<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OJK: 80% BPR Tutup karena Lakukan Penyimpangan</title><description>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga saat ini fraud masih jadi  penyebab tertinggi dari ditutupnya Bank Perkreditan Rakyat (BPR).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/11/14/320/1540624/ojk-80-bpr-tutup-karena-lakukan-penyimpangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/11/14/320/1540624/ojk-80-bpr-tutup-karena-lakukan-penyimpangan"/><item><title>OJK: 80% BPR Tutup karena Lakukan Penyimpangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/11/14/320/1540624/ojk-80-bpr-tutup-karena-lakukan-penyimpangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/11/14/320/1540624/ojk-80-bpr-tutup-karena-lakukan-penyimpangan</guid><pubDate>Senin 14 November 2016 10:05 WIB</pubDate><dc:creator>Dedy Afrianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/11/14/320/1540624/ojk-80-bpr-tutup-karena-lakukan-penyimpangan-qSfPddsgZi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi : Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/11/14/320/1540624/ojk-80-bpr-tutup-karena-lakukan-penyimpangan-qSfPddsgZi.jpg</image><title>Ilustrasi : Okezone</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga saat ini fraud masih jadi penyebab tertinggi dari ditutupnya Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Bahkan, 80% penyebab tutupnya BPR dikarenakan adanya fraud.
&quot;Fraud di perbankan banyak terjadi di BPR. 80% penutupan BPR adalah karena fraud,&quot; kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Nelson Tampubolon di Gedung Bidakara, Jakarta, Senin (14/11/2016).
Untuk mencegah terjadinya fraud, sejak tahun 2011 lalu telah dibentuk forum antifraud. Hanya saja, hingga saat ini hanya terdapat sekira 40 bank yang tergabung dalam forum tersebut. Nelson pun mengharapkan agar BPR dapat bergabung dalam forum ini.
&quot;Saya apresiasi dengan forum antifraud. Diharapkan dapat meningkatkan kerjasama dalam menanggulangi fraud. Saya harap jumlah bank tidak hanya terbatas pada 40 bank tersebut. Tapi semua bank. Kalau bisa juga untuk BPR,&quot; tuturnya.
Demi mengatasi fraud, OJK pun menggandeng para penegak hukum. Sosialisasi juga dilakukan pada seluruh daerah Indonesia secara bertahap sejak tahun 2011 lalu.
&quot;Untuk itu aparat penegak hukum dan perbankan perlu bekerja sama menjalin koordinasi untuk proses penanganan tindakan perbankan,&quot; jelasnya.
&quot;Kegiatan yang dilakukan oleh fraud adalah untuk mencegah terjadinya fraud. Kita juga bisa menemui data pelaku yang lebih lengkap,&quot; imbuhnya.
Sekadar informasi, fraud merupakan tindakan penyimpangan yang sengaja dilakukan untuk memanipulasi pihak perbankan lain ataupun nasabah. Manipulasi ini terjadi pada lingkungan perbankan atau lingkungan lainnya yang menggunakan sarana perbankan. Hal ini pun berdampak kepada kerugian dari pihak nasabah ataupun perbankan lainnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga saat ini fraud masih jadi penyebab tertinggi dari ditutupnya Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Bahkan, 80% penyebab tutupnya BPR dikarenakan adanya fraud.
&quot;Fraud di perbankan banyak terjadi di BPR. 80% penutupan BPR adalah karena fraud,&quot; kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Nelson Tampubolon di Gedung Bidakara, Jakarta, Senin (14/11/2016).
Untuk mencegah terjadinya fraud, sejak tahun 2011 lalu telah dibentuk forum antifraud. Hanya saja, hingga saat ini hanya terdapat sekira 40 bank yang tergabung dalam forum tersebut. Nelson pun mengharapkan agar BPR dapat bergabung dalam forum ini.
&quot;Saya apresiasi dengan forum antifraud. Diharapkan dapat meningkatkan kerjasama dalam menanggulangi fraud. Saya harap jumlah bank tidak hanya terbatas pada 40 bank tersebut. Tapi semua bank. Kalau bisa juga untuk BPR,&quot; tuturnya.
Demi mengatasi fraud, OJK pun menggandeng para penegak hukum. Sosialisasi juga dilakukan pada seluruh daerah Indonesia secara bertahap sejak tahun 2011 lalu.
&quot;Untuk itu aparat penegak hukum dan perbankan perlu bekerja sama menjalin koordinasi untuk proses penanganan tindakan perbankan,&quot; jelasnya.
&quot;Kegiatan yang dilakukan oleh fraud adalah untuk mencegah terjadinya fraud. Kita juga bisa menemui data pelaku yang lebih lengkap,&quot; imbuhnya.
Sekadar informasi, fraud merupakan tindakan penyimpangan yang sengaja dilakukan untuk memanipulasi pihak perbankan lain ataupun nasabah. Manipulasi ini terjadi pada lingkungan perbankan atau lingkungan lainnya yang menggunakan sarana perbankan. Hal ini pun berdampak kepada kerugian dari pihak nasabah ataupun perbankan lainnya.</content:encoded></item></channel></rss>
