<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Teknik Pengusaha Mebel Antik di Kemang Raih Untung Besar</title><description>Stok mebel bekas nan antik didapatnya dari para pengumpul.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/02/13/470/1616800/teknik-pengusaha-mebel-antik-di-kemang-raih-untung-besar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/02/13/470/1616800/teknik-pengusaha-mebel-antik-di-kemang-raih-untung-besar"/><item><title>Teknik Pengusaha Mebel Antik di Kemang Raih Untung Besar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/02/13/470/1616800/teknik-pengusaha-mebel-antik-di-kemang-raih-untung-besar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/02/13/470/1616800/teknik-pengusaha-mebel-antik-di-kemang-raih-untung-besar</guid><pubDate>Senin 13 Februari 2017 12:24 WIB</pubDate><dc:creator>Dhera Arizona Pratiwi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/02/13/470/1616800/teknik-pengusaha-mebel-antik-di-kemang-raih-untung-besar-7sgCx5kAaY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dhera Arizona/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/02/13/470/1616800/teknik-pengusaha-mebel-antik-di-kemang-raih-untung-besar-7sgCx5kAaY.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dhera Arizona/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Beberapa kawasan di DKI Jakarta, sudah banyak dikenal orang sebagai tempat berjualan mebel. Entah itu mebel baru ataupun bekas dan antik. Adapun kawasan-kawasan yang terkenal tersebut mulai dari Klender, Matraman, Manggarai, Kalimalang, hingga Kemang.

Salah satu kawasan yang terkenal adalah Jalan Kemang Timur Raya. Bisa terlihat toko-toko mebel baru atau antik skala kecil hingga skala menengah ke atas berjejeran di sepanjang pinggir jalan.

Nudin (37), pemilik bisnis mebel Rambu Ata Art &amp;amp; Furniture yang sudah menggeluti bisnis mebel baru maupun antik selama sembilan tahun mengatakan mebel-mebel bekas nan antik biasanya didapat dari hasil memburu ke beberapa komunitas pengumpul barang atau mebel antik dari luar Jakarta. Biasanya daerah tersebut berasal dari Jawa dan sekitarnya. Bahkan, tak ayal ada juga yang didapatnya dari Kalimantan dan Sulawesi.

Guna mempermudah dan mempercepat proses transaksi kepada para pengumpul mebel antik tersebut, Nudin memanfaatkan teknologi aplikasi chatting, WhatsApp. Dia menambahkan, ketika seorang pengusaha mebel antik sudah mendapat satu jaringan kepada komunitas itu, maka nanti dengan sendirinya akan mendapat jaringan komunitas lebih luas lagi.

&quot;Saya hunting. Kalau ada informasi barang, kita lihat dulu, terus beli. Ada komunitasnya di mana saja, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, seperti Semarang, ada juga Yogyakarta, Magelang,&quot; ujarnya saat berbincang dengan Okezone di kiosnya, Jalan Kemang Timur Raya 17C, Jakarta, belum lama ini.

Ditemui oleh Okezone secara terpisah, Nani (39) yang baru mendirikan bisnis mebel bekas antik lima tahun bernama Diyana Furniture di Jalan Kemang Timur Raya menyampaikan hal senada. Stok mebel bekas nan antik didapatnya dari para pengumpul. Biasanya setiap jangka waktu tertentu, para pengumpul ini mendatangi dirinya dan pedagang mebel bekas lainnya untuk ditawarkan.

Dari para pengumpul mebel bekas tadi, Nani mengaku sering mendapat harga yang cukup bersaing. Dirinya bahkan bisa menjual dengan harga lebih tinggi untuk meraup sedikit keuntungan.

&quot;Ada yang nganterin ke mari, nanti saya beli kalau tertarik sama barangnya. Saya beli Rp800 ribu, bisa saya jual lebih tinggi. Ada juga yang saya beli Rp1,5 juta, saya jual Rp2,5 juta ke pembeli,&quot; jelasnya.

(dhe)</description><content:encoded>JAKARTA - Beberapa kawasan di DKI Jakarta, sudah banyak dikenal orang sebagai tempat berjualan mebel. Entah itu mebel baru ataupun bekas dan antik. Adapun kawasan-kawasan yang terkenal tersebut mulai dari Klender, Matraman, Manggarai, Kalimalang, hingga Kemang.

Salah satu kawasan yang terkenal adalah Jalan Kemang Timur Raya. Bisa terlihat toko-toko mebel baru atau antik skala kecil hingga skala menengah ke atas berjejeran di sepanjang pinggir jalan.

Nudin (37), pemilik bisnis mebel Rambu Ata Art &amp;amp; Furniture yang sudah menggeluti bisnis mebel baru maupun antik selama sembilan tahun mengatakan mebel-mebel bekas nan antik biasanya didapat dari hasil memburu ke beberapa komunitas pengumpul barang atau mebel antik dari luar Jakarta. Biasanya daerah tersebut berasal dari Jawa dan sekitarnya. Bahkan, tak ayal ada juga yang didapatnya dari Kalimantan dan Sulawesi.

Guna mempermudah dan mempercepat proses transaksi kepada para pengumpul mebel antik tersebut, Nudin memanfaatkan teknologi aplikasi chatting, WhatsApp. Dia menambahkan, ketika seorang pengusaha mebel antik sudah mendapat satu jaringan kepada komunitas itu, maka nanti dengan sendirinya akan mendapat jaringan komunitas lebih luas lagi.

&quot;Saya hunting. Kalau ada informasi barang, kita lihat dulu, terus beli. Ada komunitasnya di mana saja, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, seperti Semarang, ada juga Yogyakarta, Magelang,&quot; ujarnya saat berbincang dengan Okezone di kiosnya, Jalan Kemang Timur Raya 17C, Jakarta, belum lama ini.

Ditemui oleh Okezone secara terpisah, Nani (39) yang baru mendirikan bisnis mebel bekas antik lima tahun bernama Diyana Furniture di Jalan Kemang Timur Raya menyampaikan hal senada. Stok mebel bekas nan antik didapatnya dari para pengumpul. Biasanya setiap jangka waktu tertentu, para pengumpul ini mendatangi dirinya dan pedagang mebel bekas lainnya untuk ditawarkan.

Dari para pengumpul mebel bekas tadi, Nani mengaku sering mendapat harga yang cukup bersaing. Dirinya bahkan bisa menjual dengan harga lebih tinggi untuk meraup sedikit keuntungan.

&quot;Ada yang nganterin ke mari, nanti saya beli kalau tertarik sama barangnya. Saya beli Rp800 ribu, bisa saya jual lebih tinggi. Ada juga yang saya beli Rp1,5 juta, saya jual Rp2,5 juta ke pembeli,&quot; jelasnya.

(dhe)</content:encoded></item></channel></rss>
