<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>2 TAHUN JOKOWI-JK: Menakar Capaian Investasi dan Utang Negara</title><description>Pemerintah Jokowi terus berusaha memikat investor untuk menginvestasikan dananya ke dalam negeri.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/10/19/320/1519208/2-tahun-jokowi-jk-menakar-capaian-investasi-dan-utang-negara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/10/19/320/1519208/2-tahun-jokowi-jk-menakar-capaian-investasi-dan-utang-negara"/><item><title>2 TAHUN JOKOWI-JK: Menakar Capaian Investasi dan Utang Negara</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/10/19/320/1519208/2-tahun-jokowi-jk-menakar-capaian-investasi-dan-utang-negara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/10/19/320/1519208/2-tahun-jokowi-jk-menakar-capaian-investasi-dan-utang-negara</guid><pubDate>Rabu 19 Oktober 2016 18:41 WIB</pubDate><dc:creator>Trio Hamdani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/10/19/320/1519208/2-tahun-jokowi-jk-menakar-capaian-investasi-dan-utang-negara-vSkD4k02Dd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/10/19/320/1519208/2-tahun-jokowi-jk-menakar-capaian-investasi-dan-utang-negara-vSkD4k02Dd.jpg</image><title>(Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Investasi merupakan salah satu penyumbang tingkat pertumbuhan ekonomi. Untuk itu pemerintah Jokowi terus berusaha memikat investor untuk menginvestasikan dananya ke dalam negeri.

Pada semester I-2016, Indonesia telah meraih dana investasi sebesar Rp281,4 triliun. Sementara sepanjang 2015, investasi yang dicatatkan pemerintah mencapai Rp545,4 triliun.

Pada semester I-2016, sebagian besar berasal dari penanaman modal dalam negeri, di mana jumlahnya sebesar Rp195,5 triliun. Sementara sumber dana yang berasal dari asing hanya sebesar Rp102,6 triliun atau 34,4%. Artinya, modal yang tertanam di Indonesia masih didominasi oleh pemodal domestik.

Jika ditilik  berdasarkan sektor, sektor sekunder masih menjadi incaran investor, yakni capaiannya sebesar Rp180,3 triliun atau 60,5% dari total keseluruhan, yang mana untuk sektor tersier sebesar 28,5%, dan sektor primer sebesar 8%.

Selain memanfaatkan dana dari investasi, pemerintahan Jokowi juga menggunakan utang luar negeri untuk melakukan pembangunan dan membiayai sektor-sektor produktif.

Di sisi lain, pada akhir Juli 2016, utang luar negeri Indonesia mencapai USD324,2 miliar, atau naik 6,4%. Untuk utang luar negeri jangka panjang mencapai USD283 miliar, naik 8%. Sementara utang luar negeri jangka pendek mengalami penurunan yang tercatat sebesar USD41,2 miliar atau turun 3,6%.

Dari total utang luar negeri yang ada, utang pemerintah tercatat USD164,5 miliar dan utang swasta USD159,7 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA - Investasi merupakan salah satu penyumbang tingkat pertumbuhan ekonomi. Untuk itu pemerintah Jokowi terus berusaha memikat investor untuk menginvestasikan dananya ke dalam negeri.

Pada semester I-2016, Indonesia telah meraih dana investasi sebesar Rp281,4 triliun. Sementara sepanjang 2015, investasi yang dicatatkan pemerintah mencapai Rp545,4 triliun.

Pada semester I-2016, sebagian besar berasal dari penanaman modal dalam negeri, di mana jumlahnya sebesar Rp195,5 triliun. Sementara sumber dana yang berasal dari asing hanya sebesar Rp102,6 triliun atau 34,4%. Artinya, modal yang tertanam di Indonesia masih didominasi oleh pemodal domestik.

Jika ditilik  berdasarkan sektor, sektor sekunder masih menjadi incaran investor, yakni capaiannya sebesar Rp180,3 triliun atau 60,5% dari total keseluruhan, yang mana untuk sektor tersier sebesar 28,5%, dan sektor primer sebesar 8%.

Selain memanfaatkan dana dari investasi, pemerintahan Jokowi juga menggunakan utang luar negeri untuk melakukan pembangunan dan membiayai sektor-sektor produktif.

Di sisi lain, pada akhir Juli 2016, utang luar negeri Indonesia mencapai USD324,2 miliar, atau naik 6,4%. Untuk utang luar negeri jangka panjang mencapai USD283 miliar, naik 8%. Sementara utang luar negeri jangka pendek mengalami penurunan yang tercatat sebesar USD41,2 miliar atau turun 3,6%.

Dari total utang luar negeri yang ada, utang pemerintah tercatat USD164,5 miliar dan utang swasta USD159,7 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
