<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lakon Chappy Hakim dan Badrodin Haiti Jadi Bos Seumur Jagung</title><description> Dua mantan jenderal di negeri ini didapuk untuk menduduki posisi  bergengsi sebagai presdir dan komut. Namun, hanya seumur jagung.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/02/19/320/1622325/lakon-chappy-hakim-dan-badrodin-haiti-jadi-bos-seumur-jagung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/02/19/320/1622325/lakon-chappy-hakim-dan-badrodin-haiti-jadi-bos-seumur-jagung"/><item><title>Lakon Chappy Hakim dan Badrodin Haiti Jadi Bos Seumur Jagung</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/02/19/320/1622325/lakon-chappy-hakim-dan-badrodin-haiti-jadi-bos-seumur-jagung</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/02/19/320/1622325/lakon-chappy-hakim-dan-badrodin-haiti-jadi-bos-seumur-jagung</guid><pubDate>Minggu 19 Februari 2017 11:02 WIB</pubDate><dc:creator>Rani Hardjanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/02/19/320/1622325/lakon-chappy-hakim-dan-badrodin-haiti-jadi-bos-seumur-jagung-byJkhteB3G.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Chappy Hakim dan Badrodin Haiti Foto: Dok Okezone.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/02/19/320/1622325/lakon-chappy-hakim-dan-badrodin-haiti-jadi-bos-seumur-jagung-byJkhteB3G.jpg</image><title>Chappy Hakim dan Badrodin Haiti Foto: Dok Okezone.</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Dua mantan jenderal di negeri ini didapuk untuk menduduki posisi bergengsi sebagai presiden direktur dan komisaris utama. Namun, jabatan itu tidak diemban lama alias hanya seumur jagung.
Mereka adalah Chappy Hakim yang menjabat sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia dan Badrodin Haiti yang menjabat Komisaris Utama Grab Indonesia. Keduanya sama-sama mundur dengan alasan berbeda.
Berikut ini uraiannya, seperti dirangkum Okezone, Minggu (19/2/2017).
1. Chappy Hakim
Chappy Hakim duduk sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) pada 20 November 2016. Ia menggantikan Maroef Sjamsoeddin yang resmi mengundurkan diri.
Namun, jabatan itu hanya diemban tidak sampai 4 bulan. Banyak polemik yang terjadi saat Chappy Hakim duduk di kursi bergengsi tersebut. Di antaranya adalah permintaan Freeport atas perpanjangan kontrak, smelter, pajak naildown, drama di DPR berujung dipolisikan, hingga isu PHK karyawan.
Pada Sabtu 18 Februari 2017, PTFI mengumumkan bahwa Chappy Hakim akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden direktur. Dia akan kembali ke posisinya semula sebagai penasihat perusahaan.
Chappy Hakim mengatakan, menjadi suatu kehormatan baginya untuk mengemban jabatan sebagai Presiden Direktur PTFI. Ia pun menaruh hormat pada perusahaan dan anggota-anggota timnya yang dianggap berbakat.2. Badrodin Haiti
Badrodin Haiti resmi menjabat Komisaris Utama Grab Indonesia pada  Senin 30 Januari 2017. Dia berperan melakukan pengawasan kinerja dewan  direksi Grab di Indonesia.
&quot;Saya sangat senang bergabung dengan Grab Indonesia, organisasi yang  berpegang teguh pada misinya dengan rekam jejak yang telah terbukti  dalam meningkatkan taraf hidup di Indonesia dan memberikan solusi atas  permasalahan lokal,&quot; kata Badrodin dalam siaran persnya.
Badrodin didaulat oleh manajemen Grab dengan tujuan bisa memandu  pihaknya terhadap pelaksanaan dari sejumlah kebijakan yang dikeluarkan  pemerintah terkait transportasi dan aturan keselamatan yang baru.
Namun belum genap satu bulan, tepatnya pada 17 Februari 2017,  Badrodin mengungkapkan batal menjadi komisaris Grab. Pasalnya, ia saat  ini telah menjadi Presiden Komisaris PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
&quot;Tetapi ini kan perlu diproses administrasinya. Perlu diubah anggaran  dasarnya lalu dilaporkan ke Kementerian Hukum dan HAM. Kemudian belum  itu diumumkan, saya sudah jadi preskom di Waskita. Kemudian diumumkan.  Nah, ketentuan dari korporasi BUMN bahwa kalau kita jadi preskom tidak  boleh merangkap preskom swasta. Karena itu atas Grab dengan kesepakatan  Grab, saya membatalkan itu,&quot; jelasnya.
