<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Serikat Pekerja Pertamina Tolak Rencana PLN Caplok PGE</title><description>Rencana PT PLN (Persero) mencaplok seluruh saham PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), ditolak oleh  Federasi Serikat Pekerja Pertamina</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/08/04/320/1455039/serikat-pekerja-pertamina-tolak-rencana-pln-caplok-pge</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/08/04/320/1455039/serikat-pekerja-pertamina-tolak-rencana-pln-caplok-pge"/><item><title>Serikat Pekerja Pertamina Tolak Rencana PLN Caplok PGE</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/08/04/320/1455039/serikat-pekerja-pertamina-tolak-rencana-pln-caplok-pge</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/08/04/320/1455039/serikat-pekerja-pertamina-tolak-rencana-pln-caplok-pge</guid><pubDate>Kamis 04 Agustus 2016 15:26 WIB</pubDate><dc:creator>Dhera Arizona Pratiwi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/08/04/320/1455039/serikat-pekerja-pertamina-tolak-rencana-pln-caplok-pge-YHiXCKfyeY.gif" expression="full" type="image/jpeg">Foto Serikat Pekerja Pertamina (Dhera/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/08/04/320/1455039/serikat-pekerja-pertamina-tolak-rencana-pln-caplok-pge-YHiXCKfyeY.gif</image><title>Foto Serikat Pekerja Pertamina (Dhera/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Rencana PT PLN (Persero) mencaplok seluruh saham anak usaha PT Pertamina (Persero) yakni PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), ditolak oleh Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB).
Presiden FSPPB Noviandri mengatakan, rencana akuisisi yang saat ini sedang dibahas oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut tidak tepat dijalankan. Disinyalir kesepakatan ini hanya demi mendukung PLN dalam megaproyek listrik 35 ribu megawatt (mw).
&quot;Rencana akusisi atau pembelian saham anak usaha Pertamina oleh PLN ini kami melihat suatu kondisi yang tidak tepat, terutama dalam kembangkan dan ketahanan bisnis Pertamina ke depan,&quot; ucapnya saat konferensi pers di kantor FSPPB, Jakarta, Kamis (4/8/2016).
Untuk itu, pihaknya mendesak Kementerian BUMN untuk membatalkan rencana pengambilalihan PGE oleh PLN dan lebih mengedepankan sinergi antar BUMN melalui kerjasama yang adil agar iklim investasi panas bumi menjadi lebih sehat, sehingga mempercepat pengembangan panas bumi.
&quot;Juga mendesak Presiden RI untuk segera melakukan penguatan regulasi percepatan pengembangan panas bumi, terutama terkait iklim investasi dan tarif energi panas bumi,&quot; tuturnya.
Dia menjelaskan, penolakan akuisisi ini karena PGE merupakan bagian dari bisnis Pertamina untuk menjadi perusahaan energi nasional sesuai dengan anggaran perusahaan.
Pengambilalihan PGE oleh PLN ini dikatakannya sama sekali bukan bertujuan dalam rangka menyelamatkan rakyat Indonesia dari krisis energi listrik, ataupun bukan untuk menyelamatkan daya beli rakyat dari harga listrik yang tinggi. Akan tetapi, semata-mata adalah kepentingan para cukong dan taipan dalam menguasai aset negara baik aset Pertamina dan PLN.
Namun demikian, pihaknya belum menyampaikan secara langsung terkait penolakan rencana pengambilalihan ini kepada Menteri ESDM. Akan tetapi, sudah ada pembicaraan antara direksi Pertamina dan PLN yang dimediasi oleh Kementerian BUMN.
&quot;Belum sampaikan. Tapi sudah ada pembicaraan direksi Pertamina dan PLN dengan mediasi Kementerian BUMN. Serikat Pekerja Pertamina akan lakukan klarifikasi.  Di beberapa kesepakatan sudah disepakati oleh beberapa pihak,&quot; tukasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Rencana PT PLN (Persero) mencaplok seluruh saham anak usaha PT Pertamina (Persero) yakni PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), ditolak oleh Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB).
Presiden FSPPB Noviandri mengatakan, rencana akuisisi yang saat ini sedang dibahas oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut tidak tepat dijalankan. Disinyalir kesepakatan ini hanya demi mendukung PLN dalam megaproyek listrik 35 ribu megawatt (mw).
&quot;Rencana akusisi atau pembelian saham anak usaha Pertamina oleh PLN ini kami melihat suatu kondisi yang tidak tepat, terutama dalam kembangkan dan ketahanan bisnis Pertamina ke depan,&quot; ucapnya saat konferensi pers di kantor FSPPB, Jakarta, Kamis (4/8/2016).
Untuk itu, pihaknya mendesak Kementerian BUMN untuk membatalkan rencana pengambilalihan PGE oleh PLN dan lebih mengedepankan sinergi antar BUMN melalui kerjasama yang adil agar iklim investasi panas bumi menjadi lebih sehat, sehingga mempercepat pengembangan panas bumi.
&quot;Juga mendesak Presiden RI untuk segera melakukan penguatan regulasi percepatan pengembangan panas bumi, terutama terkait iklim investasi dan tarif energi panas bumi,&quot; tuturnya.
Dia menjelaskan, penolakan akuisisi ini karena PGE merupakan bagian dari bisnis Pertamina untuk menjadi perusahaan energi nasional sesuai dengan anggaran perusahaan.
Pengambilalihan PGE oleh PLN ini dikatakannya sama sekali bukan bertujuan dalam rangka menyelamatkan rakyat Indonesia dari krisis energi listrik, ataupun bukan untuk menyelamatkan daya beli rakyat dari harga listrik yang tinggi. Akan tetapi, semata-mata adalah kepentingan para cukong dan taipan dalam menguasai aset negara baik aset Pertamina dan PLN.
Namun demikian, pihaknya belum menyampaikan secara langsung terkait penolakan rencana pengambilalihan ini kepada Menteri ESDM. Akan tetapi, sudah ada pembicaraan antara direksi Pertamina dan PLN yang dimediasi oleh Kementerian BUMN.
&quot;Belum sampaikan. Tapi sudah ada pembicaraan direksi Pertamina dan PLN dengan mediasi Kementerian BUMN. Serikat Pekerja Pertamina akan lakukan klarifikasi.  Di beberapa kesepakatan sudah disepakati oleh beberapa pihak,&quot; tukasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
