<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Koperasi Indonesia Dinilai Gagal, Tak Mampu Hadapi Kompetisi Global</title><description>Pasalnya, koperasi Indonesia masih kalah jauh dibanding negara-negara lain seperti Prancis hingga Inggris.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/07/12/320/1436080/koperasi-indonesia-dinilai-gagal-tak-mampu-hadapi-kompetisi-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/07/12/320/1436080/koperasi-indonesia-dinilai-gagal-tak-mampu-hadapi-kompetisi-global"/><item><title>Koperasi Indonesia Dinilai Gagal, Tak Mampu Hadapi Kompetisi Global</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/07/12/320/1436080/koperasi-indonesia-dinilai-gagal-tak-mampu-hadapi-kompetisi-global</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/07/12/320/1436080/koperasi-indonesia-dinilai-gagal-tak-mampu-hadapi-kompetisi-global</guid><pubDate>Selasa 12 Juli 2016 11:54 WIB</pubDate><dc:creator>Raisa Adila</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/07/12/320/1436080/koperasi-indonesia-dinilai-gagal-tak-mampu-hadapi-kompetisi-global-tVVWDODpjp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi : Reuters</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/07/12/320/1436080/koperasi-indonesia-dinilai-gagal-tak-mampu-hadapi-kompetisi-global-tVVWDODpjp.jpg</image><title>Ilustrasi : Reuters</title></images><description>JAKARTA - Koperasi di Indonesia dinilai masih belum mampu menghadapi era kompetisi global. Pasalnya, koperasi Indonesia masih kalah jauh dibanding negara-negara lain seperti Prancis hingga Inggris.
&quot;Yang gagal di Indonesia. Jerman, Prancis, Inggris itu berhasil. Filosofi mereka konsisten,&quot; kata Direktur Indef, Enny Sri Hartati kepada Okezone di Jakarta, Selasa (12/7/2016).
Menurutnya, kontribusi koperasi dalam ekonomi nasional masih terbilang kecil. Padahal, seharusnya dengan banyaknya usaha mikro dalam negeri mampu menopang ekonomi Indonesia.
&amp;nbsp;[Baca juga: Hari Koperasi Indonesia, Harus Ikuti Filosofi Sapu Lidi]
&quot;Kita mundur lagi pakai UU baheula. UU zaman dulu kan enggak bisa mengakomodasi berbagai dinamika dari sekarang,&quot; jelas dia.
Dengan demikian, Enny menganggap era kompetisi global seperti saat ini belum mampu dihadapi koperasi. Pasalnya, kerjasama yang dibangun dalam koperasi masih belum mampu membuat efisiensi dan daya saing.
&quot;Kalau kerjasama yang dibangun, itu yang membuat mereka survive. Kalau survive bisa efisien dan kalau efisien bisa masuk ke kompetisi global,&quot; jelas Enny.
&quot;Mestinya dengan pertarungan kompetisi terbuka dunia saatnya mereka menghimpun kekuatan bersama dalam koperasi jadi mereka punya kekuatan,&quot; tambah dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Koperasi di Indonesia dinilai masih belum mampu menghadapi era kompetisi global. Pasalnya, koperasi Indonesia masih kalah jauh dibanding negara-negara lain seperti Prancis hingga Inggris.
&quot;Yang gagal di Indonesia. Jerman, Prancis, Inggris itu berhasil. Filosofi mereka konsisten,&quot; kata Direktur Indef, Enny Sri Hartati kepada Okezone di Jakarta, Selasa (12/7/2016).
Menurutnya, kontribusi koperasi dalam ekonomi nasional masih terbilang kecil. Padahal, seharusnya dengan banyaknya usaha mikro dalam negeri mampu menopang ekonomi Indonesia.
&amp;nbsp;[Baca juga: Hari Koperasi Indonesia, Harus Ikuti Filosofi Sapu Lidi]
&quot;Kita mundur lagi pakai UU baheula. UU zaman dulu kan enggak bisa mengakomodasi berbagai dinamika dari sekarang,&quot; jelas dia.
Dengan demikian, Enny menganggap era kompetisi global seperti saat ini belum mampu dihadapi koperasi. Pasalnya, kerjasama yang dibangun dalam koperasi masih belum mampu membuat efisiensi dan daya saing.
&quot;Kalau kerjasama yang dibangun, itu yang membuat mereka survive. Kalau survive bisa efisien dan kalau efisien bisa masuk ke kompetisi global,&quot; jelas Enny.
&quot;Mestinya dengan pertarungan kompetisi terbuka dunia saatnya mereka menghimpun kekuatan bersama dalam koperasi jadi mereka punya kekuatan,&quot; tambah dia.</content:encoded></item></channel></rss>