Seperti diketahui, Badrodin diangkat menjadi Kapolri pada April 2015  setelah polemik tentang pencalonan Komjen Budi Gunawan yang saat itu  ditolak oleh masyarakat.
Badrodin menjabat sebagai Kapolri hingga Juli 2016 yang kemudian  digantikan Jenderal Tito Karnavian hingga saat ini. Badrodin sebelumnya  juga menjabat Wakil Kepala Polri sejak Maret 2014 hingga April 2015.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Dua mantan jenderal di negeri ini didapuk untuk menduduki posisi bergengsi sebagai presiden direktur dan komisaris utama. Namun, jabatan itu tidak diemban lama alias hanya seumur jagung.
Mereka adalah Chappy Hakim yang menjabat sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia dan Badrodin Haiti yang menjabat Komisaris Utama Grab Indonesia. Keduanya sama-sama mundur dengan alasan berbeda.
Berikut ini uraiannya, seperti dirangkum Okezone, Minggu (19/2/2017).
1. Chappy Hakim
Chappy Hakim duduk sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) pada 20 November 2016. Ia menggantikan Maroef Sjamsoeddin yang resmi mengundurkan diri.
Namun, jabatan itu hanya diemban tidak sampai 4 bulan. Banyak polemik yang terjadi saat Chappy Hakim duduk di kursi bergengsi tersebut. Di antaranya adalah permintaan Freeport atas perpanjangan kontrak, smelter, pajak naildown, drama di DPR berujung dipolisikan, hingga isu PHK karyawan.
Pada Sabtu 18 Februari 2017, PTFI mengumumkan bahwa Chappy Hakim akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden direktur. Dia akan kembali ke posisinya semula sebagai penasihat perusahaan.
Chappy Hakim mengatakan, menjadi suatu kehormatan baginya untuk mengemban jabatan sebagai Presiden Direktur PTFI. Ia pun menaruh hormat pada perusahaan dan anggota-anggota timnya yang dianggap berbakat.2. Badrodin Haiti
Badrodin Haiti resmi menjabat Komisaris Utama Grab Indonesia pada  Senin 30 Januari 2017. Dia berperan melakukan pengawasan kinerja dewan  direksi Grab di Indonesia.
&quot;Saya sangat senang bergabung dengan Grab Indonesia, organisasi yang  berpegang teguh pada misinya dengan rekam jejak yang telah terbukti  dalam meningkatkan taraf hidup di Indonesia dan memberikan solusi atas  permasalahan lokal,&quot; kata Badrodin dalam siaran persnya.
Badrodin didaulat oleh manajemen Grab dengan tujuan bisa memandu  pihaknya terhadap pelaksanaan dari sejumlah kebijakan yang dikeluarkan  pemerintah terkait transportasi dan aturan keselamatan yang baru.
Namun belum genap satu bulan, tepatnya pada 17 Februari 2017,  Badrodin mengungkapkan batal menjadi komisaris Grab. Pasalnya, ia saat  ini telah menjadi Presiden Komisaris PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
&quot;Tetapi ini kan perlu diproses administrasinya. Perlu diubah anggaran  dasarnya lalu dilaporkan ke Kementerian Hukum dan HAM. Kemudian belum  itu diumumkan, saya sudah jadi preskom di Waskita. Kemudian diumumkan.  Nah, ketentuan dari korporasi BUMN bahwa kalau kita jadi preskom tidak  boleh merangkap preskom swasta. Karena itu atas Grab dengan kesepakatan  Grab, saya membatalkan itu,&quot; jelasnya.
Seperti diketahui, Badrodin diangkat menjadi Kapolri pada April 2015  setelah polemik tentang pencalonan Komjen Budi Gunawan yang saat itu  ditolak oleh masyarakat.
Badrodin menjabat sebagai Kapolri hingga Juli 2016 yang kemudian  digantikan Jenderal Tito Karnavian hingga saat ini. Badrodin sebelumnya  juga menjabat Wakil Kepala Polri sejak Maret 2014 hingga April 2015.</content:encoded></item></channel></rss>
