<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>      18 Juta Pelanggan 'Curi' Jatah Listrik Bersubsidi   </title><description>Pencabutan ini pun dinilai memiliki makna besar dalam pembangunan kelistrikan Nasional.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/01/09/320/1587026/18-juta-pelanggan-curi-jatah-listrik-bersubsidi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/01/09/320/1587026/18-juta-pelanggan-curi-jatah-listrik-bersubsidi"/><item><title>      18 Juta Pelanggan 'Curi' Jatah Listrik Bersubsidi   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/01/09/320/1587026/18-juta-pelanggan-curi-jatah-listrik-bersubsidi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/01/09/320/1587026/18-juta-pelanggan-curi-jatah-listrik-bersubsidi</guid><pubDate>Senin 09 Januari 2017 17:39 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/01/09/320/1587026/18-juta-pelanggan-curi-jatah-listrik-bersubsidi-6ZjijA2OKh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi listrik. (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/01/09/320/1587026/18-juta-pelanggan-curi-jatah-listrik-bersubsidi-6ZjijA2OKh.jpg</image><title>Ilustrasi listrik. (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memutuskan mencabut subsidi pelanggan 900 volt ampere (VA) yang dinyatakan masuk golongan masyarakat mampu. Pencabutan ini pun dinilai memiliki makna besar dalam pembangunan kelistrikan Nasional.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Djarman menuturkan, berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), untuk masyarakat berlanggan 900 VA sekira 23 juta, hanya  4,1 juta pelanggan yang layak menerima subsidi.

&quot;Selebihnya ada 18 jutaan yang tidak layak menerima subsidi. Di perkirakan ada sekira Rp20 triliun nilainya,&quot; ujarnya, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (9/1/2017).

Menurut Djarman, dana tersebut akan diperuntukkan untuk pembangunan infrastruktur kelistrikan di daerah timur. Hal ini dalam rangka meningkatkan rasio elektrifikasi atau kapasitas listrik terpasang  saat ini baru mencapai 90,3%.

&quot;Membangun infrastruktur listrik kan makin lama makin mahal dan semakin letaknya. Dengan cara ini (pencabutan subsidi) maka akan digunakan untuk membangun infrastruktur kelistrikan di daerah yang belum teraliri listrik,&quot; jelasnya.

Djarman menambahkan, untuk anggaran subsidi listrik tahun ini terjadi penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp45 triliun. Anggaran tersebut diperuntukkan untuk 25 juta masyarakat yang belum merasakan sumber penerangan. &quot;Kita harapkan semuanya pada 2019 nanti sudah mendapatkan listrik,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memutuskan mencabut subsidi pelanggan 900 volt ampere (VA) yang dinyatakan masuk golongan masyarakat mampu. Pencabutan ini pun dinilai memiliki makna besar dalam pembangunan kelistrikan Nasional.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Djarman menuturkan, berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), untuk masyarakat berlanggan 900 VA sekira 23 juta, hanya  4,1 juta pelanggan yang layak menerima subsidi.

&quot;Selebihnya ada 18 jutaan yang tidak layak menerima subsidi. Di perkirakan ada sekira Rp20 triliun nilainya,&quot; ujarnya, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (9/1/2017).

Menurut Djarman, dana tersebut akan diperuntukkan untuk pembangunan infrastruktur kelistrikan di daerah timur. Hal ini dalam rangka meningkatkan rasio elektrifikasi atau kapasitas listrik terpasang  saat ini baru mencapai 90,3%.

&quot;Membangun infrastruktur listrik kan makin lama makin mahal dan semakin letaknya. Dengan cara ini (pencabutan subsidi) maka akan digunakan untuk membangun infrastruktur kelistrikan di daerah yang belum teraliri listrik,&quot; jelasnya.

Djarman menambahkan, untuk anggaran subsidi listrik tahun ini terjadi penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp45 triliun. Anggaran tersebut diperuntukkan untuk 25 juta masyarakat yang belum merasakan sumber penerangan. &quot;Kita harapkan semuanya pada 2019 nanti sudah mendapatkan listrik,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
