<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Di Tanzania, Kontraktor Indonesia Sasar Proyek yang Tidak Ditender Bebas</title><description>Destiawan mengungkapkan, peta persaingan pasar konstruksi di luar negeri umumnya tidak jauh berbeda dengan di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/10/17/470/1516693/di-tanzania-kontraktor-indonesia-sasar-proyek-yang-tidak-ditender-bebas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/10/17/470/1516693/di-tanzania-kontraktor-indonesia-sasar-proyek-yang-tidak-ditender-bebas"/><item><title>Di Tanzania, Kontraktor Indonesia Sasar Proyek yang Tidak Ditender Bebas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/10/17/470/1516693/di-tanzania-kontraktor-indonesia-sasar-proyek-yang-tidak-ditender-bebas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/10/17/470/1516693/di-tanzania-kontraktor-indonesia-sasar-proyek-yang-tidak-ditender-bebas</guid><pubDate>Senin 17 Oktober 2016 12:23 WIB</pubDate><dc:creator>Fhirlian Rizqi Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/10/17/470/1516693/di-tanzania-kontraktor-indonesia-sasar-proyek-yang-tidak-ditender-bebas-r3xqubNB59.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/10/17/470/1516693/di-tanzania-kontraktor-indonesia-sasar-proyek-yang-tidak-ditender-bebas-r3xqubNB59.jpg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Indonesia berpeluang memperbesar pasar jasa konstruksi di Afrika melalui negara Tanzania. Tanzania jadi salah satu negara potensial karena tengah melakukan pengembangan infrastruktur secara besar-besaran, seperti halnya Indonesia.

Menurut Ketua Komisi Nasional Hubungan Antar Lembaga Non-Pemerintah Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) Destiawan, untuk membuka pasar di Afrika, khususnya Tanzania, akan menyasar proyek-proyek yang memang tidak ditender bebas. (Baca juga: Ekspansi ke Luar Negeri, Kontraktor Diharapkan Bisa Tambah Devisa)

&quot;Sasaran kita ke sana akan cari pola kerjasama dengan kontraktor lokal yang proyeknya tidak di tender bebas,&quot; ujar Destiawan, di Jakarta, Senin (17/10/2016).

Destiawan mengungkapkan, peta persaingan pasar konstruksi di luar negeri umumnya tidak jauh berbeda dengan di Indonesia.

&quot;Banyak kontraktor asal China yang bawa modal besar ke luar negeri termasuk Tanzania, makanya kita cari peluang lain lewat kerjasama untuk proyek yang tidak ditender bebas,&quot; terangnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia berpeluang memperbesar pasar jasa konstruksi di Afrika melalui negara Tanzania. Tanzania jadi salah satu negara potensial karena tengah melakukan pengembangan infrastruktur secara besar-besaran, seperti halnya Indonesia.

Menurut Ketua Komisi Nasional Hubungan Antar Lembaga Non-Pemerintah Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) Destiawan, untuk membuka pasar di Afrika, khususnya Tanzania, akan menyasar proyek-proyek yang memang tidak ditender bebas. (Baca juga: Ekspansi ke Luar Negeri, Kontraktor Diharapkan Bisa Tambah Devisa)

&quot;Sasaran kita ke sana akan cari pola kerjasama dengan kontraktor lokal yang proyeknya tidak di tender bebas,&quot; ujar Destiawan, di Jakarta, Senin (17/10/2016).

Destiawan mengungkapkan, peta persaingan pasar konstruksi di luar negeri umumnya tidak jauh berbeda dengan di Indonesia.

&quot;Banyak kontraktor asal China yang bawa modal besar ke luar negeri termasuk Tanzania, makanya kita cari peluang lain lewat kerjasama untuk proyek yang tidak ditender bebas,&quot; terangnya.</content:encoded></item></channel></rss>
