<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ganti Presiden, Begini Dampak ke Perpajakan Amerika</title><description>Kandidat Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Donald Trump menang dalam Pemilihan Presiden AS 2016.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/11/11/20/1538138/ganti-presiden-begini-dampak-ke-perpajakan-amerika</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/11/11/20/1538138/ganti-presiden-begini-dampak-ke-perpajakan-amerika"/><item><title>Ganti Presiden, Begini Dampak ke Perpajakan Amerika</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/11/11/20/1538138/ganti-presiden-begini-dampak-ke-perpajakan-amerika</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/11/11/20/1538138/ganti-presiden-begini-dampak-ke-perpajakan-amerika</guid><pubDate>Jum'at 11 November 2016 05:06 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/11/10/20/1538138/ganti-presiden-begini-dampak-ke-perpajakan-amerika-jAxITrq3ju.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto : Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/11/10/20/1538138/ganti-presiden-begini-dampak-ke-perpajakan-amerika-jAxITrq3ju.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto : Shutterstock)</title></images><description>
JAKARTA - Kandidat Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Donald Trump menang dalam Pemilihan Presiden AS 2016. Trump menang dengan perolehan suara 48,2%. Sedangkan Clinton memperoleh 47,0%. Terpilihnya Trump akan mempengaruhi kebijakan perpajakan Amerika Serikat.

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo mengatakan, salah satu ciri dari Partai Republik adalah pemotongan tarif.

&quot;Trump saya kira tetap saja pebisnis, kebijakan ekonomi dan pajak akan moderat, ciri Republik tax cut, kurangi subsidi, perlebar perdagangan bebas, akan ramah untuk bisnis,&quot; kata dia kepada Okezone.

Dia menduga Trump akan menurunkan tarif pajak. Kebijakannya pajak AS diduga akan lebih longgar bagi pengindar pajak. Dikhawatirkan, kebijakannya akan bertentangan dengan kesepakatan negara (G-20) dan Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) untuk memerangi penghindaran pajak.

&quot;Saya khawatir aksi OECD dan G-20 akan terhambat karena Trump juga orang yang terindikasi melakukan tax avoidance, Indonesia mungkin akan terdampak kalau agenda itu gagal atau tertunda,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>
JAKARTA - Kandidat Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Donald Trump menang dalam Pemilihan Presiden AS 2016. Trump menang dengan perolehan suara 48,2%. Sedangkan Clinton memperoleh 47,0%. Terpilihnya Trump akan mempengaruhi kebijakan perpajakan Amerika Serikat.

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo mengatakan, salah satu ciri dari Partai Republik adalah pemotongan tarif.

&quot;Trump saya kira tetap saja pebisnis, kebijakan ekonomi dan pajak akan moderat, ciri Republik tax cut, kurangi subsidi, perlebar perdagangan bebas, akan ramah untuk bisnis,&quot; kata dia kepada Okezone.

Dia menduga Trump akan menurunkan tarif pajak. Kebijakannya pajak AS diduga akan lebih longgar bagi pengindar pajak. Dikhawatirkan, kebijakannya akan bertentangan dengan kesepakatan negara (G-20) dan Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) untuk memerangi penghindaran pajak.

&quot;Saya khawatir aksi OECD dan G-20 akan terhambat karena Trump juga orang yang terindikasi melakukan tax avoidance, Indonesia mungkin akan terdampak kalau agenda itu gagal atau tertunda,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
