berakibat yang kecil-kecil itu bisa tutup duluan. Sekarang ini ada 30-an industri besar maupun kecil,&amp;rdquo; tandasnya.
Berdasarkan data Aptindo, empat negara yang merupakan pemasok terbesar tepung terigu ke Indonesia adalah Turki sebanyak 18.700 ton atau mencapai 56,4 persen dari total impor terigu sebesar 33.167 ton di kuartal 1/2016. Selanjutnya, Ukraina sebesar 17,2 persen, Srilanka 11,4 persen, dan India 3 persen dari total ekspor.
Tiga Pabrik Tepung Beroperasi
Franciscus Welirang mengatakan, tahun ini ada tiga pabrik terigu baru yang akan beroperasi di Indonesia. Diharapkan dengan beroperasinya tiga pabrik ini, bisa mengurangi impor.
Ketiga pabrik tersebut adalah PT Nutrindo Bogarasa (Mayora Group) di Cilegon, PT Paramasuka Gupita (Wings Group) di Jakarta, dan PT Cerestar FM di Medan dengan total kapasitas ketiga pabrik tersebut adalah 1.500 ton giling per harinya.
&amp;rdquo;Kalau kita ikuti sampai sekarang, impor gandum untuk industri tepung terigu itu dibandingkan 2015 ada kenaikan kurang lebih 8 persen tahun ini. Jadi, ada tambahan stok pasokan bahan baku,&amp;rdquo; ujarnya.
Franky, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa kebanyakan hasil produksi ketiga pabrik baru tersebut kemungkinan untuk kebutuhan industri hilir terigu yang diproduksi masing-masing perusahaan.
Seperti Grup Mayora akan menggunakan pabrik itu untuk kebutuhan produk biskuit. Begitu pula dengan Paramasuka dari Wings Group, kemungkinan akan menggunakanuntukprodukmiinstan.</description><content:encoded>JAKARTA - Asosiasi Produsen Terigu Indonesia (Aptindo) menagih realisasi aturan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) tepung terigu guna menciptakan persaingan sehat dari gempuran tepung impor.
Ketua Umum Aptindo Franciscus Welirang mengatakan, proses antidumping sudah final direkomendasikan kepada Menteri Keuangan. Namun, Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait antidumping sampai hari ini sudah tertunda dua bulan.
&amp;rdquo;Kita menunggu apakah ada bermacam-macam argumentasi dari Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Keuangan terkait anti dumping. Saya takut kalau PMK dikeluarkan menjelang Lebaran, harga jadi naik,&amp;rdquo; ujarnya di Jakarta.
Menurutnya, inti dari kebijakan BMAD adalah fair trade, terutama bagi industri baru. &amp;rdquo;Daftar negara masih tetap sama, yaitu Turki, Sri Lanka, India, Ukraina,&amp;rdquo; imbuhnya.
Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Panggah Susanto mengatakan, penyelidikan antidumping sudah sangat jelas mengindikasikan adanya dumping dari negara-negara yang dianggap melakukan dumping yaitu Turki, Sri Lanka, India, dan Ukraina.
&amp;rdquo;Indikasinya sangat jelas, harga terigunya lebih rendah dari harga gandum. Jadi, sebenarnya perlakukan untrade fair dibenarkan untuk dilakukan treatment terutama bagi suatu penalti,&amp;rdquo; ujarnya.
Menurut Panggah, Indonesia tidak ada masalah jika ikut mengeluarkan kebijakan BMAD karena hal itu sudah dilakukan oleh beberapa negara. Bahkan, pihaknya sudah menyatakan bahwa itu sudah diberlakukan di negara lain.
&amp;rdquo;Kalau negara-negara lain cari-cari cara untuk bagaimana orang dituduh unfair, kalau di Indonesia sudah jelas unfair tapi kenapa tidak diberlakukan. Ini yang jadi masalah,&amp;rdquo; ungkapnya.
Panggah menambahkan, jika BMAD ini tidak diberlakukan, maka yang paling terkena terlebih dahulu adalah industri tepung terigu berskala kecil. &amp;rdquo;Ini bisa berakibat yang kecil-kecil itu bisa tutup duluan. Sekarang ini ada 30-an industri besar maupun kecil,&amp;rdquo; tandasnya.
Berdasarkan data Aptindo, empat negara yang merupakan pemasok terbesar tepung terigu ke Indonesia adalah Turki sebanyak 18.700 ton atau mencapai 56,4 persen dari total impor terigu sebesar 33.167 ton di kuartal 1/2016. Selanjutnya, Ukraina sebesar 17,2 persen, Srilanka 11,4 persen, dan India 3 persen dari total ekspor.
Tiga Pabrik Tepung Beroperasi
Franciscus Welirang mengatakan, tahun ini ada tiga pabrik terigu baru yang akan beroperasi di Indonesia. Diharapkan dengan beroperasinya tiga pabrik ini, bisa mengurangi impor.
Ketiga pabrik tersebut adalah PT Nutrindo Bogarasa (Mayora Group) di Cilegon, PT Paramasuka Gupita (Wings Group) di Jakarta, dan PT Cerestar FM di Medan dengan total kapasitas ketiga pabrik tersebut adalah 1.500 ton giling per harinya.
&amp;rdquo;Kalau kita ikuti sampai sekarang, impor gandum untuk industri tepung terigu itu dibandingkan 2015 ada kenaikan kurang lebih 8 persen tahun ini. Jadi, ada tambahan stok pasokan bahan baku,&amp;rdquo; ujarnya.
Franky, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa kebanyakan hasil produksi ketiga pabrik baru tersebut kemungkinan untuk kebutuhan industri hilir terigu yang diproduksi masing-masing perusahaan.
Seperti Grup Mayora akan menggunakan pabrik itu untuk kebutuhan produk biskuit. Begitu pula dengan Paramasuka dari Wings Group, kemungkinan akan menggunakanuntukprodukmiinstan.</content:encoded></item></channel></rss>
