<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DP Rumah Lebih Pengaruhi Daya Beli daripada Suku Bunga</title><description>Besaran biaya down payment (DP) atau uang muka menjadi faktor yang berpengaruh terhadap daya beli daripada suku bunga.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/07/26/470/1447173/dp-rumah-lebih-pengaruhi-daya-beli-daripada-suku-bunga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/07/26/470/1447173/dp-rumah-lebih-pengaruhi-daya-beli-daripada-suku-bunga"/><item><title>DP Rumah Lebih Pengaruhi Daya Beli daripada Suku Bunga</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/07/26/470/1447173/dp-rumah-lebih-pengaruhi-daya-beli-daripada-suku-bunga</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/07/26/470/1447173/dp-rumah-lebih-pengaruhi-daya-beli-daripada-suku-bunga</guid><pubDate>Selasa 26 Juli 2016 15:44 WIB</pubDate><dc:creator>Fhirlian Rizqi Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/07/26/470/1447173/dp-rumah-lebih-pengaruhi-daya-beli-daripada-suku-bunga-PN3rLPN5gh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/07/26/470/1447173/dp-rumah-lebih-pengaruhi-daya-beli-daripada-suku-bunga-PN3rLPN5gh.jpg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Besaran biaya down payment (DP) atau uang muka menjadi faktor yang berpengaruh terhadap daya beli daripada suku bunga.

Menurut Division Head Strategic Innovation &amp;amp; Permornace Manager PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Mahelan Prabantarikso, permasalahan masyarakat membeli rumah terletak pada besaran uang muka daripada tingkat suku bunga kredit. (Baca juga: Belum Ada Sosialisasi Soal Pemangkasan Izin Perumahan)

Sehingga kata dia, uang muka lebih berpengaruh terhadap daya beli. Semakin kecil uang muka, maka daya beli konsumen akan semakin meningkat.

&quot;Lebih pengaruh ke DP atau uang muka ya daripada suku bunga, karena mereka (konsumen) kan harus siapkan uang cash untuk uang muka setiap pembelian rumah,&quot; ujar Mahelan di Jakarta, Selasa (26/7/2016).

Mahelan berpandangan, hal tersebut berhubungan dengan kebijakan rasio Loan to Value (LTV) yang ditetapkan pemerintah.

&quot;Kesempatan beli rumah makin terbuka lebar kalau rasio LTV ini bisa dilonggarkan, karena menurut saya permasalahan itu ada di DP,&quot; tuturnya.

Kendati demikian, dia menyayangkan banyak pengembang perumahan yang menerapkan cicilan untuk uang muka tanpa melalui perbankan. Kata Mahelan, praktek tersebut dapat menghilangkan, peran perbankan. (Baca juga: Tax Amnesty dan BI Rate Dongkrak Penjualan Rumah di Semester II)

&quot;Tapi sekarang banyak pengembang yang beri kebebasan konsumen cicil DP langsung ke mereka, sebenarnya tidak boleh karena menghilangkan fungsi bank, tapi nyatanya masih ada kan,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Besaran biaya down payment (DP) atau uang muka menjadi faktor yang berpengaruh terhadap daya beli daripada suku bunga.

Menurut Division Head Strategic Innovation &amp;amp; Permornace Manager PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Mahelan Prabantarikso, permasalahan masyarakat membeli rumah terletak pada besaran uang muka daripada tingkat suku bunga kredit. (Baca juga: Belum Ada Sosialisasi Soal Pemangkasan Izin Perumahan)

Sehingga kata dia, uang muka lebih berpengaruh terhadap daya beli. Semakin kecil uang muka, maka daya beli konsumen akan semakin meningkat.

&quot;Lebih pengaruh ke DP atau uang muka ya daripada suku bunga, karena mereka (konsumen) kan harus siapkan uang cash untuk uang muka setiap pembelian rumah,&quot; ujar Mahelan di Jakarta, Selasa (26/7/2016).

Mahelan berpandangan, hal tersebut berhubungan dengan kebijakan rasio Loan to Value (LTV) yang ditetapkan pemerintah.

&quot;Kesempatan beli rumah makin terbuka lebar kalau rasio LTV ini bisa dilonggarkan, karena menurut saya permasalahan itu ada di DP,&quot; tuturnya.

Kendati demikian, dia menyayangkan banyak pengembang perumahan yang menerapkan cicilan untuk uang muka tanpa melalui perbankan. Kata Mahelan, praktek tersebut dapat menghilangkan, peran perbankan. (Baca juga: Tax Amnesty dan BI Rate Dongkrak Penjualan Rumah di Semester II)

&quot;Tapi sekarang banyak pengembang yang beri kebebasan konsumen cicil DP langsung ke mereka, sebenarnya tidak boleh karena menghilangkan fungsi bank, tapi nyatanya masih ada kan,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
