<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Maraknya Penyelundupan Hambat Pertumbuhan Industri Teksil</title><description>Kementerian Perdagangan dan Kementerian  Perindustrian saat ini mulai berupaya untuk meningkatkan produktivitas  pada industri tekstil</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/12/06/320/1560336/maraknya-penyelundupan-hambat-pertumbuhan-industri-teksil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/12/06/320/1560336/maraknya-penyelundupan-hambat-pertumbuhan-industri-teksil"/><item><title>Maraknya Penyelundupan Hambat Pertumbuhan Industri Teksil</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/12/06/320/1560336/maraknya-penyelundupan-hambat-pertumbuhan-industri-teksil</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/12/06/320/1560336/maraknya-penyelundupan-hambat-pertumbuhan-industri-teksil</guid><pubDate>Selasa 06 Desember 2016 20:11 WIB</pubDate><dc:creator>Dedy Afrianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/12/06/320/1560336/maraknya-penyelundupan-hambat-pertumbuhan-industri-teksil-CH1raMZSka.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/12/06/320/1560336/maraknya-penyelundupan-hambat-pertumbuhan-industri-teksil-CH1raMZSka.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian saat ini mulai berupaya untuk meningkatkan produktivitas pada industri tekstil. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan cara mencegah penyelundupan produk tekstil.
&quot;Meningkatkan industri tekstil mengatasi penyelundupan. Industri bagaimana industri itu bisa tumbuh dengan mengatasi penyelundupan, kemudian masalah biaya produksi yang bisa   menekan biaya produksi,&quot; kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa (6/12/2016).
Aturan terkait harga tekstil pun nantinya akan kembali dibahas. Selain itu, menurut Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, kemudahan izin impor juga akan kembali dikaji oleh pemerintah.
&quot;Bahan baku sekarang sangat mudah. Tapi sekarang persoalannya ada penyalahgunaan izin untuk impor. Jadi impornya melebihi dari yang diperlukan,&quot; jelasnya.
Dalam hal ini, Kementerian Perindustrian akan melihat utilitas dari hulu ke hilir. Kapasitas impor juga akan dilihat kembali demi menjaga pertumbuhan industri tekstil di Indonesia.
&quot;Peningkatan itu untuk mengurangi impor dan menaikkan utilisasi dalam negeri. Juga didorong untuk membuka pasar-pasar non tradisional seperti negara-negara Afrika. Ini akan dikaji,&quot; jelasnya.
Diharapkan, kebijakan yang akan dihasilkan dapat meningkatkan kapasitas produk tekstil Indoensia. Dengan begitu, ekspor tekstil Indonesia dapat bersaing dengan negara lain yang telah terlebih dahulu memiliki keunggulan pada bea masuk sebesar 0%.
&quot;Salah satunya perjanjian internasional, pasar tradisional ke eropa atau amerika, yang lain ada bilateral agreement. Negara pesaing kita bea masuk 0%. Kita kena 10%-17,5%. Ini yang ke depan akan dinegosiasikan,&quot; tutupnya. (dng)</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian saat ini mulai berupaya untuk meningkatkan produktivitas pada industri tekstil. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan cara mencegah penyelundupan produk tekstil.
&quot;Meningkatkan industri tekstil mengatasi penyelundupan. Industri bagaimana industri itu bisa tumbuh dengan mengatasi penyelundupan, kemudian masalah biaya produksi yang bisa   menekan biaya produksi,&quot; kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa (6/12/2016).
Aturan terkait harga tekstil pun nantinya akan kembali dibahas. Selain itu, menurut Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, kemudahan izin impor juga akan kembali dikaji oleh pemerintah.
&quot;Bahan baku sekarang sangat mudah. Tapi sekarang persoalannya ada penyalahgunaan izin untuk impor. Jadi impornya melebihi dari yang diperlukan,&quot; jelasnya.
Dalam hal ini, Kementerian Perindustrian akan melihat utilitas dari hulu ke hilir. Kapasitas impor juga akan dilihat kembali demi menjaga pertumbuhan industri tekstil di Indonesia.
&quot;Peningkatan itu untuk mengurangi impor dan menaikkan utilisasi dalam negeri. Juga didorong untuk membuka pasar-pasar non tradisional seperti negara-negara Afrika. Ini akan dikaji,&quot; jelasnya.
Diharapkan, kebijakan yang akan dihasilkan dapat meningkatkan kapasitas produk tekstil Indoensia. Dengan begitu, ekspor tekstil Indonesia dapat bersaing dengan negara lain yang telah terlebih dahulu memiliki keunggulan pada bea masuk sebesar 0%.
&quot;Salah satunya perjanjian internasional, pasar tradisional ke eropa atau amerika, yang lain ada bilateral agreement. Negara pesaing kita bea masuk 0%. Kita kena 10%-17,5%. Ini yang ke depan akan dinegosiasikan,&quot; tutupnya. (dng)</content:encoded></item></channel></rss>
