<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Begini Cara China Lindungi Bangunan-Bangunan Bersejarah</title><description>Selama empat dekade terakhir, kemajuan perekonomian telah menyebabkan  banyaknya bangunan-bangunan tua yang dihancurkan dan digantikan  keberadaannya</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/01/26/470/1601903/begini-cara-china-lindungi-bangunan-bangunan-bersejarah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/01/26/470/1601903/begini-cara-china-lindungi-bangunan-bangunan-bersejarah"/><item><title>Begini Cara China Lindungi Bangunan-Bangunan Bersejarah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/01/26/470/1601903/begini-cara-china-lindungi-bangunan-bangunan-bersejarah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/01/26/470/1601903/begini-cara-china-lindungi-bangunan-bangunan-bersejarah</guid><pubDate>Kamis 26 Januari 2017 17:14 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/01/26/470/1601903/begini-cara-china-lindungi-bangunan-bangunan-bersejarah-WuPEWdc9km.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/01/26/470/1601903/begini-cara-china-lindungi-bangunan-bangunan-bersejarah-WuPEWdc9km.jpg</image><title>Foto: Shutterstock</title></images><description>BEIJING - Pemerintah China mengimbau dalam sebuah dokumen kebijakan agar pembangunan perkotaan di China tidak identik dan fokus pada masing-masing keunikan kota yang memiliki nilai sejarah.

Selama empat dekade terakhir, kemajuan perekonomian telah menyebabkan banyaknya bangunan-bangunan tua yang dihancurkan dan digantikan keberadaannya oleh gedung-gedung pencakar langit dan bangunan-bangunan lainnya.

Sementara beberapa kota seperti Shanghai dan Tianjin melakukan upaya untuk perlindungan terhadap warisan budaya mereka, seperti pada arsitektur era kolonial di kedua kota itu, kota-kota lainnya kehilangan bangunan-bangunan bersejarah mereka.

Kebijakan baru mengenai perlindungan budaya tradisional China yang dibuat oleh pemerintah pusat bertujuan agar kota-kota dapat mengatur lebih lanjut tempat-tempat &quot;sejarah dan nilai budaya&quot; mereka.

&quot;Perbaiki, dan hati-hati dalam memilih contoh dari karakteristik budaya khusus serta simbol-simbol, dan tempatkan dalam perencanaan tata ruang perkotaan, rasional dalam menggunakan ruang publik untuk mendirikan patung dan tempat berkumpul. Hindari seribu kota-kota dengan wajah yang sama,&quot; tambahnya.

Di sebagian besar kota-kota di China, marak terjadi penghancuran gedung-gedung saat reformasi ekonomi negara di akhir 1970an, hal ini terjadi seperti halnya saat hari-hari awal pemerintahan komunis pada revolusi 1949.

Sebagian besar dari kota tua Beijing, termasuk tembok-tembok kota dirubuhkan untuk membuat jalan yang sekarang dikenal dengan Tiananmen Square dan ruang pertemuan rakyat, rumah besar parlemen China.

Dokumen tersebut mengatakan bahwa Partai Komunis memiliki &quot;tanggung jawab sejarah&quot; untuk melindungi dan mempromosikan budaya tradisional China.

Pedoman tersebut juga menyatakan perlu untuk melindungi desa-desa tradisional China dan mendukung kegiatan seni seperti puisi, musik, tari, kaligrafi dan lukisan.

Dokumen itu dibuat untuk melindungi dialek-dialek yang telah hilang karena dorongan pemerintah agar semua orang berbicara satu bahasa nasional, bahasa Mandarin.</description><content:encoded>BEIJING - Pemerintah China mengimbau dalam sebuah dokumen kebijakan agar pembangunan perkotaan di China tidak identik dan fokus pada masing-masing keunikan kota yang memiliki nilai sejarah.

Selama empat dekade terakhir, kemajuan perekonomian telah menyebabkan banyaknya bangunan-bangunan tua yang dihancurkan dan digantikan keberadaannya oleh gedung-gedung pencakar langit dan bangunan-bangunan lainnya.

Sementara beberapa kota seperti Shanghai dan Tianjin melakukan upaya untuk perlindungan terhadap warisan budaya mereka, seperti pada arsitektur era kolonial di kedua kota itu, kota-kota lainnya kehilangan bangunan-bangunan bersejarah mereka.

Kebijakan baru mengenai perlindungan budaya tradisional China yang dibuat oleh pemerintah pusat bertujuan agar kota-kota dapat mengatur lebih lanjut tempat-tempat &quot;sejarah dan nilai budaya&quot; mereka.

&quot;Perbaiki, dan hati-hati dalam memilih contoh dari karakteristik budaya khusus serta simbol-simbol, dan tempatkan dalam perencanaan tata ruang perkotaan, rasional dalam menggunakan ruang publik untuk mendirikan patung dan tempat berkumpul. Hindari seribu kota-kota dengan wajah yang sama,&quot; tambahnya.

Di sebagian besar kota-kota di China, marak terjadi penghancuran gedung-gedung saat reformasi ekonomi negara di akhir 1970an, hal ini terjadi seperti halnya saat hari-hari awal pemerintahan komunis pada revolusi 1949.

Sebagian besar dari kota tua Beijing, termasuk tembok-tembok kota dirubuhkan untuk membuat jalan yang sekarang dikenal dengan Tiananmen Square dan ruang pertemuan rakyat, rumah besar parlemen China.

Dokumen tersebut mengatakan bahwa Partai Komunis memiliki &quot;tanggung jawab sejarah&quot; untuk melindungi dan mempromosikan budaya tradisional China.

Pedoman tersebut juga menyatakan perlu untuk melindungi desa-desa tradisional China dan mendukung kegiatan seni seperti puisi, musik, tari, kaligrafi dan lukisan.

Dokumen itu dibuat untuk melindungi dialek-dialek yang telah hilang karena dorongan pemerintah agar semua orang berbicara satu bahasa nasional, bahasa Mandarin.</content:encoded></item></channel></rss>
