<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perusahaan Harus Sisihkan 2% untuk Investasi Branding   </title><description>Jumlah yang didapat ini akan dimanfaatkan untuk kegiatan mempromosikan produknya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/11/23/320/1549583/perusahaan-harus-sisihkan-2-untuk-investasi-branding</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/11/23/320/1549583/perusahaan-harus-sisihkan-2-untuk-investasi-branding"/><item><title>Perusahaan Harus Sisihkan 2% untuk Investasi Branding   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/11/23/320/1549583/perusahaan-harus-sisihkan-2-untuk-investasi-branding</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/11/23/320/1549583/perusahaan-harus-sisihkan-2-untuk-investasi-branding</guid><pubDate>Rabu 23 November 2016 19:55 WIB</pubDate><dc:creator>Dhera Arizona Pratiwi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/11/23/320/1549583/perusahaan-harus-sisihkan-2-untuk-investasi-branding-8VSWS423ib.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi anggaran. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/11/23/320/1549583/perusahaan-harus-sisihkan-2-untuk-investasi-branding-8VSWS423ib.jpg</image><title>Ilustrasi anggaran. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyebutkan perusahaan BUMN ataupun swasta harus mampu menyisihkan sekitar 2% dari pendapatan untuk investasi dalam bentuk branding. Jumlah yang didapat ini akan dimanfaatkan untuk kegiatan mempromosikan produknya.

&quot;Rule of thumb-nya (aturan mainnya) 2% dari revenue. Jadi angka cepat untuk biaya promosi. Misal pendapatan kita Rp100 juta, ya berarti Rp2 juta,&quot; ucapnya dalam acara Conserto BUMN Branding and Marketing 2016 di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (23/11/2016).

Arief menegaskan, investasi untuk branding mau tidak mau harus disisihkan. Jika tidak dilakukan, maka perusahaan akan sulit dalam menjual produk-produknya tanpa merek (brand).

&quot;Ingat di strategic marketing diajarkan customer itu penting tidak? Penting sekali. Produk penting? Penting sekali. Brand penting enggak? Penting sekali. Brand itu sepenting customer dan produknya,&quot; jelasnya.

&quot;Nah, orang hanya mengenalkan dengan mengatakan 'produk saya bagus', tapi dia tidak membuat brand itu apa namanya. Maka brand itu adalah janji produk kepada customer-nya, dan bila direalisasikan maka akan menjadi reputasi,&quot; lanjut Arief.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyebutkan perusahaan BUMN ataupun swasta harus mampu menyisihkan sekitar 2% dari pendapatan untuk investasi dalam bentuk branding. Jumlah yang didapat ini akan dimanfaatkan untuk kegiatan mempromosikan produknya.

&quot;Rule of thumb-nya (aturan mainnya) 2% dari revenue. Jadi angka cepat untuk biaya promosi. Misal pendapatan kita Rp100 juta, ya berarti Rp2 juta,&quot; ucapnya dalam acara Conserto BUMN Branding and Marketing 2016 di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (23/11/2016).

Arief menegaskan, investasi untuk branding mau tidak mau harus disisihkan. Jika tidak dilakukan, maka perusahaan akan sulit dalam menjual produk-produknya tanpa merek (brand).

&quot;Ingat di strategic marketing diajarkan customer itu penting tidak? Penting sekali. Produk penting? Penting sekali. Brand penting enggak? Penting sekali. Brand itu sepenting customer dan produknya,&quot; jelasnya.

&quot;Nah, orang hanya mengenalkan dengan mengatakan 'produk saya bagus', tapi dia tidak membuat brand itu apa namanya. Maka brand itu adalah janji produk kepada customer-nya, dan bila direalisasikan maka akan menjadi reputasi,&quot; lanjut Arief.</content:encoded></item></channel></rss>
