<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fasilitas Penunjang Kilang Balongan Mulai Dibangun</title><description>Peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan fasilitas submarine  pipeline (SPL) dan single point mooring (SPM) di Kilang Balongan,  Indramayu, Jawa Barat, dimulai.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/02/17/320/1620773/fasilitas-penunjang-kilang-balongan-mulai-dibangun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/02/17/320/1620773/fasilitas-penunjang-kilang-balongan-mulai-dibangun"/><item><title>Fasilitas Penunjang Kilang Balongan Mulai Dibangun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/02/17/320/1620773/fasilitas-penunjang-kilang-balongan-mulai-dibangun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/02/17/320/1620773/fasilitas-penunjang-kilang-balongan-mulai-dibangun</guid><pubDate>Jum'at 17 Februari 2017 09:25 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/02/17/320/1620773/fasilitas-penunjang-kilang-balongan-mulai-dibangun-gBgmMHpuzq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Koran Sindo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/02/17/320/1620773/fasilitas-penunjang-kilang-balongan-mulai-dibangun-gBgmMHpuzq.jpg</image><title>Foto: Koran Sindo</title></images><description>INDRAMAYU &amp;ndash; Peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan fasilitas submarine pipeline (SPL) dan single point mooring (SPM) di Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat, dimulai. Fasilitas SPL dan SPM dibangun sebagai bagian dari upaya Pertamina meningkatkan keandalan pasokan minyak mentah ke Kilang RU VI Balongan.
&amp;ldquo;Saya appreciate Pertamina melakukan improvement terhadap kilang existing-nya, seperti halnya proyek SPL/SPM ini.  Kami dukung upaya peningkatan kapasitas kilang nasional, baik melalui proyek RDMP mail-in NGRR,&amp;rdquo; tutur Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonandi acara graundbreaking SPL/SPM kilang Balongan, Indramayu.
Keberadaan fasilitas ini diharapkan mendongkrak efektivitas kegiatan loading/unloading sehingga biaya transportasi minyak mentah dapat ditekan.  Selain itu, fasilitas SPL dan SPM ini juga mumpuni untuk mendukung kegiatan operasional yang ramah lingkungan. Proyek ini meliputi pekerjaan offshore dan onshore.
Pekerjaan offshore antara lain meliputi pembangunan SPL berdiameter 32 inci dengan panjang 15,2 km dan SPM berkapasitas 165.000 dead weight tonnage (DWT).  Sementara pekerjaan onshore antara lain meliputi pembangunan pipa bawah tanah berdiameter 32 inci dengan panjang 500 meter; pembangunan satu unit tangki baru berkapasitas 22.000 kiloliter (kl); modifikasi tangki existing; serta pemasangan flushing dan pigging system.
Dalam pengerjaannya, Pertamina menetapkan sejumlah mitra melalui proses pengadaan sesuai prosedur di perusahaan.  Paket pekerjaan engineering, procurement, construction, installation, comissioning (EPCIC) dikerjakan konsorsium PT Rekayasa Industry (Rekind)-Intermoor; paket pekerjaan SPL dikerjakan oleh konsorsium JFE Japan- Marubeni Itochu-PT Atamora Teknik Makmur; paket pekerjaan coating SPL oleh PT Indal Steel Pipe; dan paket pekerjaan SPM dikerjakan oleh konsorsium ORWELL.
Dengan menyerap lebih kurang 600 orang tenaga kerja, Pertamina menargetkan pengerjaan proyek ini selesai dalam 23 bulan sejak penandatanganan kontrak pada 10 Oktober 2016. Investasi proyek ini tercatat mencapai Rp1,79 triliun rupiah.
&amp;ldquo;Kami telah melaksanakan seleksi yang ketat melalui proses pengadaan yang selalu berasaskan good corporate governance. Karena itu, kami yakin telah mendapatkan mitra-mitra terbaik untuk mengerjakan proyek ini dan kami optimistis dapat menyelesaikannya tepat waktu dengan kualitas yang telah ditetapkan,&amp;rdquo; ujar Plt Direktu rUtama Pertamina Yenni Andayani.
Kilang RU VI Balongan menjadi salah satu kilang Pertamina yang akan dikembangkan melalui megaproyek Refinery Development Master Plan (RDMP) dengan nilai investasi USD1,2 miliar.  Tahun ini RDMP Kilang RU VI Balongan memasuki tahapan basic engineering design (BED) dan diharapkan selesai pada tahun 2020 dengan peningkatan kapasitas dari 125.000 barel per hari (bph) menjadi 240.000 bph.
