<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Impor Bom dari Brasil dan Korea Selatan</title><description>Mulai meningkatnya ancaman terorisme di beberapa daerah membuat pemerintah gencar meningkatkan keamanan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/07/15/320/1438501/indonesia-impor-bom-dari-brasil-dan-korea-selatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/07/15/320/1438501/indonesia-impor-bom-dari-brasil-dan-korea-selatan"/><item><title>Indonesia Impor Bom dari Brasil dan Korea Selatan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/07/15/320/1438501/indonesia-impor-bom-dari-brasil-dan-korea-selatan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/07/15/320/1438501/indonesia-impor-bom-dari-brasil-dan-korea-selatan</guid><pubDate>Jum'at 15 Juli 2016 11:22 WIB</pubDate><dc:creator>Dedy Afrianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/07/15/320/1438501/indonesia-impor-bom-dari-brasil-dan-korea-selatan-1VxMCkvYIn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi : Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/07/15/320/1438501/indonesia-impor-bom-dari-brasil-dan-korea-selatan-1VxMCkvYIn.jpg</image><title>Ilustrasi : Okezone</title></images><description>JAKARTA - Mulai meningkatnya ancaman terorisme di beberapa daerah membuat pemerintah gencar meningkatkan keamanan. Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang bulan Juni lalu terjadi kenaikan impor bom dan kebutuhan perang lainnya seperti peluru dan granat dibandingkan bulan Mei 2016.
&quot;Juli naik banyak dari Mei. Kalau banyak kasus teroris itu juga bagian dari persiapan,&quot; kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo, saat ditemui di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Jumat (15/7/2016).
Menurut Sasmito, terdapat dua negara pengimpor terbesar bagi persiapan keamanan di Indonesia. Kedua negara tersebut adalah Brasil dan Korea Selatan (Korsel). Impor ini sebagian besar dilakukan oleh pemerintah.
&quot;Impor bom, peluru, granat dari Korsel dan Brasil. Sebenarnya banyak lagi, tapi yang terbesar dari dua negara,&quot; jelasnya.
[Baca juga: Neraca Perdagangan RI Surplus USD900,2 Juta Selama Ramadan]
Sasmito menambahkan, impor ini bisa saja dilakukan akibat adanya beberapa kasus penyanderaan WNI di Filipina. Untuk itu, Indonesia saat ini tengah waspada apabila sewaktu-waktu harus mengirimkan pasukan.
&quot;Kalau Filipina juga membolehkan pasukan kita, kita juga harus antisipasi ya,&quot; jelasnya.
&quot;Tapi umumnya (yang melakukan impor) pemerintah. Ini kebutuhan pemerintah,&quot; tutupnya.
Untuk diketahui, impor bom hingga tank ini dilakukan bersamaan dengan impor barang modal. BPS mencatat, impor barang modal memang tercatat kenaikan sepanjang Juni 2016.
Berdasarkan data BPS, impor mesin dan peralatan mekanik tercatat mengalami kenaikan 18,06 persen pada bulan Juni 2016 dibandingkan bulan sebelumnya. Sedangkan impor besi dan baja juga mengalami kenaikan impor sebesar 26,94 persen.</description><content:encoded>JAKARTA - Mulai meningkatnya ancaman terorisme di beberapa daerah membuat pemerintah gencar meningkatkan keamanan. Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang bulan Juni lalu terjadi kenaikan impor bom dan kebutuhan perang lainnya seperti peluru dan granat dibandingkan bulan Mei 2016.
&quot;Juli naik banyak dari Mei. Kalau banyak kasus teroris itu juga bagian dari persiapan,&quot; kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo, saat ditemui di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Jumat (15/7/2016).
Menurut Sasmito, terdapat dua negara pengimpor terbesar bagi persiapan keamanan di Indonesia. Kedua negara tersebut adalah Brasil dan Korea Selatan (Korsel). Impor ini sebagian besar dilakukan oleh pemerintah.
&quot;Impor bom, peluru, granat dari Korsel dan Brasil. Sebenarnya banyak lagi, tapi yang terbesar dari dua negara,&quot; jelasnya.
[Baca juga: Neraca Perdagangan RI Surplus USD900,2 Juta Selama Ramadan]
Sasmito menambahkan, impor ini bisa saja dilakukan akibat adanya beberapa kasus penyanderaan WNI di Filipina. Untuk itu, Indonesia saat ini tengah waspada apabila sewaktu-waktu harus mengirimkan pasukan.
&quot;Kalau Filipina juga membolehkan pasukan kita, kita juga harus antisipasi ya,&quot; jelasnya.
&quot;Tapi umumnya (yang melakukan impor) pemerintah. Ini kebutuhan pemerintah,&quot; tutupnya.
Untuk diketahui, impor bom hingga tank ini dilakukan bersamaan dengan impor barang modal. BPS mencatat, impor barang modal memang tercatat kenaikan sepanjang Juni 2016.
Berdasarkan data BPS, impor mesin dan peralatan mekanik tercatat mengalami kenaikan 18,06 persen pada bulan Juni 2016 dibandingkan bulan sebelumnya. Sedangkan impor besi dan baja juga mengalami kenaikan impor sebesar 26,94 persen.</content:encoded></item></channel></rss>
