<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Boediono: Jadi Gubernur Bank Sentral Lebih Stres Ketimbang Wapres</title><description>Berdasarkan pengalamannya, dia hampir tergoda untuk mengatakan bahwa  menjadi Gubernur Bank Sentral lebih sulit dan membuat stres</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/08/01/320/1452088/boediono-jadi-gubernur-bank-sentral-lebih-stres-ketimbang-wapres</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/08/01/320/1452088/boediono-jadi-gubernur-bank-sentral-lebih-stres-ketimbang-wapres"/><item><title>Boediono: Jadi Gubernur Bank Sentral Lebih Stres Ketimbang Wapres</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/08/01/320/1452088/boediono-jadi-gubernur-bank-sentral-lebih-stres-ketimbang-wapres</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/08/01/320/1452088/boediono-jadi-gubernur-bank-sentral-lebih-stres-ketimbang-wapres</guid><pubDate>Senin 01 Agustus 2016 16:36 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/08/01/320/1452088/boediono-jadi-gubernur-bank-sentral-lebih-stres-ketimbang-wapres-aXLvbtLBeL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Boediono (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/08/01/320/1452088/boediono-jadi-gubernur-bank-sentral-lebih-stres-ketimbang-wapres-aXLvbtLBeL.jpg</image><title>Boediono (Foto: Okezone)</title></images><description>NUSA DUA - Mantan Wakil Presiden Boediono merupakan sosok yang telah melalui banyak tantangan ekonomi. Dia pernah menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan menjadi Pemimpin di Bank Indonesia (BI).

Dengan segudang pengalaman tersebut, jabatan manakah yang menurut dia paling sulit untuk dijalankan? Dalam forum Joint Seminar BI-FRBNY di Nusa Dua, Bali, Senin (1/8/2016), Boediono mengaku sangat sulit untuk menjadi pemimpin di Bank Sentral.

&quot;Berdasarkan pengalaman saya, saya hampir tergoda untuk mengatakan bahwa menjadi Gubernur Bank Sentral lebih sulit dan membuat stres ketimbang menjadi wakil presiden,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;[Baca juga: Cerita Boediono Soal Sepeda &amp;amp; Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan]
Menurutnya, hal ini lantaran jabatan sebagai Gubernur Bank Sentral bukanlah jabatan yang banyak diperebutkan. Pasalnya, Gubernur Bank Sentral adalah orang pertama yang harus berhadapan dengan krisis.

&quot;Ini yang sudah saya hadapi dengan dua krisis, yakni krisis di Asia pada periode 1998 dan global financial crisis pada 2008,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>NUSA DUA - Mantan Wakil Presiden Boediono merupakan sosok yang telah melalui banyak tantangan ekonomi. Dia pernah menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan menjadi Pemimpin di Bank Indonesia (BI).

Dengan segudang pengalaman tersebut, jabatan manakah yang menurut dia paling sulit untuk dijalankan? Dalam forum Joint Seminar BI-FRBNY di Nusa Dua, Bali, Senin (1/8/2016), Boediono mengaku sangat sulit untuk menjadi pemimpin di Bank Sentral.

&quot;Berdasarkan pengalaman saya, saya hampir tergoda untuk mengatakan bahwa menjadi Gubernur Bank Sentral lebih sulit dan membuat stres ketimbang menjadi wakil presiden,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;[Baca juga: Cerita Boediono Soal Sepeda &amp;amp; Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan]
Menurutnya, hal ini lantaran jabatan sebagai Gubernur Bank Sentral bukanlah jabatan yang banyak diperebutkan. Pasalnya, Gubernur Bank Sentral adalah orang pertama yang harus berhadapan dengan krisis.

&quot;Ini yang sudah saya hadapi dengan dua krisis, yakni krisis di Asia pada periode 1998 dan global financial crisis pada 2008,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
