<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mendag Enggar Sebut RCEP Lebih Menguntungkan dari TPP</title><description>Pemerintah Indonesia belum memutuskan keikutsertaan dalam perjanjian kerjasama dagang Trans Pacifik Partnership (TPP)</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/12/06/20/1560181/mendag-enggar-sebut-rcep-lebih-menguntungkan-dari-tpp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/12/06/20/1560181/mendag-enggar-sebut-rcep-lebih-menguntungkan-dari-tpp"/><item><title>Mendag Enggar Sebut RCEP Lebih Menguntungkan dari TPP</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/12/06/20/1560181/mendag-enggar-sebut-rcep-lebih-menguntungkan-dari-tpp</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/12/06/20/1560181/mendag-enggar-sebut-rcep-lebih-menguntungkan-dari-tpp</guid><pubDate>Selasa 06 Desember 2016 17:03 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/12/06/20/1560181/mendag-enggar-sebut-rcep-lebih-menguntungkan-dari-tpp-2gQpPJNSSl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/12/06/20/1560181/mendag-enggar-sebut-rcep-lebih-menguntungkan-dari-tpp-2gQpPJNSSl.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>SERPONG - Pemerintah Indonesia belum memutuskan keikutsertaan dalam perjanjian kerjasama dagang Trans Pacifik Partnership (TPP). Di tengah ketidakpastian keikutsertaan tersebut, pemerintah mulai melakukan proses perjanjian dagang Regional Comprehensivie Economic Partnership (RCEP).

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, RCEP memiliki dampak positif untuk perekonomian 16 anggota RCEP. Seperti, terus-menerus melakukan negosiasi dagang antarnegara RCEP.

&quot;Tetapi yang lebih penting harus memastikan bahwa negosiasi memberikan dampak positif untuk prospek ekonomi regional dan global,&quot; ujar Enggartiasto di International Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (6/12/2016).

Orang nomor satu di Kementerian Perdagangan ini melanjutkan, dengan bergabungnya 16 negara di RCEP maka total populasi masyarakat mencapai 3 miliar orang atau 45% dari populasi dunia. Artinya, ada potensi ekonomi dalam perjanjian RCEP.

&quot;PDB gabungan sekira USD22,4 triliun, dan 30% dari perdagangan dunia. PDB gabungan ekonomi RCEP telah melampaui PDB gabungan kemitraan Trans Pasifik pada 2007,&quot; tuturnya.

Selain itu, lanjut Enggartiasto, dengan hadirnya tiga negara besar seperti Indonesia, China, dan India diyakini pertumbuhan ekonomi regional maupun global akan tumbuh mengesankan. Dengan total PDB ekonomi RCEP pada 2025 diproyeksikan mencapai USD100 triliun. &quot;Ini hampir dua kali lipat outlook proyeksi ekonomi TPP,&quot; ucapnya.

Melalui potensi tersebut, jelas Enggartiasto, mata dan telinga publik tengah tertuju pada proses negosiasi RCEP. Semua menanti apakah kesepakatan RCEP bermakna komersial dan saling menguntungkan dalam waktu dekat?

RCEP beranggotakan 16 negara. Rinciannya, 10 negara ASEAN (Filipina, Thailand, Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapura, Myanmar, Laos, Kamboja, dan Vietnam) serta 6 negara mitra dagang ASEAN (China, Australia, Jepang, India, Korea Selatan, dan Selandia Baru). (dng)</description><content:encoded>SERPONG - Pemerintah Indonesia belum memutuskan keikutsertaan dalam perjanjian kerjasama dagang Trans Pacifik Partnership (TPP). Di tengah ketidakpastian keikutsertaan tersebut, pemerintah mulai melakukan proses perjanjian dagang Regional Comprehensivie Economic Partnership (RCEP).

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, RCEP memiliki dampak positif untuk perekonomian 16 anggota RCEP. Seperti, terus-menerus melakukan negosiasi dagang antarnegara RCEP.

&quot;Tetapi yang lebih penting harus memastikan bahwa negosiasi memberikan dampak positif untuk prospek ekonomi regional dan global,&quot; ujar Enggartiasto di International Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (6/12/2016).

Orang nomor satu di Kementerian Perdagangan ini melanjutkan, dengan bergabungnya 16 negara di RCEP maka total populasi masyarakat mencapai 3 miliar orang atau 45% dari populasi dunia. Artinya, ada potensi ekonomi dalam perjanjian RCEP.

&quot;PDB gabungan sekira USD22,4 triliun, dan 30% dari perdagangan dunia. PDB gabungan ekonomi RCEP telah melampaui PDB gabungan kemitraan Trans Pasifik pada 2007,&quot; tuturnya.

Selain itu, lanjut Enggartiasto, dengan hadirnya tiga negara besar seperti Indonesia, China, dan India diyakini pertumbuhan ekonomi regional maupun global akan tumbuh mengesankan. Dengan total PDB ekonomi RCEP pada 2025 diproyeksikan mencapai USD100 triliun. &quot;Ini hampir dua kali lipat outlook proyeksi ekonomi TPP,&quot; ucapnya.

Melalui potensi tersebut, jelas Enggartiasto, mata dan telinga publik tengah tertuju pada proses negosiasi RCEP. Semua menanti apakah kesepakatan RCEP bermakna komersial dan saling menguntungkan dalam waktu dekat?

RCEP beranggotakan 16 negara. Rinciannya, 10 negara ASEAN (Filipina, Thailand, Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapura, Myanmar, Laos, Kamboja, dan Vietnam) serta 6 negara mitra dagang ASEAN (China, Australia, Jepang, India, Korea Selatan, dan Selandia Baru). (dng)</content:encoded></item></channel></rss>