Megaproyek RDMP dan pembangunan kilang baru (grass root refinery) ditargetkan dapat meningkatkan kapasitas kilang nasional menjadi 2 juta bph pada 2023.  Selain Kilang RU VI Balongan, proyek RDMP dilakukan di Kilang RU IV Cilacap, Kilang RU V Balikpapan, dan Kilang RU II Dumai. Sementara NGRR ditetapkan di Tuban dan Bontang.</description><content:encoded>INDRAMAYU &amp;ndash; Peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan fasilitas submarine pipeline (SPL) dan single point mooring (SPM) di Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat, dimulai. Fasilitas SPL dan SPM dibangun sebagai bagian dari upaya Pertamina meningkatkan keandalan pasokan minyak mentah ke Kilang RU VI Balongan.
&amp;ldquo;Saya appreciate Pertamina melakukan improvement terhadap kilang existing-nya, seperti halnya proyek SPL/SPM ini.  Kami dukung upaya peningkatan kapasitas kilang nasional, baik melalui proyek RDMP mail-in NGRR,&amp;rdquo; tutur Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonandi acara graundbreaking SPL/SPM kilang Balongan, Indramayu.
Keberadaan fasilitas ini diharapkan mendongkrak efektivitas kegiatan loading/unloading sehingga biaya transportasi minyak mentah dapat ditekan.  Selain itu, fasilitas SPL dan SPM ini juga mumpuni untuk mendukung kegiatan operasional yang ramah lingkungan. Proyek ini meliputi pekerjaan offshore dan onshore.
Pekerjaan offshore antara lain meliputi pembangunan SPL berdiameter 32 inci dengan panjang 15,2 km dan SPM berkapasitas 165.000 dead weight tonnage (DWT).  Sementara pekerjaan onshore antara lain meliputi pembangunan pipa bawah tanah berdiameter 32 inci dengan panjang 500 meter; pembangunan satu unit tangki baru berkapasitas 22.000 kiloliter (kl); modifikasi tangki existing; serta pemasangan flushing dan pigging system.
Dalam pengerjaannya, Pertamina menetapkan sejumlah mitra melalui proses pengadaan sesuai prosedur di perusahaan.  Paket pekerjaan engineering, procurement, construction, installation, comissioning (EPCIC) dikerjakan konsorsium PT Rekayasa Industry (Rekind)-Intermoor; paket pekerjaan SPL dikerjakan oleh konsorsium JFE Japan- Marubeni Itochu-PT Atamora Teknik Makmur; paket pekerjaan coating SPL oleh PT Indal Steel Pipe; dan paket pekerjaan SPM dikerjakan oleh konsorsium ORWELL.
Dengan menyerap lebih kurang 600 orang tenaga kerja, Pertamina menargetkan pengerjaan proyek ini selesai dalam 23 bulan sejak penandatanganan kontrak pada 10 Oktober 2016. Investasi proyek ini tercatat mencapai Rp1,79 triliun rupiah.
&amp;ldquo;Kami telah melaksanakan seleksi yang ketat melalui proses pengadaan yang selalu berasaskan good corporate governance. Karena itu, kami yakin telah mendapatkan mitra-mitra terbaik untuk mengerjakan proyek ini dan kami optimistis dapat menyelesaikannya tepat waktu dengan kualitas yang telah ditetapkan,&amp;rdquo; ujar Plt Direktu rUtama Pertamina Yenni Andayani.
Kilang RU VI Balongan menjadi salah satu kilang Pertamina yang akan dikembangkan melalui megaproyek Refinery Development Master Plan (RDMP) dengan nilai investasi USD1,2 miliar.  Tahun ini RDMP Kilang RU VI Balongan memasuki tahapan basic engineering design (BED) dan diharapkan selesai pada tahun 2020 dengan peningkatan kapasitas dari 125.000 barel per hari (bph) menjadi 240.000 bph.
Megaproyek RDMP dan pembangunan kilang baru (grass root refinery) ditargetkan dapat meningkatkan kapasitas kilang nasional menjadi 2 juta bph pada 2023.  Selain Kilang RU VI Balongan, proyek RDMP dilakukan di Kilang RU IV Cilacap, Kilang RU V Balikpapan, dan Kilang RU II Dumai. Sementara NGRR ditetapkan di Tuban dan Bontang.</content:encoded></item></channel></rss>
