<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Jokowi: Indonesia Perlu Tingkatkan Daya Saing dan Produktivitas</title><description>Masalah yang harus diselesaikan pemerintah dalam hal meningkatkan daya saing nasional adalah pungutan liar (pungli) dan korupsi</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/11/22/20/1548586/presiden-jokowi-indonesia-perlu-tingkatkan-daya-saing-dan-produktivitas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/11/22/20/1548586/presiden-jokowi-indonesia-perlu-tingkatkan-daya-saing-dan-produktivitas"/><item><title>Presiden Jokowi: Indonesia Perlu Tingkatkan Daya Saing dan Produktivitas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/11/22/20/1548586/presiden-jokowi-indonesia-perlu-tingkatkan-daya-saing-dan-produktivitas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/11/22/20/1548586/presiden-jokowi-indonesia-perlu-tingkatkan-daya-saing-dan-produktivitas</guid><pubDate>Selasa 22 November 2016 22:11 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Kusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/11/22/20/1548586/presiden-jokowi-indonesia-perlu-tingkatkan-daya-saing-dan-produktivitas-qgk2xLqZYT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo (Foto : Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/11/22/20/1548586/presiden-jokowi-indonesia-perlu-tingkatkan-daya-saing-dan-produktivitas-qgk2xLqZYT.jpg</image><title>Presiden Joko Widodo (Foto : Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan, saat ini pemerintah tengah meningkatkan daya saing dengan perbaikan peringkat kemudahan berusaha atau easy of doing business (EODB)
Mantan Wali Kota Solo ini menyambut baik adanya peningkatan EODB Indonesia. Pasalnya, peringkat EODB Indonesia pada 2016 berhasil melonjak dari yang sebelumnya di posisi 106 menjadi 91.
&quot;Ini loncatan yang bagus dalam hal meningkatkan daya saing,&quot; kata Jokowi di JCC, Jakarta, Selasa (22/11/2016).
Saat ini, kata Jokowi, masalah yang harus diselesaikan pemerintah dalam hal meningkatkan daya saing nasional adalah pungutan liar (pungli) dan korupsi, kedua berkaitan dengan inefisiensi birokrasi, dan percepatan pembangunan infrastruktur.
&quot;Kenapa deregulasi kita lakukan, kita lakukan kesederhanaan, kalau ini bisa diselesaikan saya meyakini kita akan memiliki fondasi yang baik tinggal landas menuju level yang lebih baik,&quot; tandasnya.
Tidak hanya itu, kata Jokowi, pemerintah juga tengah mencari akal bagaimana meningkatkan produktivitas. Pemerintahan kabinet kerja, pada awal mula menguasai rezim pemerintahan telah melakukan reformasi dengan mengalihkan subsidi BBM ke sektor produktif.
Pengalihan subsidi, lanjutnya, dialihkan ke sektor produktif seperti pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan, dan pendidikan.
&quot;Kita harapkan dengan produktivitas itu kita bisa berkompetisi dan bersaing dengan negara lain, dan bisa membangun infrastruktur kita naik 76% dan itu kelihatan sekali di lapangan,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan, saat ini pemerintah tengah meningkatkan daya saing dengan perbaikan peringkat kemudahan berusaha atau easy of doing business (EODB)
Mantan Wali Kota Solo ini menyambut baik adanya peningkatan EODB Indonesia. Pasalnya, peringkat EODB Indonesia pada 2016 berhasil melonjak dari yang sebelumnya di posisi 106 menjadi 91.
&quot;Ini loncatan yang bagus dalam hal meningkatkan daya saing,&quot; kata Jokowi di JCC, Jakarta, Selasa (22/11/2016).
Saat ini, kata Jokowi, masalah yang harus diselesaikan pemerintah dalam hal meningkatkan daya saing nasional adalah pungutan liar (pungli) dan korupsi, kedua berkaitan dengan inefisiensi birokrasi, dan percepatan pembangunan infrastruktur.
&quot;Kenapa deregulasi kita lakukan, kita lakukan kesederhanaan, kalau ini bisa diselesaikan saya meyakini kita akan memiliki fondasi yang baik tinggal landas menuju level yang lebih baik,&quot; tandasnya.
Tidak hanya itu, kata Jokowi, pemerintah juga tengah mencari akal bagaimana meningkatkan produktivitas. Pemerintahan kabinet kerja, pada awal mula menguasai rezim pemerintahan telah melakukan reformasi dengan mengalihkan subsidi BBM ke sektor produktif.
Pengalihan subsidi, lanjutnya, dialihkan ke sektor produktif seperti pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan, dan pendidikan.
&quot;Kita harapkan dengan produktivitas itu kita bisa berkompetisi dan bersaing dengan negara lain, dan bisa membangun infrastruktur kita naik 76% dan itu kelihatan sekali di lapangan,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
