<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Urbanisasi Bisa Sebabkan 'Obesitas' Kota</title><description>Urbanisasi dianggap menjadi satu hal yang perlu dikendalikan. Pasalnya  urbanisasi yang terjadi di perkotaan terjadi begitu cepat dan ekspansif.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/11/07/470/1534825/urbanisasi-bisa-sebabkan-obesitas-kota</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/11/07/470/1534825/urbanisasi-bisa-sebabkan-obesitas-kota"/><item><title>Urbanisasi Bisa Sebabkan 'Obesitas' Kota</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/11/07/470/1534825/urbanisasi-bisa-sebabkan-obesitas-kota</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/11/07/470/1534825/urbanisasi-bisa-sebabkan-obesitas-kota</guid><pubDate>Senin 07 November 2016 12:57 WIB</pubDate><dc:creator>Fhirlian Rizqi Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/11/07/470/1534825/urbanisasi-bisa-sebabkan-obesitas-kota-9uGJZQR9nn.png" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/11/07/470/1534825/urbanisasi-bisa-sebabkan-obesitas-kota-9uGJZQR9nn.png</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Urbanisasi dianggap menjadi satu hal yang perlu dikendalikan. Pasalnya urbanisasi yang terjadi di perkotaan terjadi begitu cepat dan ekspansif.

Pengamat tata ruang dari Universitas Indonesia Andy Simarmata mengatakan, hal itu bisa dilihat dari semakin tergerusnya lahan-lahan yang ada seperti pertanian, lahan perhutanan, bahkan kelautan.

Jika tidak dikendalikan, bukan tidak mungkin kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta akan mengalami 'obesitas' kota.

&quot;Tapi di satu sisi urbanisasi juga butuh ruang dan tempat untuk terus membesar, karena kota itu pusat kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya,&quot; ujar Andy, dalam Seminar Urbanization, Urban Housing, and Housing Finance in Indonesia, Senin (7/11/2016).

Andy mengungkapkan, hampir lebih dari 50% penduduk Indonesia tinggal di perkotaan. Terjadi pergeseran struktur mata pencaharian, yakni di urban service dan jasa.

&quot;Jika dicermati, ada 90 kota ekonomi tapi muncul 300 kota-kota yang mengikuti saudara tuanya ini untuk membesar, kalau tidak ada intervensi akan jadi kaya Singapura pulau kota,&quot; ujarnya.

Andy menerangkan, dari konteks pengembangan wilayah jika pemerintah diam dan tidak bekerjasmaa antar sektor, perkotaan akan mengalami masalah yang sama yakni overload karena kelebihan beban.

&quot;Lalu siapa yang bertanggung jawab atas ini? Siapa yang mengendalikannya? Perlu mencari tempat baru yang affordable karena kualitas ruang sudah menurun karena sudah begitu padat,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Urbanisasi dianggap menjadi satu hal yang perlu dikendalikan. Pasalnya urbanisasi yang terjadi di perkotaan terjadi begitu cepat dan ekspansif.

Pengamat tata ruang dari Universitas Indonesia Andy Simarmata mengatakan, hal itu bisa dilihat dari semakin tergerusnya lahan-lahan yang ada seperti pertanian, lahan perhutanan, bahkan kelautan.

Jika tidak dikendalikan, bukan tidak mungkin kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta akan mengalami 'obesitas' kota.

&quot;Tapi di satu sisi urbanisasi juga butuh ruang dan tempat untuk terus membesar, karena kota itu pusat kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya,&quot; ujar Andy, dalam Seminar Urbanization, Urban Housing, and Housing Finance in Indonesia, Senin (7/11/2016).

Andy mengungkapkan, hampir lebih dari 50% penduduk Indonesia tinggal di perkotaan. Terjadi pergeseran struktur mata pencaharian, yakni di urban service dan jasa.

&quot;Jika dicermati, ada 90 kota ekonomi tapi muncul 300 kota-kota yang mengikuti saudara tuanya ini untuk membesar, kalau tidak ada intervensi akan jadi kaya Singapura pulau kota,&quot; ujarnya.

Andy menerangkan, dari konteks pengembangan wilayah jika pemerintah diam dan tidak bekerjasmaa antar sektor, perkotaan akan mengalami masalah yang sama yakni overload karena kelebihan beban.

&quot;Lalu siapa yang bertanggung jawab atas ini? Siapa yang mengendalikannya? Perlu mencari tempat baru yang affordable karena kualitas ruang sudah menurun karena sudah begitu padat,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
