<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>28,01 Juta Jiwa Masih Terjebak Kemiskinan</title><description>BPS mencatat angka kemiskinan per Maret 2016  sebesar 28,01 juta atau sebesar 10,86 persen dari total penduduk  Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/07/18/320/1440334/28-01-juta-jiwa-masih-terjebak-kemiskinan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/07/18/320/1440334/28-01-juta-jiwa-masih-terjebak-kemiskinan"/><item><title>28,01 Juta Jiwa Masih Terjebak Kemiskinan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/07/18/320/1440334/28-01-juta-jiwa-masih-terjebak-kemiskinan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/07/18/320/1440334/28-01-juta-jiwa-masih-terjebak-kemiskinan</guid><pubDate>Senin 18 Juli 2016 11:33 WIB</pubDate><dc:creator>Dedy Afrianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/07/18/320/1440334/28-01-juta-jiwa-masih-terjebak-kemiskinan-O9lUdnWsCo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/07/18/320/1440334/28-01-juta-jiwa-masih-terjebak-kemiskinan-O9lUdnWsCo.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan per Maret 2016 sebesar 28,01 juta atau sebesar 10,86 persen dari total penduduk Indonesia. Angka kemiskinan ini turun 0,27 persen dibandingkan periode September 2015 yang mencapai 28,51 juta jiwa atau sebesar 11,22 persen dari total penduduk Indonesia.

&quot;Faktor pertama penyebab turunnya kemiskinan adalah adalah inflasi yang relatif rendah dan terkendali dari September 2015 hingga Maret 2016. Yaitu sebesar 1,71 persen, ujar Kepala BPS Suryamin di Gedung BPS, Jakarta, Senin (18/7/2016).

&quot;Kemudian juga disebabkan oleh rata-rata pangan nasional yang juga turun seperti ayam ras, dan minyak goreng. Kemudian juga didukung oleh nilai rata-rata upah buruh tani dan bangunan yang naik,&quot; imbuh Suryamin.

Suryamin menambahkan, persentase kemiskinan terbesar masih terdapat di pedesaan, yaitu sebesar 14,11 persen. Namun, jumlah penduduk miskin di pedesaan ini turun sebesar 0,02 persen dibandingkan per September 2015, yaitu dari 17,89 juta jiwa pada September 2015 menjadi 17,67 juta jiwa per Maret 2016.

Sementara itu, angka kemiskinan di perkotaan adalah sebesar 7,79 persen dari total penduduk Indonesia. Secara total, angka kemiskinan di perkotaan turun sebanyak 0,43 persen, dari 10,62 juta jiwa per September 2015 menjadi 10,34 juta per Maret 2016.</description><content:encoded>

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan per Maret 2016 sebesar 28,01 juta atau sebesar 10,86 persen dari total penduduk Indonesia. Angka kemiskinan ini turun 0,27 persen dibandingkan periode September 2015 yang mencapai 28,51 juta jiwa atau sebesar 11,22 persen dari total penduduk Indonesia.

&quot;Faktor pertama penyebab turunnya kemiskinan adalah adalah inflasi yang relatif rendah dan terkendali dari September 2015 hingga Maret 2016. Yaitu sebesar 1,71 persen, ujar Kepala BPS Suryamin di Gedung BPS, Jakarta, Senin (18/7/2016).

&quot;Kemudian juga disebabkan oleh rata-rata pangan nasional yang juga turun seperti ayam ras, dan minyak goreng. Kemudian juga didukung oleh nilai rata-rata upah buruh tani dan bangunan yang naik,&quot; imbuh Suryamin.

Suryamin menambahkan, persentase kemiskinan terbesar masih terdapat di pedesaan, yaitu sebesar 14,11 persen. Namun, jumlah penduduk miskin di pedesaan ini turun sebesar 0,02 persen dibandingkan per September 2015, yaitu dari 17,89 juta jiwa pada September 2015 menjadi 17,67 juta jiwa per Maret 2016.

Sementara itu, angka kemiskinan di perkotaan adalah sebesar 7,79 persen dari total penduduk Indonesia. Secara total, angka kemiskinan di perkotaan turun sebanyak 0,43 persen, dari 10,62 juta jiwa per September 2015 menjadi 10,34 juta per Maret 2016.</content:encoded></item></channel></rss>
