<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemenaker Kembali Revisi Aturan JHT, Bisa Cair dalam 5 Tahun</title><description>Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) kembali mengubah aturan pencairan jaminan hari tua (JHT).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/11/01/320/1529797/kemenaker-kembali-revisi-aturan-jht-bisa-cair-dalam-5-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/11/01/320/1529797/kemenaker-kembali-revisi-aturan-jht-bisa-cair-dalam-5-tahun"/><item><title>Kemenaker Kembali Revisi Aturan JHT, Bisa Cair dalam 5 Tahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/11/01/320/1529797/kemenaker-kembali-revisi-aturan-jht-bisa-cair-dalam-5-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/11/01/320/1529797/kemenaker-kembali-revisi-aturan-jht-bisa-cair-dalam-5-tahun</guid><pubDate>Selasa 01 November 2016 12:43 WIB</pubDate><dc:creator>Raisa Adila</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/11/01/320/1529797/kemenaker-kembali-revisi-aturan-jht-bisa-cair-dalam-5-tahun-YAoiGSEMN3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/11/01/320/1529797/kemenaker-kembali-revisi-aturan-jht-bisa-cair-dalam-5-tahun-YAoiGSEMN3.jpg</image><title>Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) kembali mengubah aturan pencairan jaminan hari tua (JHT). Hal ini diputuskan dalam sidang pleno kedua lembaga kerjasama (LKS) Tripartit Nasional.

Melansir twitter @KemnakerRI, Selasa (1/11/2016), hal yang dibahas pada sidang pleno kedua LKS Tripnas yaitu review UU Nomor 21 tahun 2000 tentang SP atau SB dan harmonisasi program JHT.

&quot;Sidang Pleno ke-2 Tripartit Nasional Dihadiri 11 Org dr Unsur Pemerintah, 9 Org Unsur SP/SB &amp;amp; 8 Org Unsur Pengusaha,&quot; tulis @KemnakerRI.

Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri memimpin diskusi tersebut. Terkait review pembentukan SP/SB unsur pengusaha ingin SP/SB mementingkan kualitas bukan kuantitas.

Sementara itu, terkait Aturan JHT Unsur Pemerintah, SP/SB dan pengusaha sepakat untuk mengubah aturan pengambilan JHT jadi lima tahun satu bulan.

&quot;Sidang Pleno ke-2 LKS Tripnas Menyimpulkan: 1. Aturan JHT Jd 5 tahun 1 Bulan 2. Perlu Pengaturan Ideal ttg SP/SB,&quot; ungkap @KemnakerRI.

Untuk kembali ke aturan lama tersebut, pemerintah harus merevisi PP Nomor 60/2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Hari Tua. Pemerintah juga harus merevisi peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) nomor 29/2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat JHT.
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) kembali mengubah aturan pencairan jaminan hari tua (JHT). Hal ini diputuskan dalam sidang pleno kedua lembaga kerjasama (LKS) Tripartit Nasional.

Melansir twitter @KemnakerRI, Selasa (1/11/2016), hal yang dibahas pada sidang pleno kedua LKS Tripnas yaitu review UU Nomor 21 tahun 2000 tentang SP atau SB dan harmonisasi program JHT.

&quot;Sidang Pleno ke-2 Tripartit Nasional Dihadiri 11 Org dr Unsur Pemerintah, 9 Org Unsur SP/SB &amp;amp; 8 Org Unsur Pengusaha,&quot; tulis @KemnakerRI.

Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri memimpin diskusi tersebut. Terkait review pembentukan SP/SB unsur pengusaha ingin SP/SB mementingkan kualitas bukan kuantitas.

Sementara itu, terkait Aturan JHT Unsur Pemerintah, SP/SB dan pengusaha sepakat untuk mengubah aturan pengambilan JHT jadi lima tahun satu bulan.

&quot;Sidang Pleno ke-2 LKS Tripnas Menyimpulkan: 1. Aturan JHT Jd 5 tahun 1 Bulan 2. Perlu Pengaturan Ideal ttg SP/SB,&quot; ungkap @KemnakerRI.

Untuk kembali ke aturan lama tersebut, pemerintah harus merevisi PP Nomor 60/2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Hari Tua. Pemerintah juga harus merevisi peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) nomor 29/2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat JHT.
</content:encoded></item></channel></rss>
