<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>INSPIRASI BISNIS: Sarjana Teknik Justru Sukses Bisnis Miniatur Jembatan Ampera   </title><description>Kini, Jembatan Ampera tersebut bisa dibawa ke mana-mana dalam bentuk  miniatur Jembatan Ampera</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/10/16/320/1515669/inspirasi-bisnis-sarjana-teknik-justru-sukses-bisnis-miniatur-jembatan-ampera</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/10/16/320/1515669/inspirasi-bisnis-sarjana-teknik-justru-sukses-bisnis-miniatur-jembatan-ampera"/><item><title>INSPIRASI BISNIS: Sarjana Teknik Justru Sukses Bisnis Miniatur Jembatan Ampera   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/10/16/320/1515669/inspirasi-bisnis-sarjana-teknik-justru-sukses-bisnis-miniatur-jembatan-ampera</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/10/16/320/1515669/inspirasi-bisnis-sarjana-teknik-justru-sukses-bisnis-miniatur-jembatan-ampera</guid><pubDate>Minggu 16 Oktober 2016 12:02 WIB</pubDate><dc:creator>Bambang Irawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/10/15/320/1515669/inspirasi-bisnis-sarjana-teknik-justru-sukses-bisnis-miniatur-jembatan-ampera-D2WM05LSiU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/10/15/320/1515669/inspirasi-bisnis-sarjana-teknik-justru-sukses-bisnis-miniatur-jembatan-ampera-D2WM05LSiU.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>PALEMBANG - Jembatan Amanat Penderitaan Rakyat atau Ampera merupakan ikon kota Palembang yang sangat dikenal di seluruh Nusantara. Kini, Jembatan Ampera tersebut bisa dibawa ke mana-mana dalam bentuk miniatur Jembatan Ampera. Bahkan miniatur itu menjadi oleh-oleh khas kota Palembang.

Adbul Ghofar merupakan salah satu perajin yang membuat miniatur Jembatan Ampera. Namun miniatur yang lahir dari tangannya berbeda dengan miniatur biasanya, sebab dibuat dari bahan limbah tak terpakai, seperti potongan kayu, karpet bekas dan pernik sisa benang songket.

Abdul sudah belasan tahun menjalani profesi ini meski sejatinya dirinya merupakan seorang sarjana teknik. Kendati begitu Abdul tetap nyaman menjalani profesinya itu.

&amp;ldquo;Proses pengerjaan harus dilakukan dengan penuh kesabaran dan ketelitian karena setiap item berukuran kecil. Prosesnya mulai dari memotong kayu, menghaluskan, mengecat dan menghias rangkaian miniatur Jembatan Ampera,&amp;rdquo; tuturnya di Palembang.

Abdul menghargai karyanya itu beragam, mulai dari Rp50 ribu hingga jutaan Rupiah. Tercatat dalam satu bulan sekira 50 miniatur selalu laku terjual. Jika ada acara atau pesanan Abdul mampu membuat miniatur sebanyak sepuluh buah.

Saat ini Abdul bersama istrinya tengah mempersiapkan stok miniatur Jembatan Ampera sebanyak mungkin. Hal itu guna menyambut Asian Games 2018 di Palembang,  Sumatera Selatan. (dng)</description><content:encoded>PALEMBANG - Jembatan Amanat Penderitaan Rakyat atau Ampera merupakan ikon kota Palembang yang sangat dikenal di seluruh Nusantara. Kini, Jembatan Ampera tersebut bisa dibawa ke mana-mana dalam bentuk miniatur Jembatan Ampera. Bahkan miniatur itu menjadi oleh-oleh khas kota Palembang.

Adbul Ghofar merupakan salah satu perajin yang membuat miniatur Jembatan Ampera. Namun miniatur yang lahir dari tangannya berbeda dengan miniatur biasanya, sebab dibuat dari bahan limbah tak terpakai, seperti potongan kayu, karpet bekas dan pernik sisa benang songket.

Abdul sudah belasan tahun menjalani profesi ini meski sejatinya dirinya merupakan seorang sarjana teknik. Kendati begitu Abdul tetap nyaman menjalani profesinya itu.

&amp;ldquo;Proses pengerjaan harus dilakukan dengan penuh kesabaran dan ketelitian karena setiap item berukuran kecil. Prosesnya mulai dari memotong kayu, menghaluskan, mengecat dan menghias rangkaian miniatur Jembatan Ampera,&amp;rdquo; tuturnya di Palembang.

Abdul menghargai karyanya itu beragam, mulai dari Rp50 ribu hingga jutaan Rupiah. Tercatat dalam satu bulan sekira 50 miniatur selalu laku terjual. Jika ada acara atau pesanan Abdul mampu membuat miniatur sebanyak sepuluh buah.

Saat ini Abdul bersama istrinya tengah mempersiapkan stok miniatur Jembatan Ampera sebanyak mungkin. Hal itu guna menyambut Asian Games 2018 di Palembang,  Sumatera Selatan. (dng)</content:encoded></item></channel></rss>
