<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi Pangan Masih Sulit Dikendalikan</title><description>Bank Indonesia menyatakan saat ini soal pengendalian inflasi pangan masih menjadi tantangan di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/10/10/320/1510872/inflasi-pangan-masih-sulit-dikendalikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/10/10/320/1510872/inflasi-pangan-masih-sulit-dikendalikan"/><item><title>Inflasi Pangan Masih Sulit Dikendalikan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/10/10/320/1510872/inflasi-pangan-masih-sulit-dikendalikan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/10/10/320/1510872/inflasi-pangan-masih-sulit-dikendalikan</guid><pubDate>Senin 10 Oktober 2016 16:30 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/10/10/320/1510872/inflasi-pangan-masih-sulit-dikendalikan-8OqB2aT4Bd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/10/10/320/1510872/inflasi-pangan-masih-sulit-dikendalikan-8OqB2aT4Bd.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Asisten Direktur Departemen Ekonomi Moneter Bank Indonesia, Handri Adiwilaga mengatakan saat ini soal pengendalian inflasi pangan masih menjadi tantangan di Indonesia.

&quot;Tantangan pengendalian inflasi pangan itu meliputi tata niaga pangan, pengelolaan distribusi, cadangan dan pasokan pangan,&quot; ujarnya saat temu wartawan daerah BI di Jakarta, Senin (10/10/2016).

Dengan tantangan yang ada papar Handri, risiko inflasi dari gejolak harga pangan perlu diwaspadai.

&quot;Prognosa produksi mengindikasikan defisit neraca bulanan beras, contohnya pada Oktober hingga Desember, seiring masuknya musim paceklik,&quot; tuturnya.

Selain itu ia menambahkan ada beberapa harga komoditas pangan utama lainnya seperti bawang merah diperkirakan juga meningkat hingga akhir tahun.

&quot;La nina ini yang berdampak negatif terhadap produksi pangan,&quot; terangnya.

Sementara itu untuk karakteristik inflasi di Indonesia secara umum banyak dipengaruhi kejutan, terutama gangguan pasokan dan distribusi pangan dan kebijakan strategis dari pemerintah.

&quot;Untuk inflasi antara daerah juga menunjukan perbedaan seiring dengan perbedaan kualitas infrastruktur logistik, kemampuan produksi lokal, kebijakan administrasi harga dan struktur pasar di daerah,&quot; kata dia.

BI memprediksikan inflasi tahun 2016 akan berada pada batas bawah dari rentang 4 plus minus 1 persen.</description><content:encoded>JAKARTA - Asisten Direktur Departemen Ekonomi Moneter Bank Indonesia, Handri Adiwilaga mengatakan saat ini soal pengendalian inflasi pangan masih menjadi tantangan di Indonesia.

&quot;Tantangan pengendalian inflasi pangan itu meliputi tata niaga pangan, pengelolaan distribusi, cadangan dan pasokan pangan,&quot; ujarnya saat temu wartawan daerah BI di Jakarta, Senin (10/10/2016).

Dengan tantangan yang ada papar Handri, risiko inflasi dari gejolak harga pangan perlu diwaspadai.

&quot;Prognosa produksi mengindikasikan defisit neraca bulanan beras, contohnya pada Oktober hingga Desember, seiring masuknya musim paceklik,&quot; tuturnya.

Selain itu ia menambahkan ada beberapa harga komoditas pangan utama lainnya seperti bawang merah diperkirakan juga meningkat hingga akhir tahun.

&quot;La nina ini yang berdampak negatif terhadap produksi pangan,&quot; terangnya.

Sementara itu untuk karakteristik inflasi di Indonesia secara umum banyak dipengaruhi kejutan, terutama gangguan pasokan dan distribusi pangan dan kebijakan strategis dari pemerintah.

&quot;Untuk inflasi antara daerah juga menunjukan perbedaan seiring dengan perbedaan kualitas infrastruktur logistik, kemampuan produksi lokal, kebijakan administrasi harga dan struktur pasar di daerah,&quot; kata dia.

BI memprediksikan inflasi tahun 2016 akan berada pada batas bawah dari rentang 4 plus minus 1 persen.</content:encoded></item></channel></rss>
