<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Cara Mengatur Keuangan 2017 agar Tak Jebol</title><description>2016 akan segera berakhir dalam hitungan hari dan berganti tahun 2017.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2016/12/22/320/1573276/4-cara-mengatur-keuangan-2017-agar-tak-jebol</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2016/12/22/320/1573276/4-cara-mengatur-keuangan-2017-agar-tak-jebol"/><item><title>4 Cara Mengatur Keuangan 2017 agar Tak Jebol</title><link>https://economy.okezone.com/read/2016/12/22/320/1573276/4-cara-mengatur-keuangan-2017-agar-tak-jebol</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2016/12/22/320/1573276/4-cara-mengatur-keuangan-2017-agar-tak-jebol</guid><pubDate>Kamis 22 Desember 2016 15:12 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/12/22/320/1573276/4-cara-mengatur-keuangan-2017-agar-tak-jebol-sDLLWI3OB0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/12/22/320/1573276/4-cara-mengatur-keuangan-2017-agar-tak-jebol-sDLLWI3OB0.jpg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - 2016 akan segera berakhir dalam hitungan hari dan berganti tahun 2017. Tentunya, di tahun baru tersebut Anda sudah merencanakan beberapa agenda yang membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Apalagi jika Anda sudah berkeluarga dan memiliki anak.  Sebelum memiliki penghasilan sendiri, kita menggantungkan biaya hidup bulanan kepada orangtua, baik kita merantau atau tidak. Seringkali, dana tetap ini kurang untuk memenuhi berbagai kebutuhan kuliah dan operasional sehari-hari.

Supaya dompet kita enggak kebobolan, sebaiknya kita memiliki perencanaan keuangan. Yuk kita contek tipsnya, seperti yang dilansir situs Debt Free Scholar.

1.	Bujet untuk belanja

Untuk membuat rencana keuanganmu dapat dijangkau, kamu dapat mengalokasikan sejumlah uangmu untuk dihabiskan.Pos ini juga tergantung pada berapa banyak uang yang kamu habiskan baru-baru ini. Jadi, anggaran yang kamu tetapkan juga dapat bervariasi.

Ketika mengatur keuanganmu, berhati-hatilah untuk menghindari pos belanja ini terlalu rendah atau terlalu tinggi. Tetapkan besaran uang yang akan kamu habiskan pada level menengah. Dan ketika kamu telah mencapai batas uang yang dapat kamu habiskan, tegaskan pada dirimu bahwa kamu enggak akan menghabiskan lebih banyak lagi, meski toko favoritmu memasang diskon hingga 80 %.



2.	Rencanakan bujet secara realistis

Jika kamu enggak pernah sukses menggunakan perencanaan keuangan,  jangan mematok target yang tinggi ketika kamu mulai menggunakannya.  Contohnya, jika kamu menghabiskan ratusan ribu rupiah untuk nongkrong di  kafe kopi setiap bulannya, jangan langsung membatasi dirimu dengan  hanya menetapkan dua puluh ribu rupiah untuk &quot;ngopi&quot;. Peraturan seperti  itu hampir dapat dipastikan akan kamu langgar.

Ketimbang memotong anggaranmu secara drastis, buatlah perencanaan  keuanganmu serupa dengan biaya yang biasa kamu keluarkan. Kemudian, kamu  dapat mengubahnya perlahan-lahan selama periode tertentu.
Menabung untuk masa depan

Ketika kamu membuat kriteria bujet, ingatlah untuk menyisihkan sebanyak mungkin uang untuk kamu tabung.

Meski pensiun nampaknya masih sangat jauh di masa depan, ia akan  datang dengan sangat cepat jika kamu tidak mulai menabung dari sekarang.  Jika kamu menyisihkan sedikit uang di masa kuliah, tabunganmu akan  berlipat ganda ketika kamu pensiun nanti. Sebaliknya, jika kamu tidak  menyimpan uang sejak dari sekarang, kamu akan harus menyimpan lebih  banyak uang di kemudian hari, tetapi dengan hasil yang lebih sedikit.

Menabung mungkin tampak mustahil bagi kamu yang memiliki anggaran  pas-pasan. Tetapi, jika kamu mengeliminasi semua pengeluaran yang tidak  perlu, kamu akan dapat menabung, meski sedikit.

3.	Pengeluaran-pengeluaran kecil

Faktor mematikan dalam perencanaan keuanganmu selalu dalam wujud yang  kecil dan terlihat tidak penting. Pengeluaran-pengeluaran kecil  sesungguhnya menjadi musuh nomor satu bagi kita.

Setiap hari, kamu mungkin mengeluarkan sekian ribu untuk camilan.  Jika diakumulasi, maka kamu akan bersiap mengalami kolaps keuangan.
Dana darurat

Mobil mogok. Komputer rusak. Sepeda dicuri. Meski kita tidak pernah  merencanakan bencana, pos dana darurat harus ada dalam rencana keuangan  kita.

Setiap bulan, pos ini harus memiliki alokasi dana cukup besar. Jadi,  ketika kita tertimpa musibah, kita pun sudah akan memiliki dana untuk  menanganinya.

4.	Tahu tujuan rencana keuanganmu

Motivasi adalah kunci paling penting agar sukses dalam merencanakan  keuangan. Jika kamu menggunakan budgeting hanya karena mengikuti saran  temanmu, maka kamu enggak akan sukses dalam perencanaan keuangan untuk  waktu yang lama.

