<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri PUPR Dorong Pengembang Bangun Hunian Berimbang</title><description>Basuki juga mendorong agar pemerintah daerah menyederhanakan perizinan untuk percepatan pengembangan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/06/28/470/1426881/menteri-pupr-dorong-pengembang-bangun-hunian-berimbang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/06/28/470/1426881/menteri-pupr-dorong-pengembang-bangun-hunian-berimbang"/><item><title>Menteri PUPR Dorong Pengembang Bangun Hunian Berimbang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/06/28/470/1426881/menteri-pupr-dorong-pengembang-bangun-hunian-berimbang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/06/28/470/1426881/menteri-pupr-dorong-pengembang-bangun-hunian-berimbang</guid><pubDate>Selasa 28 Juni 2016 10:13 WIB</pubDate><dc:creator>Fhirlian Rizqi Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/06/28/470/1426881/menteri-pupr-dorong-pengembang-bangun-hunian-berimbang-sMiuvnYNU6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/06/28/470/1426881/menteri-pupr-dorong-pengembang-bangun-hunian-berimbang-sMiuvnYNU6.jpg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menegaskan agar pengembang yang tergabung dalam kerjasama pengembangan Kota Baru Publik Maja berkomitmen membangun hunian berimbang.

&quot;Setelah tandatangan ini juga akan disusun masterplan, saya mengajak pengembang untuk berpegah teguh sesuai masterplan, mulai dari pengaturan tata ruang hingga pembangunan hunian berimbang,&quot; kata Basuki, di Jakarta, Senin (27/6/2016). (Baca juga: Soal Hunian Berimbang, Pemerintah Didorong Bentuk Badan Otonomi Perumahan)

Basuki mengatakan, selain pengembang yang berkomitmen terhadap masterplan salah satunya pembangunan hunian berimbang dengan komposisi 1:2:3, Basuki juga mendorong agar pemerintah daerah menyederhanakan perizinan untuk percepatan pengembangan.

&quot;Perizinan harus segera disederhanakan untuk permudah pembangunan Kota Baru Publik Maja ini, karena dengan kesepakatan ini bukan justru menyulitkan tapi mempermudah,&quot; kata Basuki.

Basuki menerangkan, untuk pengembangan awal akan dibangun infrastruktur berupa jalan sepanjang 50 kilometer. Untuk memenuhi kebutuhan itu, kata Basuki setidaknya memerlukan lahan seluas 200 hektare.

&quot;Pengembang telah menyerahkan  lahannya total 100 hektare untuk jalan, sisanya saya kira tugas kita bersama, kalau memang milik masyarakat berarti pemerintah daerah yang harus berada di depan,&quot; ujarnya. (Baca juga: Aturan Soal Insentif Hunian Berimbang Perlu Diperjelas)

Basuki menambahkan, kerjasama pengembangan kota baru ini disebutnya sebagai tantangan, meskipun jangka waktu kerjasamanya terbilang tidak lama hingga 2019.

&quot;Dengan ini juga saya ketar-ketir karena ini jadi tantangan bersama kerjasama ini harus selesai jangan sampai terulang seperti tahun 1994,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menegaskan agar pengembang yang tergabung dalam kerjasama pengembangan Kota Baru Publik Maja berkomitmen membangun hunian berimbang.

&quot;Setelah tandatangan ini juga akan disusun masterplan, saya mengajak pengembang untuk berpegah teguh sesuai masterplan, mulai dari pengaturan tata ruang hingga pembangunan hunian berimbang,&quot; kata Basuki, di Jakarta, Senin (27/6/2016). (Baca juga: Soal Hunian Berimbang, Pemerintah Didorong Bentuk Badan Otonomi Perumahan)

Basuki mengatakan, selain pengembang yang berkomitmen terhadap masterplan salah satunya pembangunan hunian berimbang dengan komposisi 1:2:3, Basuki juga mendorong agar pemerintah daerah menyederhanakan perizinan untuk percepatan pengembangan.

&quot;Perizinan harus segera disederhanakan untuk permudah pembangunan Kota Baru Publik Maja ini, karena dengan kesepakatan ini bukan justru menyulitkan tapi mempermudah,&quot; kata Basuki.

Basuki menerangkan, untuk pengembangan awal akan dibangun infrastruktur berupa jalan sepanjang 50 kilometer. Untuk memenuhi kebutuhan itu, kata Basuki setidaknya memerlukan lahan seluas 200 hektare.

&quot;Pengembang telah menyerahkan  lahannya total 100 hektare untuk jalan, sisanya saya kira tugas kita bersama, kalau memang milik masyarakat berarti pemerintah daerah yang harus berada di depan,&quot; ujarnya. (Baca juga: Aturan Soal Insentif Hunian Berimbang Perlu Diperjelas)

Basuki menambahkan, kerjasama pengembangan kota baru ini disebutnya sebagai tantangan, meskipun jangka waktu kerjasamanya terbilang tidak lama hingga 2019.

&quot;Dengan ini juga saya ketar-ketir karena ini jadi tantangan bersama kerjasama ini harus selesai jangan sampai terulang seperti tahun 1994,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
