<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Jika Rusuh, Demo 2 Desember Akan Buat Investor Kabur   </title><description>Aksi demonstrasi yang dikabarkan akan terjadi pada 2 Desember dapat merusak iklim dunia usaha.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/11/24/320/1550599/jika-rusuh-demo-2-desember-akan-buat-investor-kabur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/11/24/320/1550599/jika-rusuh-demo-2-desember-akan-buat-investor-kabur"/><item><title>   Jika Rusuh, Demo 2 Desember Akan Buat Investor Kabur   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/11/24/320/1550599/jika-rusuh-demo-2-desember-akan-buat-investor-kabur</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/11/24/320/1550599/jika-rusuh-demo-2-desember-akan-buat-investor-kabur</guid><pubDate>Kamis 24 November 2016 19:14 WIB</pubDate><dc:creator>Danang Sugianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/11/24/320/1550599/jika-rusuh-demo-2-desember-akan-buat-investor-kabur-HXgq0Qr4CJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi demo. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/11/24/320/1550599/jika-rusuh-demo-2-desember-akan-buat-investor-kabur-HXgq0Qr4CJ.jpg</image><title>Ilustrasi demo. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Aksi demonstrasi yang dikabarkan akan terjadi pada 2 Desember dapat merusak iklim dunia usaha. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memandang, aksi demo lanjutan tersebut dikhawatirkan akan mengganggu iklim investasi Tanah Air.

&quot;&amp;lrm;Demo ini berpengaruh ke iklim investasi, karena investasi itu memerlukan kenyamanan dan kepastian hukum. Apalagi nanti buruh mau ikut demo, jadi kalau dibiarkan berlarut-larut akan berpengaruh besar (ke investasi),&quot; tutur Ketua Apindo Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial Antonius Joenoes Supit Antonius di JCC, Jakarta, Kamis (24/11/2016).

Menurut Antonius, adanya aksi demonstrasi besar-besaran, apalagi menimbulkan aksi anarkis membuat investor asing khawatir. Alhasil, ujung-ujungnya akan memengaruhi realisasi investasi ke depannya.

&quot;Kejadian 4 November kemarin membuat orang tambah mikir, saya saja punya orang-orang mau tanda tangan kontrak (bisnis) enggak jadi, ini baru satu kasus,&quot; imbuhnya.

Dirinya berharap para aparat mampu menjaga aksi demo tersebut agar berjalan damai demi menjaga iklim investasi. &quot;Kalau dibiarkan maka menjadi kebiasaan, seperti buruh yang menutup jalan tol. Padahal pengangguran dan kemiskinan kita masih angka tertinggi, dan ini butuh investasi atasi persoalan itu,&quot; tandasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Aksi demonstrasi yang dikabarkan akan terjadi pada 2 Desember dapat merusak iklim dunia usaha. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memandang, aksi demo lanjutan tersebut dikhawatirkan akan mengganggu iklim investasi Tanah Air.

&quot;&amp;lrm;Demo ini berpengaruh ke iklim investasi, karena investasi itu memerlukan kenyamanan dan kepastian hukum. Apalagi nanti buruh mau ikut demo, jadi kalau dibiarkan berlarut-larut akan berpengaruh besar (ke investasi),&quot; tutur Ketua Apindo Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial Antonius Joenoes Supit Antonius di JCC, Jakarta, Kamis (24/11/2016).

Menurut Antonius, adanya aksi demonstrasi besar-besaran, apalagi menimbulkan aksi anarkis membuat investor asing khawatir. Alhasil, ujung-ujungnya akan memengaruhi realisasi investasi ke depannya.

&quot;Kejadian 4 November kemarin membuat orang tambah mikir, saya saja punya orang-orang mau tanda tangan kontrak (bisnis) enggak jadi, ini baru satu kasus,&quot; imbuhnya.

Dirinya berharap para aparat mampu menjaga aksi demo tersebut agar berjalan damai demi menjaga iklim investasi. &quot;Kalau dibiarkan maka menjadi kebiasaan, seperti buruh yang menutup jalan tol. Padahal pengangguran dan kemiskinan kita masih angka tertinggi, dan ini butuh investasi atasi persoalan itu,&quot; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
