<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani: Mustahil Bangun Infrastruktur dengan Anggaran Saat Ini</title><description>Melihat kondisi keuangan negara saat ini, pemerintah merasa sulit untuk  membangun proyek infrastruktur apabila hanya mengandalkan APBN.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/08/04/320/1455071/sri-mulyani-mustahil-bangun-infrastruktur-dengan-anggaran-saat-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/08/04/320/1455071/sri-mulyani-mustahil-bangun-infrastruktur-dengan-anggaran-saat-ini"/><item><title>Sri Mulyani: Mustahil Bangun Infrastruktur dengan Anggaran Saat Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/08/04/320/1455071/sri-mulyani-mustahil-bangun-infrastruktur-dengan-anggaran-saat-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/08/04/320/1455071/sri-mulyani-mustahil-bangun-infrastruktur-dengan-anggaran-saat-ini</guid><pubDate>Kamis 04 Agustus 2016 15:49 WIB</pubDate><dc:creator>Dedy Afrianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/08/04/320/1455071/sri-mulyani-mustahil-bangun-infrastruktur-dengan-anggaran-saat-ini-xQgDpNOMoJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi : Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/08/04/320/1455071/sri-mulyani-mustahil-bangun-infrastruktur-dengan-anggaran-saat-ini-xQgDpNOMoJ.jpg</image><title>Ilustrasi : Okezone</title></images><description>
JAKARTA - Indonesia saat ini tengah fokus untuk membangun infrastruktur. Namun, melihat kondisi keuangan negara saat ini, pemerintah merasa sulit untuk membangun proyek infrastruktur apabila hanya mengandalkan APBN.
&quot;Tapi butuh dana yang besar dan cukup mustahil melihat pertumbuhan dan anggaran negara saat ini,&quot; kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam acara World Islamic Economic Forum di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (4/8/2016).
Namun, Sri memastikan akan menggunakan seluruh sektor dan kerja sama untuk membangun proyek infrastruktur di Indonesia. Salah satunya adalah dengan menggandeng pihak swasta pada proyek-proyek strategis.
[Baca juga: Menko Darmin Ungkap Alasan Pemerintah Utamakan Investasi Infrastruktur]
&quot;Kami memastikan pembiayaan infrastruktur itu ada oleh karena kita bekerjasama dengan swasta,&quot; imbuhnya.
Selain itu, juga butuh pendanaan dari sektor pembiayaan syariah. Pembiayaan syariah ini adalah sektor alternatif yang dapat digunakan pada pembangunan infrastruktur. Salah satunya adalah dengan cara penerbitan Sukuk.
&quot;Tapi pembiayaan syariah seperti sukuk dapat di eksplorasi lebih lanjut,&quot; imbuhnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Indonesia saat ini tengah fokus untuk membangun infrastruktur. Namun, melihat kondisi keuangan negara saat ini, pemerintah merasa sulit untuk membangun proyek infrastruktur apabila hanya mengandalkan APBN.
&quot;Tapi butuh dana yang besar dan cukup mustahil melihat pertumbuhan dan anggaran negara saat ini,&quot; kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam acara World Islamic Economic Forum di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (4/8/2016).
Namun, Sri memastikan akan menggunakan seluruh sektor dan kerja sama untuk membangun proyek infrastruktur di Indonesia. Salah satunya adalah dengan menggandeng pihak swasta pada proyek-proyek strategis.
[Baca juga: Menko Darmin Ungkap Alasan Pemerintah Utamakan Investasi Infrastruktur]
&quot;Kami memastikan pembiayaan infrastruktur itu ada oleh karena kita bekerjasama dengan swasta,&quot; imbuhnya.
Selain itu, juga butuh pendanaan dari sektor pembiayaan syariah. Pembiayaan syariah ini adalah sektor alternatif yang dapat digunakan pada pembangunan infrastruktur. Salah satunya adalah dengan cara penerbitan Sukuk.
&quot;Tapi pembiayaan syariah seperti sukuk dapat di eksplorasi lebih lanjut,&quot; imbuhnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
