<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>2 Tahun Jokowi-JK, Impor Barang Konsumsi Meningkat 12,8%</title><description>Menurut Heri, penurunan impor bahan  baku ini harus dicermati lebih  dalam. Sebab, hal ini akan sangat memberikan dampak kepada pertumbuhan ekonomi</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/10/20/320/1519774/2-tahun-jokowi-jk-impor-barang-konsumsi-meningkat-12-8</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/10/20/320/1519774/2-tahun-jokowi-jk-impor-barang-konsumsi-meningkat-12-8"/><item><title>2 Tahun Jokowi-JK, Impor Barang Konsumsi Meningkat 12,8%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/10/20/320/1519774/2-tahun-jokowi-jk-impor-barang-konsumsi-meningkat-12-8</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/10/20/320/1519774/2-tahun-jokowi-jk-impor-barang-konsumsi-meningkat-12-8</guid><pubDate>Kamis 20 Oktober 2016 12:08 WIB</pubDate><dc:creator>Dedy Afrianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/10/20/320/1519774/2-tahun-jokowi-jk-impor-barang-konsumsi-meningkat-12-8-Q2MijjBTQ0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi : Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/10/20/320/1519774/2-tahun-jokowi-jk-impor-barang-konsumsi-meningkat-12-8-Q2MijjBTQ0.jpg</image><title>Ilustrasi : Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah hingga saat ini masih melakukan impor untuk bahan konsumsi. Menurut Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus, hingga saat ini total peningkatan impor barang konsumsi senilai 12,8%.
Artinya, ekonomi Indonesia memang cenderung membaik. Hanya saja, peningkatan impor barang konsumsi ini tidak diiringi dengan pertumbuhan impor barang modal.
&quot;Impor barang konsumsi tumbuh 12,8% hingga saat ini, tapi bahan baku dan barang modal turun, secara over all total impor memang turun untuk bahan baku,&quot; tuturnya di Kantor Indef, Jakarta Selatan, Kamis (20/10/2016).
Menurut Heri, penurunan impor bahan  baku ini harus dicermati lebih dalam. Sebab, hal ini akan sangat memberikan dampak kepada sektor pertumbuhan ekonomi nasional.
&quot;Tapi impor bahan baku yang turun ini harus dilihat lebih dalam. Ini turun semua impornya. Artinya ini memberikan kontraksi atau perlambatan,&quot; tuturnya.
Pada saat yang sama, ekspor barang industri juga tercatat menurun. Untuk itu, sebagai bahan evaluasi pemerintah diminta untuk mendorong pertumbuhan ekspor dan tetap mengendalikan impor dalam jangka menengah hingga jangka panjang.
&quot;Ekspor hasil industri juga turun pertanda industri masih alami kontraksi. Modal kerja atau kredit investasi juga turun, saat ini hanya 8%. Ini perlu jadi bahan evaluasi,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah hingga saat ini masih melakukan impor untuk bahan konsumsi. Menurut Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus, hingga saat ini total peningkatan impor barang konsumsi senilai 12,8%.
Artinya, ekonomi Indonesia memang cenderung membaik. Hanya saja, peningkatan impor barang konsumsi ini tidak diiringi dengan pertumbuhan impor barang modal.
&quot;Impor barang konsumsi tumbuh 12,8% hingga saat ini, tapi bahan baku dan barang modal turun, secara over all total impor memang turun untuk bahan baku,&quot; tuturnya di Kantor Indef, Jakarta Selatan, Kamis (20/10/2016).
Menurut Heri, penurunan impor bahan  baku ini harus dicermati lebih dalam. Sebab, hal ini akan sangat memberikan dampak kepada sektor pertumbuhan ekonomi nasional.
&quot;Tapi impor bahan baku yang turun ini harus dilihat lebih dalam. Ini turun semua impornya. Artinya ini memberikan kontraksi atau perlambatan,&quot; tuturnya.
Pada saat yang sama, ekspor barang industri juga tercatat menurun. Untuk itu, sebagai bahan evaluasi pemerintah diminta untuk mendorong pertumbuhan ekspor dan tetap mengendalikan impor dalam jangka menengah hingga jangka panjang.
&quot;Ekspor hasil industri juga turun pertanda industri masih alami kontraksi. Modal kerja atau kredit investasi juga turun, saat ini hanya 8%. Ini perlu jadi bahan evaluasi,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
