<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Obral Sisa Stok, Pedagang Pasar Senen: Yang Penting Bisa Makan</title><description>Musibah kebakaran yang menimpa pedagang Pasar Induk Senen yang berada di Blok 1 dan 2 menyisakan kisah pilu.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/01/22/320/1597897/obral-sisa-stok-pedagang-pasar-senen-yang-penting-bisa-makan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/01/22/320/1597897/obral-sisa-stok-pedagang-pasar-senen-yang-penting-bisa-makan"/><item><title>Obral Sisa Stok, Pedagang Pasar Senen: Yang Penting Bisa Makan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/01/22/320/1597897/obral-sisa-stok-pedagang-pasar-senen-yang-penting-bisa-makan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/01/22/320/1597897/obral-sisa-stok-pedagang-pasar-senen-yang-penting-bisa-makan</guid><pubDate>Minggu 22 Januari 2017 14:17 WIB</pubDate><dc:creator>Lidya Julita Sembiring</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/01/22/320/1597897/obral-sisa-stok-pedagang-pasar-senen-yang-penting-bisa-makan-6azUz1hl7K.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pasar Senen (Foto: Lidya/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/01/22/320/1597897/obral-sisa-stok-pedagang-pasar-senen-yang-penting-bisa-makan-6azUz1hl7K.jpg</image><title>Pasar Senen (Foto: Lidya/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Musibah kebakaran yang menimpa pedagang Pasar Induk Senen yang berada di Blok 1 dan 2 menyisakan kisah pilu. Kebakaran membuat pedagang kehilangan barang dagangannya dan menderita kerugian yang tak sedikit.

Salah satu pedagang pakaian bekas yang mempunyai kios di Blok 2 lantai 3 pun merasakan kesedihan yang mendalam. Bahkan ia terpaksa menjual rugi (obral) barang dagangannya untuk mendapatkan uang.

&quot;Ini barang dari rumah, yang di kios habis terbakar enggak ada sisa. Jual mahal susah, jadi biar laku dijual meski rugi. Biar bisa makan saja,&quot; ungkap Korban Kebakaran Novi kepada Okezone, Minggu (22/1/2017).

Dia mengatakan, obral dagangan sudah dilakukan sejak Jumat lalu. Dirinya terpaksa belanja menggunakan uang pribadi karena tidak ada pilihan lain.

&quot;Sudah dari Jumat, sehari dapat sekitar Rp700.000, jelas rugi karena di jual pun murah. Kemarin sebelum kebakaran saya abis belanja 3 bal dan habis semua uangnya. Ini pakai modal lagi. Ruginya sekitar Rp50.000.000,&quot; tukasnya.

Dengan diskon harga yang super murah ini, para pembeli yang datang cukup ramai dan membeli dalam jumlah banyak. Namun banjirnya pembeli tidak menghasilkan keuntungan karena rendahnya harga jual.

&quot;Lumayan ramai, ya tapi begitu kita hanya bisa buat makan saja. Dijual Rp10.000-Rp15.000, itu saja kadang ditawar,&quot; tuturnya. (kmj)</description><content:encoded>JAKARTA - Musibah kebakaran yang menimpa pedagang Pasar Induk Senen yang berada di Blok 1 dan 2 menyisakan kisah pilu. Kebakaran membuat pedagang kehilangan barang dagangannya dan menderita kerugian yang tak sedikit.

Salah satu pedagang pakaian bekas yang mempunyai kios di Blok 2 lantai 3 pun merasakan kesedihan yang mendalam. Bahkan ia terpaksa menjual rugi (obral) barang dagangannya untuk mendapatkan uang.

&quot;Ini barang dari rumah, yang di kios habis terbakar enggak ada sisa. Jual mahal susah, jadi biar laku dijual meski rugi. Biar bisa makan saja,&quot; ungkap Korban Kebakaran Novi kepada Okezone, Minggu (22/1/2017).

Dia mengatakan, obral dagangan sudah dilakukan sejak Jumat lalu. Dirinya terpaksa belanja menggunakan uang pribadi karena tidak ada pilihan lain.

&quot;Sudah dari Jumat, sehari dapat sekitar Rp700.000, jelas rugi karena di jual pun murah. Kemarin sebelum kebakaran saya abis belanja 3 bal dan habis semua uangnya. Ini pakai modal lagi. Ruginya sekitar Rp50.000.000,&quot; tukasnya.

Dengan diskon harga yang super murah ini, para pembeli yang datang cukup ramai dan membeli dalam jumlah banyak. Namun banjirnya pembeli tidak menghasilkan keuntungan karena rendahnya harga jual.

&quot;Lumayan ramai, ya tapi begitu kita hanya bisa buat makan saja. Dijual Rp10.000-Rp15.000, itu saja kadang ditawar,&quot; tuturnya. (kmj)</content:encoded></item></channel></rss>
