<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>CEO Kelas Kakap Lirik Sektor Pariwisata</title><description>Pengusaha besar yang akan menjadi panelis pada acara Annual Forbes  Global CEO Conference Tahun 2016 berminat untuk investasi di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/11/29/320/1554197/ceo-kelas-kakap-lirik-sektor-pariwisata</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/11/29/320/1554197/ceo-kelas-kakap-lirik-sektor-pariwisata"/><item><title>CEO Kelas Kakap Lirik Sektor Pariwisata</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/11/29/320/1554197/ceo-kelas-kakap-lirik-sektor-pariwisata</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/11/29/320/1554197/ceo-kelas-kakap-lirik-sektor-pariwisata</guid><pubDate>Selasa 29 November 2016 15:29 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Kusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/11/29/320/1554197/ceo-kelas-kakap-lirik-sektor-pariwisata-fwev6CWKu4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/11/29/320/1554197/ceo-kelas-kakap-lirik-sektor-pariwisata-fwev6CWKu4.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong menyebutkan, para pengusaha besar yang akan menjadi panelis pada acara Annual Forbes Global CEO Conference Tahun 2016 berminat untuk investasi di Indonesia.

Minat tersebut diungkapkan usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di komplek istana kepresidenan, Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Menurut Lembong, minat investor terhadap Indonesia sedang bergairah. Hal itu lantaran reformasi birokarasi dan ekonomi yang berhasil diterapkan pemerintah Indonesia.

&quot;Orang mulai memanfaatkan paket kebijakan seperti PLB, juga pemilik pabrik sangat mengapresiasi kepastian upah minimum, dan tentunya sukses yang luar biasa dari tax amnesty. Saat ini sentimen investor lagi bagus, dan kita mau pastikan kita bisa memanfaatkan momentum ini,&quot; kata Lembong di Komplek Istana, Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Lembong mengatakan, kebanyakan para pengusaha besar yang telah berjumpa Presiden Jokowi di komplek Istana Kepresidenan tertarik dengan potensi sektor wisata Indonesia.

Seperti satu group besar dari Tiongkok, Fosun yang faktanya sebagai pemain besar di sektor pariwisata. &quot;Mereka juga HNA, pemilik 23 airlines di seluruh dunia, mereka dari Hainan, mereka juga sangat tertarik di wisata. Kemudian Wanda itu, perusahaan properti di Tiongkok, pemiliknya orang terkaya di Asia, tadi juga ketemu Presiden, pembicaraan yang sangat produktif, mereka tertarik di sektor wisata, ya resort-resort, kawasan wisata, ya itulah,&quot; tambahnya.

Lanjut Lembong, para pengusaha besar ini akan diarahkan untuk investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang terdapat potensi pariwisatanya. Apalagi, kata Lembong, banyak wisatawan asal Tiongkok yang berkunjung ke Manado. Oleh karena itu, pemerintah akan menyinergikan beberapa KEK.

&quot;Andai kata secara natural Manado bisa menjadi hub untuk wisman Tiongkok, kita akan meng-connect Manado ke Morotai, Manado ke Wakatobi, Manado ke destinasi lain, jadi kombinasi dari mengikuti pasar dan juga sinergi program pemerintah yang ada,&quot; tukasnya. (dng)</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong menyebutkan, para pengusaha besar yang akan menjadi panelis pada acara Annual Forbes Global CEO Conference Tahun 2016 berminat untuk investasi di Indonesia.

Minat tersebut diungkapkan usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di komplek istana kepresidenan, Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Menurut Lembong, minat investor terhadap Indonesia sedang bergairah. Hal itu lantaran reformasi birokarasi dan ekonomi yang berhasil diterapkan pemerintah Indonesia.

&quot;Orang mulai memanfaatkan paket kebijakan seperti PLB, juga pemilik pabrik sangat mengapresiasi kepastian upah minimum, dan tentunya sukses yang luar biasa dari tax amnesty. Saat ini sentimen investor lagi bagus, dan kita mau pastikan kita bisa memanfaatkan momentum ini,&quot; kata Lembong di Komplek Istana, Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Lembong mengatakan, kebanyakan para pengusaha besar yang telah berjumpa Presiden Jokowi di komplek Istana Kepresidenan tertarik dengan potensi sektor wisata Indonesia.

Seperti satu group besar dari Tiongkok, Fosun yang faktanya sebagai pemain besar di sektor pariwisata. &quot;Mereka juga HNA, pemilik 23 airlines di seluruh dunia, mereka dari Hainan, mereka juga sangat tertarik di wisata. Kemudian Wanda itu, perusahaan properti di Tiongkok, pemiliknya orang terkaya di Asia, tadi juga ketemu Presiden, pembicaraan yang sangat produktif, mereka tertarik di sektor wisata, ya resort-resort, kawasan wisata, ya itulah,&quot; tambahnya.

Lanjut Lembong, para pengusaha besar ini akan diarahkan untuk investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang terdapat potensi pariwisatanya. Apalagi, kata Lembong, banyak wisatawan asal Tiongkok yang berkunjung ke Manado. Oleh karena itu, pemerintah akan menyinergikan beberapa KEK.

&quot;Andai kata secara natural Manado bisa menjadi hub untuk wisman Tiongkok, kita akan meng-connect Manado ke Morotai, Manado ke Wakatobi, Manado ke destinasi lain, jadi kombinasi dari mengikuti pasar dan juga sinergi program pemerintah yang ada,&quot; tukasnya. (dng)</content:encoded></item></channel></rss>
