<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TRIK HEMAT: Sudah Jomblo Boros Pula, Kenapa ya?</title><description>Idealnya seseorang yang masih lajang alias jomblo memiliki tabungan besar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/12/04/320/1557273/trik-hemat-sudah-jomblo-boros-pula-kenapa-ya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/12/04/320/1557273/trik-hemat-sudah-jomblo-boros-pula-kenapa-ya"/><item><title>TRIK HEMAT: Sudah Jomblo Boros Pula, Kenapa ya?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/12/04/320/1557273/trik-hemat-sudah-jomblo-boros-pula-kenapa-ya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/12/04/320/1557273/trik-hemat-sudah-jomblo-boros-pula-kenapa-ya</guid><pubDate>Minggu 04 Desember 2016 06:11 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/12/02/320/1557273/trik-hemat-sudah-jomblo-boros-pula-kenapa-ya-PbIrjyQmVq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto : Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/12/02/320/1557273/trik-hemat-sudah-jomblo-boros-pula-kenapa-ya-PbIrjyQmVq.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto : Shutterstock)</title></images><description>
JAKARTA - Idealnya seseorang yang masih lajang alias jomblo memiliki tabungan besar. Mengingat dia tidak perlu mengeluarkan anggaran untuk berkencan.

Sehingga, pendapatan seseorang yang belum memiliki pasangan cenderung lebih besar. Lalu bagaimana kalau kenyataannya lajang tapi boros?

Ibaratnya, sudah jatuh tertimpa tangga. Pasangan tak ada tabungan pun tiada.

Perencana Keuangan Andy Nugroho mengatakan, sikap boros memang tidak bergantung pada status lajang atau sudah berpasangan. Terkadang yang sudah menikah pun ada yang bisa hidup lebih hemat dari pada jomblo.

&quot;Hal ini bergantung pada pola pikir,&quot; kata Andy kepada Okezone.

Namun memang jomblo relatif lebih boros karena tidak ada pasangan yang bisa mengendalikan. Andy menjelaskan, bisa juga jomblo bersikap boros karena tidak memiliki gambaran mengenai tujuan hidupnya beberapa tahun ke depan

&quot;Pemikiran jomblo hanya saya harus kerja keras supaya bisa nikah, beli rumah tapi tidak pernah direncanakan dengan detail berapa biayanya masing-masing kebutuhan itu, berapa lama lagi perkiraan waktunya kebutuhan itu harus tercapai,&quot; tambahnya.

Andy mengatakan, yang dipikirkan orang yang masih lajang biasanya hanya bersenang-senang. Hal ini membuat pengeluaran tidak bisa dikontrol dengan baik. Dengan begitu, jomblo terjebak dalam sikap boros.

&quot;Yang ada sekarang si jomblo  berpikirnya bersenang-senang dulu saja, mengalir dulu saja, sedangkan kalau punya gambaran yang lebih jelas pasti si jomblo akan berpikir bila uangnya banyak dihabiskan hanya untuk bersenang-senang  terus,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>
JAKARTA - Idealnya seseorang yang masih lajang alias jomblo memiliki tabungan besar. Mengingat dia tidak perlu mengeluarkan anggaran untuk berkencan.

Sehingga, pendapatan seseorang yang belum memiliki pasangan cenderung lebih besar. Lalu bagaimana kalau kenyataannya lajang tapi boros?

Ibaratnya, sudah jatuh tertimpa tangga. Pasangan tak ada tabungan pun tiada.

Perencana Keuangan Andy Nugroho mengatakan, sikap boros memang tidak bergantung pada status lajang atau sudah berpasangan. Terkadang yang sudah menikah pun ada yang bisa hidup lebih hemat dari pada jomblo.

&quot;Hal ini bergantung pada pola pikir,&quot; kata Andy kepada Okezone.

Namun memang jomblo relatif lebih boros karena tidak ada pasangan yang bisa mengendalikan. Andy menjelaskan, bisa juga jomblo bersikap boros karena tidak memiliki gambaran mengenai tujuan hidupnya beberapa tahun ke depan

&quot;Pemikiran jomblo hanya saya harus kerja keras supaya bisa nikah, beli rumah tapi tidak pernah direncanakan dengan detail berapa biayanya masing-masing kebutuhan itu, berapa lama lagi perkiraan waktunya kebutuhan itu harus tercapai,&quot; tambahnya.

Andy mengatakan, yang dipikirkan orang yang masih lajang biasanya hanya bersenang-senang. Hal ini membuat pengeluaran tidak bisa dikontrol dengan baik. Dengan begitu, jomblo terjebak dalam sikap boros.

&quot;Yang ada sekarang si jomblo  berpikirnya bersenang-senang dulu saja, mengalir dulu saja, sedangkan kalau punya gambaran yang lebih jelas pasti si jomblo akan berpikir bila uangnya banyak dihabiskan hanya untuk bersenang-senang  terus,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
