<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   80% Susu di Indonesia Berasal dari Impor   </title><description>Alhasil 80% susu di dalam negeri saat ini merupakan bahan baku impor.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/11/23/320/1549489/80-susu-di-indonesia-berasal-dari-impor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/11/23/320/1549489/80-susu-di-indonesia-berasal-dari-impor"/><item><title>   80% Susu di Indonesia Berasal dari Impor   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/11/23/320/1549489/80-susu-di-indonesia-berasal-dari-impor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/11/23/320/1549489/80-susu-di-indonesia-berasal-dari-impor</guid><pubDate>Rabu 23 November 2016 18:34 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/11/23/320/1549489/80-susu-di-indonesia-berasal-dari-impor-h0O6YqkU8g.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi produk Susu. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/11/23/320/1549489/80-susu-di-indonesia-berasal-dari-impor-h0O6YqkU8g.jpg</image><title>Ilustrasi produk Susu. (Foto: Reuters)</title></images><description>BOYOLALI - Ketua Kelompok Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia (APSPI) Agus Warsito menyebut, industri pengelola susu (IPS) memiliki segudang alasan supaya bisa lakukan impor susu. Alhasil 80% susu di dalam negeri saat ini merupakan bahan baku impor.

&quot;Kita masih impor susu sebanyak 80% sisanya di dalam negeri. Impor banyak dilakukan dari  New Zaeland dan Australia dalam bentuk skim (bubuk) Jadi tidak dalam bentuk segar lagi,&quot;ucapnya di Dukuh Kebonmoyo, Desa Karangnongko, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (23/11/2016).

Guna menekan angka 80% tersebut, APSPI meminta pemerintah membuat regulasi supaya serapan susu IPS lebih mengutamakan susu lokal dahulu baru impor. Hal ini pun sudah mendapat dukungan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesejatan Hewan Kementerian Pertanian.

&quot;Kita ingin dorong 80% impor ini ke lokal. Pertemuan terakhir dengan Dirjen boleh impor tapi harus gunakan susu dalam negeri. Mereka kan impor sebebas-bebasnya. Konten lokal haru diutamakan,&quot;tegasnya.</description><content:encoded>BOYOLALI - Ketua Kelompok Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia (APSPI) Agus Warsito menyebut, industri pengelola susu (IPS) memiliki segudang alasan supaya bisa lakukan impor susu. Alhasil 80% susu di dalam negeri saat ini merupakan bahan baku impor.

&quot;Kita masih impor susu sebanyak 80% sisanya di dalam negeri. Impor banyak dilakukan dari  New Zaeland dan Australia dalam bentuk skim (bubuk) Jadi tidak dalam bentuk segar lagi,&quot;ucapnya di Dukuh Kebonmoyo, Desa Karangnongko, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (23/11/2016).

Guna menekan angka 80% tersebut, APSPI meminta pemerintah membuat regulasi supaya serapan susu IPS lebih mengutamakan susu lokal dahulu baru impor. Hal ini pun sudah mendapat dukungan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesejatan Hewan Kementerian Pertanian.

&quot;Kita ingin dorong 80% impor ini ke lokal. Pertemuan terakhir dengan Dirjen boleh impor tapi harus gunakan susu dalam negeri. Mereka kan impor sebebas-bebasnya. Konten lokal haru diutamakan,&quot;tegasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
