<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   IIF Turunkan Target Obligasi I Jadi Rp1,5 Triliun   </title><description>PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menerbitkan obligasi I senilai Rp1,5 triliun dengan masa penawaran 1-14 Juli 2016.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/08/09/278/1458755/iif-turunkan-target-obligasi-i-jadi-rp1-5-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/08/09/278/1458755/iif-turunkan-target-obligasi-i-jadi-rp1-5-triliun"/><item><title>   IIF Turunkan Target Obligasi I Jadi Rp1,5 Triliun   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/08/09/278/1458755/iif-turunkan-target-obligasi-i-jadi-rp1-5-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/08/09/278/1458755/iif-turunkan-target-obligasi-i-jadi-rp1-5-triliun</guid><pubDate>Selasa 09 Agustus 2016 10:59 WIB</pubDate><dc:creator>Dhera Arizona Pratiwi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/08/09/278/1458755/iif-turunkan-target-obligasi-i-jadi-rp1-5-triliun-vPA8fduI9g.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi penerbitan obligasi. (Foto: ANT)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/08/09/278/1458755/iif-turunkan-target-obligasi-i-jadi-rp1-5-triliun-vPA8fduI9g.jpg</image><title>Ilustrasi penerbitan obligasi. (Foto: ANT)</title></images><description>JAKARTA - PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menerbitkan obligasi I senilai Rp1,5 triliun dengan masa penawaran 1-14 Juli 2016. Padahal, sebelumnya perseroan berencana untuk menerbitkan obligasi senilai Rp2 triliun.

Presiden Direktur IIF Arisudono Soerono mengatakan, turunnya angka penawaran obligasi I tersebut dikarenakan pihaknya ingin menjaga cost of fund. Itu sebabnya perseroan memutuskan untuk membatasi penawaran obligasi tersebut hanya hingga Rp1,5 triliun.

&quot;Ya, jadi memang kita bilang sebanyak-banyaknya Rp2 triliun, tapi kemarin kita batasi di Rp1,5 triliun karena kita mau jaga cost of fund-nya,&quot; ucapnya di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (9/8/2016).

Dia menjelaskan, ketika masa penawaran tersebut, respons pasar terhadap obligasi terbilang cukup bagus. &quot;Respons dari pasar cukup baik untuk perusahaan yang baru tiga tahun berdiri. Respons pasarnya bagus cukup baik,&quot; tuturnya.

Sekadar informasi, obligasi yang diterbitkan dalam tiga seri. Yakni, seri A senilai Rp825 miliar dengan kupon tetap 8,25 persen per tahun dan tenor tiga tahun.
Kemudian, seri B senilai Rp250 miliar dengan kupon tetap 8,7 persen per tahun dan jangka waktu lima tahun. Serta, seri C senilai Rp 25 miliar dengan kupon 9 persen dan tenor tujuh tahun.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menerbitkan obligasi I senilai Rp1,5 triliun dengan masa penawaran 1-14 Juli 2016. Padahal, sebelumnya perseroan berencana untuk menerbitkan obligasi senilai Rp2 triliun.

Presiden Direktur IIF Arisudono Soerono mengatakan, turunnya angka penawaran obligasi I tersebut dikarenakan pihaknya ingin menjaga cost of fund. Itu sebabnya perseroan memutuskan untuk membatasi penawaran obligasi tersebut hanya hingga Rp1,5 triliun.

&quot;Ya, jadi memang kita bilang sebanyak-banyaknya Rp2 triliun, tapi kemarin kita batasi di Rp1,5 triliun karena kita mau jaga cost of fund-nya,&quot; ucapnya di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (9/8/2016).

Dia menjelaskan, ketika masa penawaran tersebut, respons pasar terhadap obligasi terbilang cukup bagus. &quot;Respons dari pasar cukup baik untuk perusahaan yang baru tiga tahun berdiri. Respons pasarnya bagus cukup baik,&quot; tuturnya.

Sekadar informasi, obligasi yang diterbitkan dalam tiga seri. Yakni, seri A senilai Rp825 miliar dengan kupon tetap 8,25 persen per tahun dan tenor tiga tahun.
Kemudian, seri B senilai Rp250 miliar dengan kupon tetap 8,7 persen per tahun dan jangka waktu lima tahun. Serta, seri C senilai Rp 25 miliar dengan kupon 9 persen dan tenor tujuh tahun.</content:encoded></item></channel></rss>