Sebelum kamu mulai merencanakan keuanganmu, jawablah pertanyaan  penting ini, &quot;Mengapa?&quot;. Jawabannya akan tergantung dari situasi yang  sedang kamu alami sekarang, misalnya untuk membayar utang, menabung  untuk masa pensiun, atau untuk lebih memiliki kontrol atas uangmu.</description><content:encoded>JAKARTA - 2016 akan segera berakhir dalam hitungan hari dan berganti tahun 2017. Tentunya, di tahun baru tersebut Anda sudah merencanakan beberapa agenda yang membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Apalagi jika Anda sudah berkeluarga dan memiliki anak.  Sebelum memiliki penghasilan sendiri, kita menggantungkan biaya hidup bulanan kepada orangtua, baik kita merantau atau tidak. Seringkali, dana tetap ini kurang untuk memenuhi berbagai kebutuhan kuliah dan operasional sehari-hari.

Supaya dompet kita enggak kebobolan, sebaiknya kita memiliki perencanaan keuangan. Yuk kita contek tipsnya, seperti yang dilansir situs Debt Free Scholar.

1.	Bujet untuk belanja

Untuk membuat rencana keuanganmu dapat dijangkau, kamu dapat mengalokasikan sejumlah uangmu untuk dihabiskan.Pos ini juga tergantung pada berapa banyak uang yang kamu habiskan baru-baru ini. Jadi, anggaran yang kamu tetapkan juga dapat bervariasi.

Ketika mengatur keuanganmu, berhati-hatilah untuk menghindari pos belanja ini terlalu rendah atau terlalu tinggi. Tetapkan besaran uang yang akan kamu habiskan pada level menengah. Dan ketika kamu telah mencapai batas uang yang dapat kamu habiskan, tegaskan pada dirimu bahwa kamu enggak akan menghabiskan lebih banyak lagi, meski toko favoritmu memasang diskon hingga 80 %.



2.	Rencanakan bujet secara realistis

Jika kamu enggak pernah sukses menggunakan perencanaan keuangan,  jangan mematok target yang tinggi ketika kamu mulai menggunakannya.  Contohnya, jika kamu menghabiskan ratusan ribu rupiah untuk nongkrong di  kafe kopi setiap bulannya, jangan langsung membatasi dirimu dengan  hanya menetapkan dua puluh ribu rupiah untuk &quot;ngopi&quot;. Peraturan seperti  itu hampir dapat dipastikan akan kamu langgar.

Ketimbang memotong anggaranmu secara drastis, buatlah perencanaan  keuanganmu serupa dengan biaya yang biasa kamu keluarkan. Kemudian, kamu  dapat mengubahnya perlahan-lahan selama periode tertentu.
Menabung untuk masa depan

Ketika kamu membuat kriteria bujet, ingatlah untuk menyisihkan sebanyak mungkin uang untuk kamu tabung.

Meski pensiun nampaknya masih sangat jauh di masa depan, ia akan  datang dengan sangat cepat jika kamu tidak mulai menabung dari sekarang.  Jika kamu menyisihkan sedikit uang di masa kuliah, tabunganmu akan  berlipat ganda ketika kamu pensiun nanti. Sebaliknya, jika kamu tidak  menyimpan uang sejak dari sekarang, kamu akan harus menyimpan lebih  banyak uang di kemudian hari, tetapi dengan hasil yang lebih sedikit.

Menabung mungkin tampak mustahil bagi kamu yang memiliki anggaran  pas-pasan. Tetapi, jika kamu mengeliminasi semua pengeluaran yang tidak  perlu, kamu akan dapat menabung, meski sedikit.

3.	Pengeluaran-pengeluaran kecil

Faktor mematikan dalam perencanaan keuanganmu selalu dalam wujud yang  kecil dan terlihat tidak penting. Pengeluaran-pengeluaran kecil  sesungguhnya menjadi musuh nomor satu bagi kita.

Setiap hari, kamu mungkin mengeluarkan sekian ribu untuk camilan.  Jika diakumulasi, maka kamu akan bersiap mengalami kolaps keuangan.
Dana darurat

Mobil mogok. Komputer rusak. Sepeda dicuri. Meski kita tidak pernah  merencanakan bencana, pos dana darurat harus ada dalam rencana keuangan  kita.

Setiap bulan, pos ini harus memiliki alokasi dana cukup besar. Jadi,  ketika kita tertimpa musibah, kita pun sudah akan memiliki dana untuk  menanganinya.

4.	Tahu tujuan rencana keuanganmu

Motivasi adalah kunci paling penting agar sukses dalam merencanakan  keuangan. Jika kamu menggunakan budgeting hanya karena mengikuti saran  temanmu, maka kamu enggak akan sukses dalam perencanaan keuangan untuk  waktu yang lama.

Sebelum kamu mulai merencanakan keuanganmu, jawablah pertanyaan  penting ini, &quot;Mengapa?&quot;. Jawabannya akan tergantung dari situasi yang  sedang kamu alami sekarang, misalnya untuk membayar utang, menabung  untuk masa pensiun, atau untuk lebih memiliki kontrol atas uangmu.</content:encoded></item></channel></rss>
