<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Operasikan Gas PGN Rumah Tangga, Mau Tahu Caranya?</title><description>Selama dua tahun terakhir, 500 Kepala Keluarga di Rumah Susun (Rusun) Marunda, Jakarta Utara, tidak lagi menggunakan tabung gas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/10/09/320/1508044/operasikan-gas-pgn-rumah-tangga-mau-tahu-caranya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/10/09/320/1508044/operasikan-gas-pgn-rumah-tangga-mau-tahu-caranya"/><item><title>Operasikan Gas PGN Rumah Tangga, Mau Tahu Caranya?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/10/09/320/1508044/operasikan-gas-pgn-rumah-tangga-mau-tahu-caranya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/10/09/320/1508044/operasikan-gas-pgn-rumah-tangga-mau-tahu-caranya</guid><pubDate>Minggu 09 Oktober 2016 06:30 WIB</pubDate><dc:creator>Marieska Harya Virdhani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/10/06/320/1508044/operasikan-gas-pgn-rumah-tangga-mau-tahu-caranya-OLsbwvIkus.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jaringan pipa gas Rumah Tangga (Foto: Marieska)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/10/06/320/1508044/operasikan-gas-pgn-rumah-tangga-mau-tahu-caranya-OLsbwvIkus.jpg</image><title>Jaringan pipa gas Rumah Tangga (Foto: Marieska)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Selama dua tahun terakhir, 500 Kepala Keluarga di Rumah Susun (Rusun) Marunda, Jakarta Utara, tidak lagi menggunakan tabung gas. Mereka sudah beralih memasak menggunakan gas rumah tangga yang dialiri oleh Perusahaan Gas Negara (PGN).

Sebanyak 5 blok di Cluster A dengan mudah memasak dengan jaringan bahan bakar gas bumi untuk rumah tangga (jargas). Warga hanya tinggal menyalakan kompor tanpa menggunakan tabung, api sudah menyala.

Setiap unit dilengkapi keran untuk disambungkan ke setiap regulator. Sehingga warga merasa gas rumah tangga jauh lebih aman karena terhindar dari adanya kemungkinan kebocoran tabung.

&amp;ldquo;Jadi dari pipa semacam ada keran di setiap rumah. Tinggal buka keran menyala, selangnya disambungkan ke pipa. Enggak pakai tabung,&amp;rdquo; ungkap Warga Blok Bandeng Cluster A, Kisman (43) kepada Okezone.

Warga lainnya di Blok Bandeng, Dahlia menuturkan saat pemasangan awal, warga digratiskan biaya pemasangan. Warga juga memperoleh satu paket dengan kompor dari PGN.

&amp;ldquo;Waktu awal pemasangan dikasih kompor dan gratis dua bulan pemakaian. Kompornya dari PGN, kami sih tidak pernah mengganti dengan kompor sendiri karena sudah dapat kompor,&amp;rdquo; tutur Dahlia.

Pantauan di lapangan di setiap rumah tidak lagi terdapat tabung gas di dapur warga. Penghuni baru juga sudah tidak sabar menunggu pemasangan tahap selanjutnya oleh PGN.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Selama dua tahun terakhir, 500 Kepala Keluarga di Rumah Susun (Rusun) Marunda, Jakarta Utara, tidak lagi menggunakan tabung gas. Mereka sudah beralih memasak menggunakan gas rumah tangga yang dialiri oleh Perusahaan Gas Negara (PGN).

Sebanyak 5 blok di Cluster A dengan mudah memasak dengan jaringan bahan bakar gas bumi untuk rumah tangga (jargas). Warga hanya tinggal menyalakan kompor tanpa menggunakan tabung, api sudah menyala.

Setiap unit dilengkapi keran untuk disambungkan ke setiap regulator. Sehingga warga merasa gas rumah tangga jauh lebih aman karena terhindar dari adanya kemungkinan kebocoran tabung.

&amp;ldquo;Jadi dari pipa semacam ada keran di setiap rumah. Tinggal buka keran menyala, selangnya disambungkan ke pipa. Enggak pakai tabung,&amp;rdquo; ungkap Warga Blok Bandeng Cluster A, Kisman (43) kepada Okezone.

Warga lainnya di Blok Bandeng, Dahlia menuturkan saat pemasangan awal, warga digratiskan biaya pemasangan. Warga juga memperoleh satu paket dengan kompor dari PGN.

&amp;ldquo;Waktu awal pemasangan dikasih kompor dan gratis dua bulan pemakaian. Kompornya dari PGN, kami sih tidak pernah mengganti dengan kompor sendiri karena sudah dapat kompor,&amp;rdquo; tutur Dahlia.

Pantauan di lapangan di setiap rumah tidak lagi terdapat tabung gas di dapur warga. Penghuni baru juga sudah tidak sabar menunggu pemasangan tahap selanjutnya oleh PGN.</content:encoded></item></channel></rss>
